Ask @FSI_FEBUI:

Belakangan ini sy memiliki kecenderungan u/ iri dgn orang t'dekat yg sukses walau ybs melakukan bbg larangan&meninggalkan perintah Allah.Keirian ini sebetulnya lbh krn sy sgt ingin melakukan hal serupa(mabuk,hura2, dll)&godaannya jauh lbh kuat drpd tolakan di suara hati.Apa yg sebaiknya sy lakukan?

...................................
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah (yang merusak/menyesatkan mereka) dan fitnah (pada) umatku adalah harta”.
Oleh karena itu, cemburu dan iri hanya karena kelebihan harta yang dimiliki seseorang tanpa melihat bagaimana penggunaan harta tersebut, ini adalah sifat yang sangat tercela.
Bagaimana jika kenikmatan itu menimbulkan godaann jauh lebih besar untuk bermaksiat dari tolakan di hati?,
Obat yang paling pas untuk keadaan ini adalah dengan bersyukur kemudian ikhlas terhadap nikmat yang diberikan Allah
Bersyukur terhadap segala nikmat baik itu kecil maupun besar yang diberikan oleh Allah. Mengingat bahwa semua nikmat itu tidak mungkin datang jika bukan dari Allah akan membuat kita lebih menerima dan mencintai Allah atas pemberiannya.
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku (Qs. Al Baqarah: 152)
“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”(Q.S. Ibrahim, ayat 7)
Keikhlasan adalah kekuatan besar yang dilimpahkan kepada mukmin sejati untuk memungkinkan mereka menghasilkan keberkahan abadi, baik di dunia maupun di akhirat.
Rahasia untuk mencapai ridha Allah dan penerimaan yang baik, ada dalam keikhlasan. Allah memberikan kabar gembira bagi mereka yang takut kepada Allah bahwasanya balasan termulia di akhirat adalah keridhaan Allah, sebagaimana firman-Nya,
"Katakanlah, 'Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?' Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya….” (Q.S. Ali Imran ,ayat 15)
"Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertaqwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-Nya)…" (Q.S. Qaaf ,ayat 31-33)
Jika kita senantiasa berada di atas jalan yang lurus, namun segala doa dan keinginan tidak di makbulkan-Nya. Janganlah mudah berputus asa, iri, dan seterusnya marah kepada Allah swt. Sepantasnya kita di sayangi oleh Allah, karena itulah kita di uji untuk dinaikkan derajatnya di sisi Allah swt.
Semoga jawaban ini dapat memperkuat iman kita dan semoga Allah selalu membimbing kita pada jalan yang dirahmati-Nya.
Wallahu’alam.

View more

Belakangan ini sy memiliki kecenderungan u/ iri dgn orang t'dekat yg sukses walau ybs melakukan bbg larangan&meninggalkan perintah Allah.Keirian ini sebetulnya lbh krn sy sgt ingin melakukan hal serupa(mabuk,hura2, dll)&godaannya jauh lbh kuat drpd tolakan di suara hati.Apa yg sebaiknya sy lakukan?

Waalaikumussalam, Terima kasih atas pertanyaannya.
Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa setiap manusia memiliki porsi rezekinya masing-masing dan mempunyai takaran rezeki sesuai kebutuhannya, bukan keinginannya.
“…… dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Q.S. Hud, ayat 6).
“.… Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha melihat.” (Q.S. Asy Syuura, ayat 27)
Jaminan rezeki dari Allah SWT pada mahkluk-Nya adalah jaminan yang pasti lagi benar untuk menunjukkan betapa Maha Kaya Allah yang memiliki segala sifat kebesaran-Nya.
Mengapa orang yang melanggar perintah Allah dan bermaksiat bisa sukses dan mendapat kelebihan rezeki?
Al-Quran telah menjelaskan fenomena ini, saat kita mendapatkan suatu kelebihan rezeki seperti itu ketahuilah bahwa itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, namun itu adalah Istidraj. Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).
Rezeki yang kita dapat juga merupakan suatu ujian, dan apabila kita diberikan kelebihan rezeki hendaknya kita bersyukur menggunakannya di jalan yang baik.
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)
Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian.
Adapun iri terhadap karunia dan kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain adalah hal yang keliru dan sangat tidak dibenarkan baik dalam Al Quran maupun Hadits.
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian orang lain." (Q.S. An-Nisa, ayat 32)
Lalu apakah pantas kita iri dengan orang yang diberi nikmat namun menggunakannya di jalan yang tidak Allah ridhai?
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
................

