Ask @FSI_FEBUI:

Menurut kamu, "cinta karena Allah" tuh kayak gimana?

Cinta karena Allah adalah mencitai sesuatu atau seseorang yang karena Allah menyuruh kita untuk mencitai sesuatu atau seseorang itu.
Ustad Kholid Basalamah juga menjelaskan bahwa mencintai karena Allah adalah ketika kita mencitai seseorang karena orang itu dekat dengan Allah dan menjadikan kita dekat dengan Allah.
Contoh dari mencitai karena Allah adalah kita menictai pasangan yang halal dan ingin agar kita dan pasangan sama-sama menuju surga Allah. Mencitai sesama mukmin karena iman dan agama juga merupakan bentuk cinta kepada Allah, termasuk dalam hal ini mencitai ulama’, sahabat, para nabi, al quran, dan orang-orang shaleh
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=5FBipaMSK2U

View more

Kak mau nanya dong kalau kita shalat di tengah perjalan boleh tayamum ga

Jawab : Boleh selagi tidak menemukan air atau air yang ada sedikit, atau kondisi yang tidak memungkinkan untuk berwudhu.
Syaikhul Islam rahimahullah berkata, Orang yang safar hendaknya tayammum jika tidak mendapatkan air." (Majmu Fatawa, 21/398)
Hal ini sesuai dengan firman Allah : “Jika kamu tidak menemukan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih). Usaplah mukamu dan kedua tanganmu dengan tanah itu.” (Qs. al-Maa-idah [5]: 6)
Hal yang harus diingat, tayamum dengan debu statusnya adalah sebagai badal (pengganti). Dan tidak boleh menggunakan badal, selama yang asal (air), masih memungkinkan untuk digunakan.Jadi kalau di tengah perjalanan misal ada Rest Area, ada botol minum, atau air mengalir maka tidak boleh mengganti asal dengan badal.
https://islamqa.info/id/143646

View more

Kak kenapa kita harus memilih pemimpin muslim

Hal yang harus pertama kali kita sadari Bersama adalah sebagai seorang muslim, seluruh aspek kehidupan kita telah diatur oleh Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Kita menjalani seluruh aspek kehidupan ini sesuai syariat Allah dan diniatkan untuk mencari ridha Allah semata. Tingkat pengaturan islam kepada tindak tanduk seseorang sangat detail termasuk dalam urusan memilih pemimpin
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir menjadi wali [pemimpin] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian)?” (QS. An-Nisa’ [4]: 144)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini: “Allah Ta’ala melarang hamba-Nya yang beriman untukloyal kepada orang Yahudi dan Nasrani. Mereka itu musuh Islam dan sekutu-sekutunya.
Maka jawaban dari pertanyaan Anda adalah karena ini adalah perintah Allah Subhanahu wa’ala
Sumber :
https://muslim.or.id/15094-menjadikan-orang-kafir-sebagai-auliya.html

View more

disetiap peraturan yg dibuat Allah kan katnya pasti ada alasan ilmiah juga mengapa sesuatu itu dilarang. Pertanyaannya adalah apa alasan islam tidak membolehkan perempuan melepas hijabnya dikalangan perempuan juga yang non islam?

Hal yang harus kita sadari pertama adalah tidak semua ajaran islam harus dibuktikan secara Ilmiah. Contoh surga dan neraka tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Ketidakmampuan manusia membuktikan secara ilmiah ini karena keterbatasan ilmu manusia bukan karena tidak benarnya ajaran islam. Hal ini bersifat prinsip dan kita wajib mengimani apa yang Allah telah perintahkan dan Rasul telah ajarkan.
Rasul itu datang dengan wahyu minimal tidak digapai oleh akal dengan sempurna. Namun beliau tidaklah datang dengan wahyu yang mustahil bagi akal untuk memahaminya.” (Majmu’ Al Fatawa, 3/339)
Kembali kepada masalah aurat kepada non muslim
Sebagian ulama Malikiyah dan Syafi’iyah berpandangan bahwa aurat perempuan muslimah di hadapan perempuan nonmuslim adalah selain wajah dan telapak tangan, diharamkan baginya membuka bagian tubuhnya di hadapan mereka.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. An-Nur: 31).
Pada kalimat “أَوْ نِسَائِهِنَّ” yang dimaksudkan di sini adalah boleh menampakkan perhiasan wanita di hadapan wanita muslimah, bukan di hadapan wanita kafir (ahlu dzimmah).
Mujahid mengatakan janganlah sampai wanita muslimah khimarnya di hadapan wanita musyrik. Karena dalam ayat hanya disebut nisaihinna ‘wanita mereka’ artinya wanita musyrik bukanlah bagian dari wanita beriman. (LihatTafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 529)
Maka kesimpulannya jelas bahwa dalil Al quran menunjukkan bahwa kita dilarang memperlihatkan aurat kepada non muslim
https://rumaysho.com/14803-membuka-hijab-di-hadapan-wanita-kafir.html

View more

Katanya islam menganggap bahwa wanita itu berharga, trs knp diperbolehkan yang namanya poligami?

