Ask @Aloysio_saputro:

Jika diberi libur 4 hari dan kamu mempunyai uang cukup banyak. Tempat liburan mana yang akan km kunjungi? Khususnya di Indonesia?

Bagus
Khususnya di Indonesia? Berarti gak ada larangan ke luar negeri kan?
Kalo di Indonesia, aku mau ke Ubud, Bali. Ubud adalah pusat budaya Bali. Aku mulai terpapar budaya Bali sejak 3 tahun lalu dan mulai jatuh cinta dengan budayanya. Gamelannya, tarian-tariannya, struktur organisasi masyarakatnya, kehidupan beragamanya, masakannya, dan lain-lain.
Buat pecinta sejarah, terutama sejarah kerajaan-kerajaan Kuno Hindu-Buddha, hanya di Bali kamu bisa melihat kehidupan sosial-budaya masyarakat Jawa Kuno, terutama Majapahit. Tahukah kamu bahwa semenjak kejatuhan Majapahit, para pendeta, sastrawan, bangsawan, pengrajin-pengrajin, seniman, dan sebagian petani dari Majapahit banyak yang kabur ke Bali? Karena banyak sekali orang-orang terpelajar dan kaum bangsawan Majapahit yang kabur ke Bali, mereka juga membawa budaya-budaya dan kitab-kitab ajaran Hindu-Buddha dan kitab-kitab lainnya dari Jawa Kuno ke Bali, jadi, menurutku, budaya Bali itu, gimana ya, exquisite lah istilah bahasa Inggrisnya :) karena budayanya menyerap kebudayaan adiluhung dari Jawa Kuno, terutama Majapahit, namun juga Singasari, Kediri, bahkan Mataram Kuno.
Kalau luar negeri, aku dari dulu kepingin banget ke pulau Pinang (Penang) di Malaysia. Kebudayaan China Peranakan, India, keturunan Eropa, dan Melayu berbaur di sana. Bangunan-bangunan etniknya dan peninggalan kolonial Inggrisnya terawat dan keren. Banyak pula yang dijadikan cagar budaya. Oh ya, Penang juga digadang-gadang sebagai Malaysia's food capital! Selain karena banyaknya masakan khas etnis-etnis yang tinggal di Penang, harganya sih katanya murah meriah! Hahaha entah kapan bisa ke Penang.
Kalau kamu? Ke mana lokasi liburan yang kamu impikan selama ini? :)

View more

apakah kamu mendukung atau tidak mendukung perceraian orangtua JIKA kondisinya seperti ini? http://ask.fm/lexdepraxis/answers/135915952207 lalu apakah kamu sependapat dengan jawaban di sana?

Lex dePraxis
Well, Lex, saya sendiri selalu menyayangkan terjadinya perceraian atau perpisahan. Apalagi kalau sudah ada anak. Apalagi kalau masih bisa dikomunikasikan permasalahannya. Namun, kalau sudah sampai tindakan abuse, baik secara fisik maupun verbal, saya menyarankan untuk berpisah saja, demi keselamatan fisik dan jiwa masing-masing pasangan. Adanya tindakan abuse menandakan si pelaku sudah tidak bisa lagi diajak bekerjasama untuk memecahkan permasalahan, maka sudah tidak ada lagi gunanya melanjutkan hubungan.

View more

dengan begitu menjamurnya perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam hubungan, kenapa banyak orang masih meremehkan pelajaran/pengetahuan tentang (cara mengelola) hubungan cinta?

Lex dePraxis
ya karena mereka meremehkan pembelajaran romansa, master Lex. Mereka hanya belajar dari orang-orang di sekitarnya atau acara televisi sehingga mereka taunya kalau cinta itu seperti yang dipaparkan kepada mereka. Jadinya bisa diandaikan orang buta menuntun orang buta. Proses "pembelajaran" ini berlangsung bertahun-tahun sehingga itulah yang "pelajaran" dengan topik romansa yang mereka tahu. Karena merasa sudah belajar bertahun-tahun, mereka jadi merasa paham soal romansa. Karena sudah terpatri ke otak mereka bagaimana romansa itu (padahal salah!), maka mereka akan lebih sulit menerima ilmu baru mengenai romansa (yang sebenarnya bisa menolong diri mereka sendiri). Perlu suatu goncangan besar pada relationship mereka sehingga mereka baru menyadari hal yang salah tersebut. Itu pun kalo mereka sadar sih πŸ˜₯.
Kedua karena masyarakat Indonesia secara umum meremehkan pelajaran mengenai cinta. Cinta buat masyarakat Indonesia adalah suatu hal yang misterius, sakral, gak boleh dimain-mainin, dan perlu dirasakan sendiri tanpa adanya guidebook. Jadinya ya respon mereka ke orang yang mau belajar cinta tu kayak "ngapain lu belajar sesuatu yang bakal lu rasain sendiri?" sambil menatap meremehkan πŸ˜₯.
Sedih ya master Lex, tapi ya mau gimana lagi 😭. Semoga mereka paling gak sempet baca kelascinta.com minimal sekali seumur hidup mereka. Biar hidup mereka terselamatkan. Huooooh lebay 😜.