View more

Apakah agama (Islam) adalah suatu dogma? Tolong kalau bisa, jawabnya pake logika ya hehe jangan pake dalil, karena gw sdr juga masi bertanya2, tks :)

Manusia hidup dengan kuasanya untuk memilih dan setiap pilihannya dilakukan pengujian semampunya untuk mendapat prinsip menuju hidup yang lebih baik.
Ketika manusia itu masih pada jalan yang benar, dia terus berjalan. Namun, pada banyak hal manusia mencoba-coba jalan. Mereka memilih berhenti dari jalan itu setelah sesuatu yang buruk terjadi, menggunakan separuh pengalaman hidup sebagai sampel. Pada jalan yang hal buruknya terjadi "in the long run" seringkali hal itu tetap dijalani karena belum disadari.
Pada titik itu untuk membuat manusia sadar, Allah menurunkan arahan dengan pengemasan yang menundukkan akal manusia. Maka ketika pengemasan itu disajikan, isi arahannya secara utuh tidak mungkin untuk diabaikan.

View more

Min liat beberapa kajian belakangan ini, katanya transaksi go-pay termasuk riba ya?

Transaksi dengan uang elektronik pada dasarnya adalah halal. Memberi diskon pun, pada dasarnya halal.
Pendapat yang menjelaskan bahwa transaksi go-pay adalah halal dilandasi pemahaman bahwa go-pay tidak lain adalah membayar di awal (ijarah mawshufah fil dzimmah) untuk penggunaan jasa kemudian dengan harga yang ditentukan belakangan dan dana yang dapat ditarik kembali.
Pendapat yang menjelaskan bahwa transaksi go-pay adalah haram dilandasi pemahaman bahwa deposit uang kepada go-pay merupakan peminjaman uang (dari pelanggan untuk perusahaan) untuk usaha tertentu, dan sebagai imbalannya pelanggan akan mendapat diskon. Diskon ini yang dianggap sebagai imbalan dari pinjaman, alias riba.

View more

Halooo mau tanya aku bukan pengurus fsi tapi kalo aku pengen ikut kajian2 islam/ halaqoh/ liqo gitu hubunginya kmn ya?

haloo, kegiatan FSI seperti kajian Islam dan liqo itu terbuka untuk umum.
Untuk kajian fiqh dan tadabbur qur'an, kamu bisa langsung join aja ketika diadakan rutin di mufe.
Untuk halaqah quran dan mentoring keislaman, bisa langsung chat aja official account FSI FEB UI di Line.

View more

Saya mencoba dakwah menutup aurat dgn dalil dri al quran tetapi mhsiswa ui acuh gk peduli pdhl dunia smentra kpn lg nutup aurat klo gk dr skrng. Mereka kbnykn ple rok mini, baju terlihat bagian itim

Maasyaa Allah, baarakallahu fiik.
Mengajak orang lain menuju kebaikan merupakan hal yang mulia, sebagaimana 'amar ma'ruf nahyi munkar sudah semestinya menjadi karakteristik umat ini.
Dengan asumsi kondisi aqidah objek dakwah kita sudah kuat dan lurus, maka apabila disampaikan perintah-perintah Allah, jawabannya hanyalah "Kami dengan dan kami taat".
Maka sekiranya hal tersebut belum tercapai, sungguh aqidah merupakan pintu dari dakwah-dakwah berikutnya.
Apabila kamu berdakwah dengan ilmu, mudah-mudahan Allah selalu menjaga semangatmu. Namun, ketahuilah bahwa tidak semua orang mudah untuk menerima ilmu itu. Entah dari dasar keislaman yang kurang, atau bisa juga hambatan lingkungan. Syaikh al-Utsaimin menjelaskan, bahwa dakwah itu memang harus dengan ilmu, tetapi kita juga harus memahami kondisi seseorang yang kita ajak, dan bersabar.
Terkadang, yang menjadi masalah adalah kita menyerah dalam dakwah dan akhirnya malah bersikap eksklusif dari objek dakwahnya. Tetap membaur dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan, menjadi contoh di tengah-tengah mereka, in syaa Allah mereka akan mau mendengar.
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha: 44).

View more

kak sebenernya di Al Quran huh ada ga sis dalil tenten jangat percaya pada mitos/takhayul gitu? Kalo ada, surat apa & ayat bnp ya kak?

Istilah takhayul sendiri digunakan dalam kisah nabi musa 'alayhissalam, يُخَيَّلُ artinya kurang lebih, membayangkan. Dan تَخَيُّل khayalan.
[Thaa Ha 20:66]
قَالَ بَلْ اَلْقُوْاۚ فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى
Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
Namun bicara tentang ini konteksnya lebih luas lagi, yaitu bicara hal-hal gaib yang sebenarnya merupakan kuasa Allah dan di luar kemampuan kita.
Sehingga jatuh kepada mengada-ada dalam perkara yang gaib tanpa petunjuk valid dari Allah.
[An-Nisa' 4:50]
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْـكَذِبَؕ وَكَفٰى بِهٖۤ اِثْمًا مُّبِيْنًا
Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
[An-Nisa' 4:51]
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰٓؤُلَۤاءِ اَهْدٰى مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا سَبِيْلًا
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Tagut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
Merujuk pada tafsir ibnu katsir mengenai ayat ini, dijelaskan bahwa Jibt di atas maksudnya adalah kata yang ditujukan untuk berhala, tukang ramal, dukun, tukang sihir, dan sejenisnya.
Dalam sebuah hadits dari sunan Abu Dawud dan an-Nasa'i "Thiyarah (ramalan buruk/sial), 'iyafah (ramalan perdukunan) dan ath-tharq (sihir), adalah bagian dari Jibt".