Hal yang pertama harus kita luruskan adalah definisi berharga dalam islam. Seorang dianggap berharga, mulia, baik dan sebagainya dilihat dari derajat taqwa nya
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)
Harus kita garis bawahi adalah ciri-ciri orang bertaqwa adalah menjalankan syariat2 Allah Subhanahu Wata’ala . definisi orang bertaqwa adalah ketika seseorang dapat menjalankan syariat agama islam se sempurna mungkin dan POLIGAMI adalah bagian dari syariat islam.
Artinya adalah poligami bukan sebuah bentuk penghinaan atau menganggap wanita tidak berharga.
Ustad Kholid Basalamah menjelaskan beberapa hikmah dari poligami ini. Pertama adalah mengatasi munculnya seks bebas, pergaulan bebas dan semisalnya. Seperti yang dikethui bahwa jumlah wanita yang lebih banyak daripada laki-laki dan poligami adalah cara suci untuk membuat kaum wanita menjadi terlindungi, memiliki derajat tinggi dan kemuliaan lainnya.
Hal yang harus digaris bawahi adalah bagi wanita poligami merupakan hal yang berat. Sebagai seorang muslim/Muslimah kita tidak boleh menolak atau mengingkari keberaadaan hukum ini. Karena menolak hukum syariat adalah sesuatu yang dilarang dalam islam. Jika kita belum bisa untuk melakukannya maka “yasudah” kita belum bisa, bukan berarti kita harus mengingkarinya.

View more

Assalamualaikum wr.wb Sy mau tanya min, sy baru saja hijrah, dan stlh sy hijrah sy merasa gapernah nyaman di lingkungan kampus sy, sy pun selalu gapernah ngerasa pny teman yang bisa ngebimbing saya jd org baik spt di SMA, sy sholat selalu sndr, sy diam krn gamau gosip mreka malah menjauh :((

Waalaikum salam sahabat.
Kami turut senang dengan kabar hijrahnya. Yeay. Semoga Allah mencatat itu sebagai alasan untuk memasukkan mbak ke surga.
Terkait permasalahan kenapa setelah hijrah tidak pernah merasa nyaman dengan lingkungan kampus. Hal ini jelas adalah ini merupakan bentuk ujian dari Allah untuk mengangkat derajat dan menghapus dosa.
Hal ini sesuai dengan ayat Al Baqoroh ayat 214 yang artinya
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.”
Kemudian Allah mengatakan juga dalam surah Ali Imran 142 yang artinya
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
Ustad Adi Hidayat menjelaskan hubungan kedua ayat itu adalah yang pertama Allah akan menguji manusia dengan berbagai tingkatan. Mulai dari godaan kecil hingga goncangan besar. Bahkan diakhir ayat dijelaskan bahwa orang yang beriman berkata “Bilakah datangnya pertolongan Allah ? dan Allah mengatakan bahwa pertolongan Allah amatlah dekat.
Ustad Adi menjelaskan berbahagialah dengan ujian tersebut karena Allah itu maha pencemburu dan ingin hambanya 100% perhatian sama Allah sehingga Allah berikan mereka ujian. Semua ujian ini balasannya adalah Surga”
Sampai kapan ujian tersebut diberikan ? Jawabannya terdapat dalam surah Ali Imran 142, yaitu sampai jelas siapakah orang yang sabar diantara kita.
Jadi ketidaknyamanan ini muncul karena Allah sengaja agar kita dekat dengan Allah dan diampuni dosa-dosanya
Selain tetap sabar untuk istiqomah sebisa mungkin mulailah mencari teman2 yang bisa menemani beribadah agar tidak terasa terlalu berat, bahkan jika bisa menarik teman lainnya untuk hijrah agar menambah pahala jariyah. Wallahua’lam
sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=fBlKmOriHoU

View more

Min aku bukan anak feb, kalo ikut kajian yang diadakan fsi feb boleh ikut ga ya? Terima kasih