View more

bayangkan kamu adalah seorang astronot yang dikirim ke planet Mars untuk meneliti planet tsb. ternyata pesawat ulang-alik yg kamu bawa kehabisan bahan bakar pd saat perjalanan kmbli ke Bumi yg jaraknya masih 40.000.000 km lagi. apa yang akan kamu lakukan didalam pesawat saat menghadapi situasi ini?

Christoporus Palayukan
Wih rumit juga ya keadaannya. Aku sampe butuh 6 hari buat ngejawab pertanyaan ini hahahahaha. Ummm..... Jujur aku lupa sama pelajaran fisika, jadinya kalo ada yang salah mohon dikoreksi.
Aku masih ingat Hukum Newton 3 : aksi sama dengan reaksi. Kita memberikan suatu gaya pada suatu benda, maka benda tersebut akan memberikan gaya yang sama dengan arah yang berlawanan. Jadi ideku, adalah melemparkan suatu benda yang cukup besar massanya ke arah berlawanan dengan arah ke bumi, dengan harapan ada gaya dorong yang mendorongku ke bumi. Besar kemungkinan benda itu adalah bagian dari roketku yang sudah gak ada fungsinya lagi. Bagaimana cara melemparkannya, itu persoalan lain lagi.
Cara kedua, aku cuman kepikiran kalo aku akan mengkanibal bagian dari roketku yang gak ada fungsinya untuk dijadikan bahan bakar.
Ini bukan jawaban terbaikku, jadi kalau ada kesalahan, mohon koreksi.

View more

Selama bertahun-tahun entah sudah berapa ribu kali gue terima pertanyaan dari orang yang nanya apa isi hati pasangannya. Menurut lo, kenapa sih orang lebih suka nanya orang lain (yang nggak tahu apa-apa) dibanding pasangannya sendiri?

El
Wah di-ask ko El 😁
.
.
.
Jujur dulu saya juga kayak gitu sih, ko. Jadinya yang punya problem itu saya dengan X, eh saya diskusi atau nanyain permasalahannya dengan A, B, C, atau Z.
Ada beberapa hal yang bikin saya bersikap kayak gitu:
1. Si X orangnya temperamental, bahkan pendendam sehingga saya sendiri malas berurusan dengan dia.
2. Saya sendiri waktu itu tidak memiliki kepercayaan diri untuk berhadapan dengan si X (mungkin dikarenakan saya merasa kualitas diri saya masih di bawah si X)
3. Teman-teman saya atau orang lain lebih bersikap suportif terhadap saya, sedangkan saat saya berdiskusi dengan si X, yang ada saya malah kalah beradu argumen dengan si X.
4. Si X memang tidak mau diajak diskusi.
5. Saya dengan bodohnya berharap si X mengerti akar permasalahannya dan mau menginisiasi diskusi, dan saya sendiri tidak mau menginisiasi diskusi.
6. Topik diskusi dirasakan terlalu awkward untuk dibicarakan berdua.
Kayaknya itu aja sih, ko. Sebenernya si X itu temen saya waktu koas sih, bukan pasangan saya, tapi saya rasa sama aja intinya.
Hal yang saya pelajari setelah baca-baca ask.fm nya koko adalah kita perlu meningkatkan kualitas diri supaya setara dengan lawan bicara kita atau orang lain dan memperluas pergaulan agar tau mana orang yang layak dicintai, cukup untuk dikenal, bisa dijadikan pelajaran, dan harus di-delete dari hidup kita. Selain itu, kita harus memilah mana hal-hal yang masih dapat kita kontrol dan mana yang tidak bisa kita kontrol.
Well, ko, saya bersembah sujud ke koko karena sudah memberikan ilmu-ilmu gratisan di ask.fm, you changed my life! Semoga Sang Hyang Widi Wasa memberkatimu selalu!