View more

Min liat beberapa kajian belakangan ini, katanya transaksi go-pay termasuk riba ya?

[ GO-PAY RIBA? 2/2 ]
2. Transaksi go-pay halal
Menurut Dr. Oni Sahroni, MA., yang juga merupakan pakar ekonomi Islam di Indonesia, transaksi ini halal. Beliau berkata,
Pihak yang bertransaksi dalam aplikasi go-pay adalah customer dan perusahaan (gojek).
Customer tidak memiliki rekening dalam arti rekening Bank. Nasabah hanya memiliki ‘rekening’ di aplikasi Gojek. Mirip dengan deposit di e-money.

Customer bertransaksi langsung dengan gojek dengan mendeposit sejumlah dana tertentu di go-pay untuk pembayaran atas jasa gojek yg akan dimanfaatkannya.

Gojek memberikan discount tertentu kepada customer sebagai pengguna go-pay.
Berdasarkan gambaran tersebut, maka bisa diidentifikasi skema akadnya sebagai berikut:
Substansi transaksinya adalah jual beli jasa untuk manfaat yang akan diserah terimakan dengan discount tertentu bagi pengguna.
Substansinya bukan utang / pinjaman, tetapi jual beli jasa. Deposit itu sebagai upah yang dibayarkan di muka. Juga customer tidak bermuamalah dengan bank tetapi dengan pihak gojek layaknya e money.
Dengan demikian, maka skema Ijarah maushufah fi dzimmah lebih tepat digunakan untuk aplikasi ini : ujrah (fee) dibayar dimuka, manfaat dibayar kemudian.
Karena akadnya IMFD, menjadi hak pihak yang menyewakan jasa (muajjir / gojek) untuk memberikan discount sebagai athaya dan pemberian yang dibolehkan oleh syara.
Dengan demikian, keikut sertaan costumer dalam go-pay BOLEH menurut fikih, karena skema akad antara costumer dengan go-pay adalah akad ijarah Maushufah fi Dzimmah.
Sedangkan penyimpanan di bank itu dilakukan oleh perusahaan transportasi online sebagai deposan karena rekeningnya adalah rekening perusahaan tersebut.
3. Rekomendasi kami
Terkait akad apa yang lebih pas untuk menggambarkan transaksi ini masih terjadi perdebatan. Rekomendasi kami mengacu pada HR. Bukhari dan Muslim,
Dari Abu Abdillah an Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkanNya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, (maka) baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila segumpal daging tersebut buruk, (maka) buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati

View more

Min liat beberapa kajian belakangan ini, katanya transaksi go-pay termasuk riba ya?

[ GO-PAY RIBA? 1/2 ]
Assalamu’alaykum Sahabat!
Wahh, kamu cukup concern yaa terhadap isu-isu terkait transaksi muamalah kontemporer… bagus bagus :)
Jadi begini Sahabat, ada dua pandangan terkait apakah go-pay ini halal atau haram. Perbedaan pandangan ini berdasarkan bagaimana seseorang memandang akad apakah yang digunakan dalam transaksi tersebut.
Berikut akan kami paparkan keduanya.
1. Transaksi go-pay haram
Menurut pandangan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA., salah seorang pakar fikih muamalah kontemporer Indonesia, go-pay layaknya deposit yang dapat disamakan hukumnya
dengan transaksi menitip uang pada toko sembako yang dekat dari rumah dengan tujuan dapat diambil barang setiap dibutuhkan dan pada saat itu pembayaran harga barang
dapat didebet langsung dari saldo uang yang dititipkan.
Ibnu Abidin (Ulama mazhab Hanafi, wafat 1836M) memasukkan kasus ini kedalam salah satu bentuk bai’ istijrar, ia berkata, “Bila seseorang menyerahkan sejumlah uang kepada penjual, setiap harinya dia mengambil barang sebanyak 5 item dan pada saat menyerahkan uang dia tidak mengatakan, “saya beli darimu 5 item setiap harinya … ”
Aku berkata,” Hukumnya boleh jika harga 5 item tersebut telah jelas sebelumnya seperti roti dan daging. Adapun jka harganya tidak diketahui pada saat mengambil barang maka akad jual-belinya tidak sah karena harga pada saat transaksi tidak jelas.
Maka apabila barang telah digunakan oleh pihak penitip uang dan sungguh penjual telah menyerahkannya dengan ridha dan dengan tujuan mendapat uang maka sesungguhnya akad jual-beli belum terjadi. Walaupun niat kedua belah pihak untuk melakukan akad jual-beli. Hal ini dikarenakan akad jual beli tidak sah dengan niat saja.
Maka sesungguhnya yang terjadi hampir serupa dengan akad Qardh (dimana penitip uang meminjamkan uangnya dan penjual meminjamkan barangnya) yang dia menjamin uang atau barang dengan semisalnya atau senilainya .
Berdasarkan takyiif yang dijelaskan oleh Ibnu Abidin bahwa akadnya dapat disamakan dengan qardh maka dalam kasus GO-PAY bahwa khusus pengguna jasa GO-JEK yang membayar jasa dengan GO-PAY mendapat potongan harga maka ini adalah manfaat yang diberikan muqtaridh (penerima pinjaman) kepada muqridh (pemberi pinjaman) dan setiap pinjaman yang mendatangkan manfaat bagi pemberi pinjaman hukumnya adalah Riba.

