Ask @BondanTM:

Apa tanggapan lo dgn pernyataan "balikan sama mantan itu percuma, kayak lo baca buku dua kali yang lo udah tau bakal gimana endingnya" Bener gak? Setuju atau nggak?

Sebagai orang yang tidak memasukkan cinta/pernikahan/punya keluarga lucu dalam kehidupan, aku gak peduli akan hal ini.
Tapi. Aku punya saran buat kalian para budak cinta.
Di usia early 20. Susun prioritas kalian. Kalau cinta, ya mulailah berpikir buat menjalin hubungan yang serius. Kalau karir dan pendidikan, carilah mereka yang mau support karir dan pendidikan kalian. Kalau maunya have fun, ya cari yang bisa diajak fun.
Misal saat ini kalian masih terjebak dalam situasi digantungin, galau balikan sama mantan, disakitin tapi sayang, atau aku yakin dia yang terbaik buat aku. Siaplah buat jalan di tempat untuk segala urusan hidup. Karena hidup gak semata-mata buat mencari pasangan atau cinta-cintaan.
Thank you!

View more

Kenapa zaman sekarang ini banyak orang yang depresi?

Ngomong soal depresi.
Gimana kalo kita lihat ke diri kita sendiri? Coba untuk mengontrol diri agar supaya tidak keburu nyinyir kalo di internet, khususnya media sosial.
Ya, aku tau kalau kita gak bisa menyamakan irl dengan url. Cuman, jika efeknya bisa sampai menghilangkan nyawa orang, kenapa kita tidak mencoba lebih santun.
Orang di internet cenderung bebas dalam berperilaku, termasuk tindak kejahatan. Ada konsep namanya Online Disinhibiton Effect kalo kalian mau baca, ea. Jadi, ada faktor yang memlengaruhi orang buat berani bertindak di dunia maya, bahkan dengan identitas asli mereka.
Hal yang paling sederhana, misal di IG, pilih fitur dm daripada langsung meninggalkan komentar jika ingin ngatain atau ngomongin orang. Budayakan jaga perasaan orang, lebih-lebih jika kamu gak kenal. Jadi tolong, hal ini bisa bikin yang punya akun merasa tidak nyaman dan dapat pula menimbulkan depresi jika dibiarkan berkepanjangan.
Kurang-kurangin budaya screenshoot kecuali buat chat-nya gebetan, haha. Karena menurut aku ini termasuk lancang sih.
Buat yang posting. Daripada update "Gak peduli kata orang" atau "be yourself" atau "gue ga ngasih makan ekspetasi orang terhadap gue" mending kalian menggolongkan target audiens kalian. Misal kritik muncul dari mereka yang gak paham konsep kalian, yaudah, block aja.
Intinya gak bisa menyalahkan satu pihak. Kita makhluk yang berkomunikasi melalui dua arah. Audiens sekarang sudah aktif, dan pemilik konten juga harus smart.
Satu lagi, kunci dari semuanya, bedakan irl dan url. Karena url sekarang sudah menjadi media hiburan, bukan lagi sebatas media sosial.
Thank you!

View more

Then what shud we do kak selama masa transisi itu khusunya sma ke kuliah, cause surely this pretty hard or its just me 😅

Awalnya aku ngerasa gak ada masalah sama adaptasi, sampai tiba pada aku harus beradaptasi di tempat kerja.
SUMPAH INI SULIT, SESULIT ITU SAMPE ADA PIKIRAN AKU MAU RESIGN.
TAPI....
Selama masalah itu bukan karena kerjaan, aku rasa emang masalah ada di diri kita. Kita cuman perlu mencari orang yang mau denger keluh kesah kita. Bodo amat doi mau tulus apa nggak, setidaknya kekesalan atau pikiran kita gak dipendem sendiri.
Setelah aku cerita ke seseorang di kantorku, ternyata emang aku cuman butuh orang yang mau mendengar keluh kesahku. Denger aja, tanpa perlu ngasih solusi. Karena solusi itu dari dalam diri sendiri.
Intinya jangan biarkan lingkungan menghalangi cita-citamu. Semua butuh waktu. Tapi kalo emang gak nyaman jangan dipaksa, bisa jadi itu memang bukan tempat kamu. Intinya semua muncul dari diri sendiri dan dorongan untuk berbaur atau hanyut ke dalam lingkungan.
P.S.
Aku baru sadar bahwa kampusku dulu emang zona kelewat nyaman. Mau kayak gimana bentukanmu pasti akan ada yang nerima kamu, beda sama dunia luar.

View more

Alasan pilih ilmu komunikasi dan ambil kosentrasi publicrelations apa kalo boleh tau?

Ini menarik.
Btw, konsentrasi yang aku ambil pas kuliah itu Komunikasi Strategis. Garis besarnya belajar PR dan Advertising.
Kenapa aku ambil itu?
Sejatinya, aku tuh minat banget sama studi soal media, hanya saja waktu jamanku, media masih digabung dengan jurnalisme. Sedangkan aku sangat lemah dalam urusan tulis-menulis, jadinya aku 'banting setir' ke ranah strategis.
Eh malah sampe kerja aku 'terjebak' di dunia advertising, soalnya menurut aku ini seru! Iklan tuh gak cuman masalah produksi dan bekarya, tapi otak juga dipake buat nyusun berbagai macam strategi komunikasi.
Aku gak begitu into ke PR fyi. Soalnya kalo di Indonesia, pengertian dan fungsi PR di perusahaan/pemerintahan masih belum maksimal. Isunya PR juga kurang cocok sama aku.
Rencananya sih kalo dapet kesempatan aku bakal mempelajari lebih dalam soal media, audiens, dan human behaviour. Gitu.

View more

Urutin bias di wanna one!

1. Hwang Minhyun - Ong Seungwoo
Serius aku tak bisa memilih satu dari mereka:(
2. Lee Daehwi
KENAPA DIA SANGAT GEMASH YA GUSTIII:"
3. Park Jihoon
Doi bilang "kku kku kka kka" udah runtuh pertahanan jiwaku.
4. Ha Sungwoon
Ya ampuunn aku suka doi, menyenangkan anaknya. GAUL.
5. Park Woojin
Diem diem sengklek. Seneng sama tingkahnya yang suka unpredictable.
6. Lai Guanlin
Lucu aja:""""
7. Yoon Jisung
Dia kenapa sangat emak-emak, mana kalo ngomong suka kelepasan.
8. Bae Jinyoung
Aku suka dia jika sedang bersama Daehwi atau Minhyun.
9. Kim Jaehwan
Cape gwa lihatin doi
10. Kang Daniel
Ganteng sih, tapi terlalu seksi untuk list biasku.

View more

Next