View more

puisi dong buat gua...

Christoporus Palayukan
Aku mengemis dari rumah ke rumah di jalanan desa ketika kereta emasmu tampak dari kejauhan seperti mimpi indah dan aku bertanya-tanya siapakah Raja diraja ini?
Harapanku melesat tinggi dan kukira kemalanganku akan berakhir, dan aku berdiri menunggu pemberian dan kekayaan yang bertebaran di setiap jejak kereta.
Kereta kuda itu berhenti di hadapanku. Tatapanmu tertuju padaku dan engkau turun sambil tersenyum. Aku merasa keberuntunganku akhirnya datang. Lalu, tiba-tiba engkau menjulurkan tangan dan berkata, β€œApa yang akan kau berikan kepadaku?”
Ah betapa lucu lelucon menengadahkan tanganmu kepada seorang pengemis untuk mengemis! Aku bingung dan ragu, kemudian perlahan-lahan kukeluarkan sejumput biji jagung dari kantongku dan kuberikan kepadamu.
Betapa terkejutnya aku, ketika sore tiba aku mengosongkan kantongku dan menemukan biji emas di antara tumpukan hasil mengemis! Aku menangis pedih dan berharap andai saja aku rela memberikan semua milikku kepadamu.
Gitanjali, Rabindranath Tagore

View more

What is the meaning of your name?

Aloysio Wisnu Adhi Saputro.
.
Aku cerita dari "Wisnu" dulu ya.
Wisnu, berasal dari kata Vishnu, salah satu dewa trimurti dalam agama Hindu, but my parents did not choose this name for this reason. Alasan sebenernya adalah papaku terkagum-kagum dengan profesornya selama masa kuliah dulu yang bernama Prof. Wischnu. Yeap, you read that right, Wischnu, beliau orang yang pintar sampai papaku terkagum-kagum
.
.
Next "Adhi". Sebenernya mamaku kepingin kalo anaknya cowok dinamain Adi, but idk why it was changed into "Adhi". "Adhi" sendiri aku gak tau artinya, tapi kalo "Adi", artinya besar, megah, dsb. you name it.
.
"Saputro". Awalnya, ditulis "Saputra". Ini nama pemberian dari oomku namanya oom Aan yang juga sama seperti bokap, terkagum-kagum atas kepintaran seseorang, kali ini bukan profesor, tapi temennya sendiri. Kenapa diubah jadi " Saputro" adalah karena papaku kepingin namanya agak "njawani". Wk. Kalo gak salah baru pas masuk SD namanya berubah jadi "Saputro".
.
Then " Aloysio". Aloysio aslinya dari nama baptisku sendiri, Aloysius, I changed it so it became cool or nonmainstream, Wk. Sebenernya ini adalah nama baptis almarhum kakak lelakinya mamaku sebelum almarhum pakdhe menjadi mualaf, so my mom take that baptisal name and put in front of my name as my baptisal name. Katanya biar ada yang nerusin nama Aloysius sampe meninggal, LOL mooom. Time goes by until I reach my fourth grade of elementary school. Di situ waktu pelajaran buat komuni pertama, dijelaskan tentang Santo Aloysius Gonzaga, seorang pemuda asal Italia dari keluarga kaya yang mengabdikan dirinya untuk merawat penderita penyakit pes. Dia mati muda di usia 22 tahun. From then I realized that the baptisal name Aloysius is too damn mainstream. At that time, I also didn't know which person named Aloysius that my parents put it as my baptisal name. So I took Saint Aloysius Gonzaga as my protector and I took his name as my baptisal name.
.
Oh btw, I never use my baptisal name in front of my name when I attend a formal events or academic or bussiness purposes. Not because my parents or I were afraid from discrimination, but it is simply because I was registered in catatan sipil before being baptized.
.
So yeah, that is the history of my name.

View more

If you could time travel, would you go to the future or the past?

I really really want to go to the past, when I was still junior high school, hug my past self, let my past self cry in my shoulder after all bad times he had, I want to say to him that he is precious, he will find the meaning of true friend, teach him how to love himself, and most of all to get rid all the people who has no benefits for him.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oh yes, I will tell him that he will be handsome in the future :^]

View more

Next