View more

halo kak selamat sore, saya calon maba feb ui 2018 nih aamiin mau nanya, apa ada keharusan untuk mahasiswa perempuan memakai jilbab nya jika berkuliah di prodi bisnis islam/ekonomi islam? lalu bagaimana untuk mereka yg bernon agama islam yg ternyata tertarik mengambil prodi tsb? terimakasih

Haloo dek. Hmm sebenernya teman-teman di sini pakai kerudung bukan karena program studi sih, tapi karena Allah :)
Prodi ini nggak tertutup untuk muslim saja, boleh pemeluk agama lain untuk belajar di sini. Tapi, perlu diingat kalau mata kuliah di sini cukup bersinggungan dengan keislaman, seperti ushul fiqh, fiqh muamalah, bahasa arab, kajian islam komprehensif, tasawuf, dan lain-lain.

View more

Bagaimana sebenarnya cara FSI berdakwah di lingkungan FEB UI? (Cakupan kelompok orangnya)

Fsi berusaha untuk berdakwah secara umum dan menyeluruh, tidak membeda-bedakan, berusaha se-inklusif mungkin.
Meskipun kenyataannya, memang berbeda-beda objek dakwahnya. Ada yang memang sudah memiliki ilmu dan rajin, ada yang masih sekedar tahu tentang Islam tetapi males-malesan beribadah, ada yang nggak peduli sama Islam, ada juga yang nggak tahu banyak hal tetapi offensive sama Islam.
Lainnya, ada yang sukanya nongkrong di selasar, ada yang di mufe, ada yang di kafe. Kita berusaha untuk menjangkau semuanya, mengajak pada kebaikan, maka sebagian kegiatan dakwah ini meski nggak rutin, ada yang di selasar, kadang di kafe. Namun, pada era ini semua disatukan melalui jejaring sosial yang luas, apabila dimanfaatkan dengan baik maka bisa embracing everyone.
Meski beragam, tetapi dalam produk-produknya fsi tetap terbuka bagi semuanya. Kegiatan mentoring buat recharge iman dan diskusi keagamaan, kajian fiqh untuk ngaji tentang berislam sehari-hari, kajian tahsin dan halaqah quran tempat belajar alquran dari n͟o͟l͟ hingga menghafal.
Akhir kata, ini jalan yang panjang. Semoga Allah merahmati siapa saja yang berada di jalan ini, dan memberi petunjuk dan kekuatan bagi yang belum di jalan ini. Aamiin.

View more

Lalu ingin tau juga apakah benar habib dan ulama tidak boleh diganggu gugat dan apakah mereka orang paling benar di dunia ini? Apakah di agama kalian secara eksplisit menyatakan bahwa habib dan ulama setara Tuhan sehingga tidak boleh dituntut sebagai org bersalah? Apa sih min peranan habib dan ulama

Dituntut.. boleh kok. Status sosial ataupun keilmuan tidak mengecualikan dia dari keadilan hukum dan syariat.
Sebagian ulama pada masa lalu ada yang dihukum, dipenjara, karena perbedaan pendapat dengan pemerintahnya pada saat itu.
Misal, Imam Abu Hanifah yang atas ilmu dan kebijaksanaannya, ditunjuk untuk menjadi qadhi/hakim oleh pemerintah tetapi beliau menolak dan akhirnya penolakan itu membuat dirinya dipenjara.
Masalah sederhana, bukan? Tetapi sang imam tetap menerima keputusan itu atas kepatuhannya terhadap hukum.
Peranan ulama sederhananya adalah sebagai orang yang berilmu dia berdakwah dengan ilmunya, dan ikut memberikan pertimbangan atas masalah keumatan. Kalau disebut sebagai 'ulil 'amri' maka itu merujuk pada pemerintah dan ulama.

View more

Gimana hukum memakai parfum bagi wanita ketika keluar rumah? Soalnya pernah denger itu haram.

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur .” (Hadits riwayat tirmidzi, hasan shahih)
Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata:
“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian ”. (HR. Abdurrazaq)
Dalam kitab shahih fiqh sunnah (available buat dibaca di mufe) dijelaskan tentang ini bahwa inti keharamannya adalah karena bisa membangkitkan syahwat lelaki yang menciumnya di keramaian. Tidak ada perselisihan ulama mengenai ini.
Wallahu a'lam.
Maka cobalah cari wewangian yang nggak wangi wangi banget, tapi cukup untuk menyamarkan bau badan.
*Kami mohon maaf atas kelalaiannya skip pertanyaan ini

View more

Mau nanya untuk jawaban yg najis itu penghalang, apakah untuk semua jenis najis atau hanya najis ringan saja?

'Afwan, sempat skip dengan pertanyaan ini.
Semua najis, tidak membatalkan wudhu tetapi kita harus membersihkannya.
Misal, terkena najis saat shalat kalau menghilangkannya bisa dengan diusap sedikit atau dilepaskan atribut yang terkena najis (tanpa banyak bergerak) maka bisa langsung dilakukan tanpa membatalkan shalat. Lain halnya misal jika najis itu berat, tentu kita membatalkan shalat untuk membersihkannya.
Jadi yang batal adalah shalatnya, bukan wudhunya. Wudhu dibatalkan dari hadats.

View more

Bagaimana hukumnya top-up grab credit dengan bonus 100% dari total top-up. Misal, top-up 30 ribu rupiah, bonus 30 rupiah, sehingga total dapat 60 ribu rupiah grab credit. Apakah haram/halal? Terima kasih.

Pada asalnya, memberikan bonus atau hadiah itu fine-fine aja.
Cuma nanti kalau dipersyaratkan sama pemberinya, ini yang perlu diperhatikan. Ada dua pendapat, sih. Maksudnya dipersyaratkan adalah "Boleh bayar cash, maupun pembayaran di muka/deposit. Tapi kalau anda deposit, nanti saya kasih tambahan duit."
Pendapat pertama yang dikemukakan, boleh boleh saja memberi bonus. Karena hak dari yang menjual, dan 'berlomba-lomba mengejar hadiah' merupakan akad tersendiri. 'Siapa yang bisa menemukan kucing saya, saya beri hadiah' serupa dengan 'siapa yang pembayaran di muka, dapat bonus'.
Namun, kalau dilihat hal ini niat jual belinya jadi berubah, bukan buat beli jasanya, tapi malah ngejar bonusnya. Belum lagi kalau ada fitur withdrawal, waduh. Sebagian pendapat, ini ga boleh. Nanti akadnya jadi kayak menjual uang dengan uang, jumlah yang tidak sama -> riba.
Sebagaimana ustadz Thuba Jazil, dosen fiqh muamalah kita di feb ui, menjelaskan bahwa yang lebih aman adalah memberikan bonus bukan berupa zat yang sama. Jangan berikan bonus uang dari deposit uang. Berikan saja berupa produknya, seperti bonus gratis sekian perjalanan, dan yang serupa dengan itu. Karena bonus seperti ini tidak mengubah iradah aqdiyahnya (niatan awal berakad) menjadi ngejar bonus uang, tapi tetap karena jasa yang dijual belikan.
Sebagai konsumen, kembalikan pada niatnya, murni untuk jual beli.

View more

Assalamualaykum, mau nanyaa. Masalah tobat. Misal kt udh bertobat, udh nglakuin shalatnya dan berusaha sebisa mngkin utk gangulangin lg, tp ada masa2 nya dmn kt tuh " terjatuh " lg. Itu trmsk bermain2 sm Allah ya? Atau itu sbnrnya cobaan gtuu buat kita?

Wa'alaykumussalam warahmatullah.
Nooo
Ulama menjelaskan bahwa apabila dia meminta ampun kepada Allah dan bertaubat dengan taubat nasuha serta berlepas diri dari dosa itu maka Allah akan menerima taubatnya serta mengampuninya.
Apabila ia kembali berbuat dosa itu kemudian ia meminta ampun kepada Allah, bertaubat dengan taubat nasuha serta berlepas diri dari dosa itu maka Allah akan menerima taubatnya serta mengampuninya. Begitulah seterusnya.
Dosa maksiat yang telah lalu tidak bisa kembali setelah taubat yang sungguh-sungguh dilakukan. Allah ta'ala berfirman dalam Thaha:82 "Dan Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Dan firman Allah ta'ala dalam An-Najm:32
"Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunan Nya."
Justru yang bermain-main itu yang semacam bercandaan orang-orang.
*liat cewek cantik*
'Astaghfirullah, astaghfirullah, ckckc'
*tapi masih tetep liatin*

View more

Assalamualaikum. Min mau tanya dong. Pandangan Islam tentang suka sama lawan jenis bagaimana? Dan bagaimana cara menjalankannya dalam kondisi belum mau married? Plus, boleh ga sih doa minta dijodohin sama seseorang tapi dia naksir orang lain :( ? Wkwkwk makasih min

Wa'alaykumussalam warahmatullah.
Wkwkw masalah klasik anak muda sih ya. Sebenernya hawa nafsu itu bukan sesuatu yang haram. Islam hanya membatasi dan mengarahkan, supaya kita tetap terkendali dan nggak 'menzhalimi diri sendiri' karena nurut sama hawa nafsu.
Suka atau nggak suka, dengan lawan jenis itu memang perlu penjagaan. Menjaga kontak fisik, interaksi, dan yang paling awal, menjaga pandangan. Dari mata turun ke hati ini so true banget sih. Di Quran, sebelum An-Nur:31 tentang aturan berpakaian, ayat 30nya tentang menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang ini, bahwa tiap anggota tubuh ada zinanya, dan zina mata adalah dengan tidak menjaga pandangan itu. Imam Ibnul Qayyim menulis kitab 'Jangan dekati zina', dan yang paling awal adalah mata. Ketika mata dibiarkan, jadi ketagihan ngeliatin, dan sang imam menyebutnya 'Menoreh luka di atas luka'. Abis itu, maunya ngeliatin terus, akhirnya hati terasa hangat, mendorong tindakan yang lain. Lanjutan ini makin sulit dikendalikan. Ustadz kami menjelaskan, ketika syahwatnya makin tinggi, makin ga berpikir jernih. Misal orang yang lagi nonton "video", jarang banget yang tiba-tiba close karena inget Allah. Itulah kenapa dijaganya dari awal banget, pandangan.
Mikirin si dia bikin kita produktif ga, jauh dari maksiat ga. Jangan2 malah galau gajelas doang.
Buat mindset, yang dinikahi itu yang kualitasnya sama kayak kita juga (An-nur:60). Kalau mau suami yang sekeren Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mesti sekeren 'Aisyah radhiyallahu 'anha dong.
Fokus tingkatin kualitas diri (ibadah juga), tapi niatnya untuk Allah, bukan untuk dia ya (cek hadits arba'in no 1)
Surah Ghaafir:60, "Rabb kalian berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku ijabahi doa kalian.”
Sabi aja, tapi cobalah untuk berdoa yang lebih bagusan dikit, kriterianya daripada spesifik namanya. “..boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu” Albaqarah:216

View more

Assalamualaikum Saya muslim bang..saya pernah dihadapkan dengan pertanyaan ini..seorang islam tapi tidak pernah shalat dengan seorang non muslim dan mereka rajin beribadah sedekah mengasihi sesama..lebih baik mana bang..apakah mereka yang non muslim tidak mendapatkan pahala atas kebaikan mereka..?

Galang Adhi Guna
Wa'alaykumussalam warahmatullah.
Singkat pemikiran, terkesan tidak adil apabila orang-orang yang tidak beriman kepada Allah atau non muslim melakukan kebaikan tetapi tidak mendapatkan balasan.
Coba pikirkan dengan sudut pandang lain, apabila kita berbuat baik kepada seseorang, memenuhi kebutuhan seseorang, sangat mungkin orang itu membalas kebaikan kita sesuai kemampuannya, adil.
Tetapi, misalkan kita bersedekah, apakah Allah membutuhkan sedekah kita? Tidak. Berbuat baik, menciptakan kedamaian, apakah Allah membutuhkan bantuan kita untuk itu? Tidak juga.
Kebaikan antar hubungan manusia, dibalas oleh manusia sesuai dengan kondisi kehidupan manusia itu. Namun, Allah melihat juga dari sudut pandang lain, seseorang melakukan kebaikan karena orang itu tahu bahwa Allah yang perintahkan untuk berbuat baik. Di situlah ketaatan kepada Allah, beribadah kepada Allah.
Dalam Adz-Dzariyat:56, Allah berfirman, "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu". Di situlah tujuan kehidupan dan dengan itulah kita mengikat janji kepada Allah atas imbalan dari tiap ketaatan.
Sehingga berbuat baik dan mengharapkan balasan dari Allah tapi tidak menyembah Allah menjadi tidak makes sense sebagaimana dalam Al-Anbiya':73, "... 'Mengapa kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun...'
Sedangkan menyembah selain Allah merupakan kesyirikan, seberapa besar balasan dari kesyirikan? Dalam Surah Luqman:13
"Sesungguhnya syirik adalah benar-benar kezhaliman yang besar",
dan dalam Al-Furqan:23
"Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu debu yang beterbangan."
Bagaimana dengan orang beriman tapi tidak beramal? Jangan lupa bahwa iman adalah keyakinan dalam hati, lisan, dan amal perbuatan.
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-Nya" Q.S.Al-Kahfi:110

View more

Assalamu'alaikum min. Gue bbrp waktu ke belakang sedang berada di tingkat iman yg sangat rendah, di mana gue mengabaikan banyak perintahNya dan sedikit 'denial' atas kuasaNya. Gue sekarang mau berubah tp krn kebiasaan buruk sebelumnya, rasanya susah buat ngubah diri jadi lebih baik. Apa ada tips?

Wa'alaykumussalam warahmatullah. Sesungguhnya hidayah adalah nikmat yang sangat besar dari Allah, dan kita tidak tahu berapa banyak jatah hidayah untuk kita selama hidup. Maka manfaatkanlah segala teguran, insight, dan lainnya yang mengajak kita kembali ke jalan Allah.
Dalam melakukan apa saja, ada kehendak Allah yang andil di dalamnya, maka berdoa kepada Allah merupakan yang utama untuk dilakukan.
Bahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa,
"Ya Allah, aku minta kepada engkau agar aku bisa melakukan kebaikan, dan agar aku bisa meninggalkan kemaksiatan, dan berikan aku rasa cinta kepada orang-orang miskin, dan semoga Engkau mengampuni aku, merahmati aku, dan menerima taubatku"
[Hadits Riwayat Tirmidzi, hasan shahih]
Dan jangan lupa pula untuk mengakui dan menyesali perbuatan dosa kita, dan bertaubat kepada Allah.
Dalam banyak dalil yang sahih, menjaga kualitas iman kita dilakukan dengan memperbanyak introspeksi diri, dekat dengan Al-Qur'an, nggak skip shalat berjamaah, dan bergaul dengan teman-teman yang shalih.
Wallahu waliyyuttawfiq :)

View more

Lalu yang ketiga mau tanya juga, apa sih yang diincar dari agama kalian? Apakah itu kebaikan, kedamaian, atau apa? Karena sejauh ini bagi orang non-is, apa yang pemimpin" kalian lakukan itu salah. Banyak kasus dimana para ulama dan habib berlaku tidak sepantasnya, tp pas dikritik malah jalur hukum.

Islam hadir sebagai jalan hidup di dunia, yang dengan hikmahnya menjadikan kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat. Yang pada poin intinya adalah bagaimana menuhankan Allah dengan sebenar-benarnya. Termasuk ketika bicara dakwah, intinya hanya itu saja sebenarnya.
Sebagaimana para rasul diutus memang untuk mengajak umatnya untuk menyembah Allah.
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)" [Surah An-Nahl:36]
Sedangkan dari rahmat Allah melalui peraturan yang Allah berikan, di situ ada hikmah terjaganya perdamaian dan kesejahteraan untuk umat manusia.
Apabila dikatakan pemimpin-pemimpin kami yang bersalah, maka kami bingung siapa pemimpin yang dimaksud. Karena bicara pemimpin kami, maka pemimpin itu adalah pemerintah negeri ini bersama seperangkat ulama yang menyertainya. Mungkin yang dimaksud adalah pemimpin atau guru dari organisasi atau pengajian tertentu.
Sebenarnya apabila memeriksa sejarah, para ulama besar terdahulu kalau memang melakukan kesalahan dan pemerintah harus menghukumnya, adalah hal biasa untuk memberikan hukuman, sebagaimana ketaatan ulama kepada pemerintah.
Namun, sebagai pengajar agama Islam, ketika ulama mendapat kritik, rawan sekali blur apakah kritik ini ditujukan kepada orangnya atau kepada ajaran agamanya.
Belum lagi hoax atau fitnah mungkin makin banyak tersebar, hal-hal demikian menghambat sikap menerima dari masyarakat atas keputusan hukum kepada ulamanya.

View more

Mau tanya juga kalo misalkan kita semua tau ada Islam radikal yang banyak spt ISIS dan FPI, nah mereka itu menganut paham islam yg spt apa ya? Kan setau gue agama itu dibuat untuk mendamaikan bukan untuk membuat konflik antar umat beragama.

Islam bersumber dari pegangan yang sama Al-Qur'an dan Hadits nabi, tetapi memungkinkan di antara ulamanya untuk berbeda pendapat. Selama itu sesuai dengan Al-Qur'an dan apa yang nabi ajarkan maka itu tidak masalah.
ISIS, ajarannya cukup jauh menyimpang dari Al-Qur'an dan Hadits. Bahkan di sisi kami dan para ulama menyebutkan mereka bukanlah Islam. Dan kebanyakan dari aliran-aliran Islam yang menyimpang itu masalahnya ada pada mereka mengambil sebagian ayat dan melupakan yang lainnya, sembarang mengutip dan menafsirkan hadits agar sesuai dengan pemikiran mereka.
FPI, di sisi lain, tidaklah sama dengan ISIS dari segi gerakan dan ajaran. Ajaran Islam di FPI sebagaimana yang kami pahami, tidak begitu bermasalah dan bahkan Majelis Ulama Indonesia pun tidak menyatakan FPI sebagai aliran yang sesat. Meskipun, gaya ajaran FPI memang cenderung tegas, apalagi dalam urusan mencegah kemungkaran. Yang perlu jadi catatan kami dalam berprasangka baik, terkadang media massa memberitakan hal-hal buruk saja tentang FPI sehingga FPI dianggap selalu bersikap merusak.
Tetapi intinya, apabila memang berlaku sebagaimana yang Nabi ajarkan dalam berhubungan dengan umat lain (yang bukan musuh Islam), umat Islam tidak boleh menyakiti perasaan umat lain dan harus memperlakukan secara adil.

View more

Halo mau nanya beberapa hal ni. Sebagai kaum non-is gue ga gt ngerti soal agama muslim jd pengen tau aja gitu. Yg pertama gue mo nanya soal terror yg terjadi blkgan ini. Apakah boleh dijustifikasi apa motif dibalik serangan" tersebut yg membunuh anak" dan warga tidak bersalah? Apakah ini ajaran kln?

Berperang dan membunuh orang itu bukan perkara yang ringan dalam Islam. Kepada muslim atau kafir dzimmi, melukai saja tidak boleh apalagi membunuh.
Namun, akhir-akhir ini memang banyak tersebar orang-orang yang tidak memahami Islam dengan benar sehingga dengan mudahnya mereka meneror dan membunuh atas nama jihad tanpa arahan dari ulama dan pemerintah, pada kondisi yang damai pula.
Motifnya sangat beragam, bisa saja itu politik yang ingin menggulingkan kekuasaan, bisa juga ajaran menyimpang itu dibuat sebagai fitnah terhadap umat Islam, atau bisa juga itu memang aliran sesat yang telah berkembang sejak dahulu.
Namun yang lebih jelas, penyebab utamanya dalam pandangan kami adalah kurang pahamnya masyarakat soal agama dan ketidakpercayaannya kepada pemerintah (padahal taat kepada pemerintah adalah poin penting dalam ajaran Islam).
Dengan kondisi masyarakat yang kurang paham, tidak taat kepada pemerintah, ajaran ekstrem yang menyimpang jadi mudah masuk, diiringi dengan kebencian.

View more

Selamat malam FSI, maaf mau tanya, sebenarnya jihad itu apa sih? Kenapa skrg banyak yang katanya "jihad" tp yang dia lakukan adalah aksi terorisme (kayak bom bunuh diri dan semacamnya). Mohon dijelaskan ya.. Trims.

Jihad secara umum itu artinya berjuang, dan pada sebagian konteks diartikan sebagai berperang di jalan Allah.
Jadi seorang muslim yang tekun dalam belajarnya demi kebaikan, itu jihad juga sebenarnya.
Tapi apakah jihad yang berupa peperangan itu salah? Tergantung.
Pada masa-masa di mana Islam tidak merdeka dalam kehidupannya, dimusuhi, maka berperang dapat menyelamatkan umat muslim, di situlah berjihad dalam rangka berperang. Sehingga berani mempertaruhkan dirinya di medan perang demi agama dan umat dapat menjadi hal yang agung.
Namun, berperang ini bukan hal sepele yang bisa asal tunjuk. Sebagaimana mengklasifikasi kafir mana yang halal diperangi, menentukan boleh tidaknya berperang itu sangat bergantung pada arahan ulama dan pemerintah yang mempertimbangkan kondisi dan kemaslahatannya.
Memang akhir-akhir ini mulai banyak yang menyimpang dengan aksi terornya dan malah merusak citra Islam di mata masyarakat.
Mudah-mudahan Indonesia ini dilindungi Allah dari doktrin Islam menyimpang yang merusak ketentraman masyarakatnya.

View more

Min, saya non islam. Emang bener ya kalau di ajaran Islam non islam = kafir ? Jadi walaupun saya punya Tuhan tetep kafir gitu ya min? Atau gimana ya min menurut pandangan Islam? Terimakasih min, mohon pencerahannya :D

Jadii itu memang istilah.
Secara bahasa, kafara - yakfuru dalam bahasa arab artinya mengingkari atau tidak beriman.
Sedangkan subjeknya, disebut kafir, artinya orang yang tidak beriman.
Dalam konteks keislaman, kafir yang dimaksud berarti orang yang tidak beriman sebagaimana imannya orang Islam.
Dan di antara kafir itu ada beberapa macam, dan tiap macamnya dibedakan sikapnya.
Ada kafir harbi yang mana ini kafir yang memusuhi Islam, membahayakan dan memerangi Islam. Dalam kondisi yang memang tidak damai tersebut, hal yang boleh untuk diperangi atau dibunuh.
Adapula kafir dzimmi, yaitu yang memang tinggal bersama di negeri umat muslim, hidup damai, di bawah perlindungan pemerintah, kafir yang ini tidak boleh diganggu atau disakiti, harus diberikan hak-haknya secara adil, termasuk dalam hal ibadahnya.

View more

Next