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, tentu saja boleh buat kamu yang bukan mahasiswa FEB bisa banget ikut kajian yang diadakan oleh FSI FEB UI
sebagai informasi tambahan mengenai kajian apa saja yang bisa kamu ikuti yaitu diadakan oleh bidang 1 : Syiar, Kajian, dan Keilmuan, nah dibawah bidang 1 ini bernaung departemen-departemen yang bisa kamu ikuti kajiannya sesuai dengan minat dan kebutuhan kamu yang diantaranya ;
2. Departemen KASTRAD (Kajian dan Aksi Strategis Dakwah), dengan produknya yaitu,
DAGELAN (Diskusi dan Obrolan Seputar Islam) ; sebuah kajian terbuka yang mengundang publik, khususnya masyarakat FEB UI, untuk membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan dan/atau hal-hal relevan dalam kajian keislaman yang bersifat responsif serta strategis.
3. Departemen MLC ( Muslimah Learning Centre)
Eits tidak lupa ,terkhusus buat kamu yang akhwat, kita juga punya departemen yang bisa menaungi rasa keingin tahuan kamu tentang dunia muslimah , produk berbentuk kajian yang bisa kamu ikuti yaitu;
WINTER (Wanita Islam Terkini) Mengadakan kajian seputar kemuslimahan dan ada juga sharing session.
MDO (Muslimah Days Out) ini lebih kepada seminar dan talkshow tentang kemuslimahan.
Ada juga PKM ( Perpustakaan dan Kemakmuran Mushola)
Biasanya kalo pkm sering mengadakan kajian di mushola FE baik buat ikhwan dan akhwat yang jadwalnya bisa terus di cek akun official FSI FEB UI.
Untuk informasi jadwal dan kegiatan lengkapnya kamu bisa ikutin lini masa kita:
Line: FSI FEB UI
Ask.fm: fsi_febui
Website: http://fsi-febui.com

View more

Kenapa ya iman saya naik turun, kadang rajin bgt ibadah, tp kadang juga mager bgt :( disisi lain saya merasa saya hijrah setengah mateng karena sudah berubah penampilan tp tetap nonton konser, dan melakukan hal maksiat lain nya, saya harus bagaimana ya ? 😢

Diriwayatkan oleh Imam al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya iman akan rusak dalam diri kalian laksana rusaknya baju, maka mohonlah kepada Allah untuk memperbarui iman dalam kalbu kalian.”
Iman yang ada pada hati seseorang dapat luntur, atau bahkan hilang, jika orang tersebut tidak menjaganya, maka Rasulullah SAW bersabda:
”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)
Iman bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Hal ini sering kita dengar, dan mungkin saja iman berkurang karena kemaksiatan yang kita lakukan dibanding ketaatan yang kita lakukan; Mengatasi turunnya iman dapat kita lakukan diantaranya dengan;
Pertama: Meminta kepada Allah untuk menjauh dari pengaruh syaithan. Syaithan telah berjanji akan menyesatkan bani adam, maka dia akan berusaha memalingkan mereka dari segala bentuk ketaatan. Allah berfirman menceritakan perkataan iblis yang artinya :
"Iblis menjawab: ‘Karena engkau telah menyesatkan aku pasti aku akan menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur " ( QS. Al-A’raf : 16-17 )
Kedua: Menjauhi diri dari dunia dan fitnah (godaan)nya dan berbuat maksiat. Menyibukkan diri dengan dunia dan perhiasannya termasuk sebab yang dapat mengurangi iman. Sebab semakin semangat manusia memiliki dunia dan semakin menginginkannya, maka semakin memberatkan dirinya berbuat ketaatan dan mencari kebahagiaan akhirat, sebagaiman dituturkan Imam Ibnul Qayyim.
Ketiga: Memperbanyak amal shalih. Dengan memperbanyak amal shalih maka kita semakin mengejar kebaikan dan terhindar dari perbuatan yang buruk.
“Barangsiapa yang beramal seberat semut kecil berupa kebaikan, dia pun akan melihat hasilnya. Dan barangsiapa yang beramal seberat semut kecil berupa keburukan, dia pun akan melihat hasilnya.” (QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8) [3]
Keempat: Mendekati teman yang sholih, dengat mendekat dengan teman yang sholih yang memiliki ilmu agama yang baik, kamu bisa meminta nasihat dan saran mengenai iman mu yang sedang jatuh. Tentu saja, mereka akan memberi nasihat yang baik untuk dirimu dan keimananmu.
Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)
Demikianlah perkara yang harus diperhatikan dalam mengatasi iman yang turun, mudah-mudahan hal ini dapat menggerakkan kita untuk lebih mengokohkan iman dan menyempurnakannya.
Sumber:
https://muslim.or.id/1993-iman-bisa-bertambah-dan-berkurang.html
https://muslimah.or.id/2755-lihatlah-siapa-temanmu.html
https://www.youtube.com/watch?v=DcXk6ZTzuwk
https://muslim.or.id/41889-sibukkanlah-dirimu-dalam-amal-shalih.html

View more

Belakangan ini sy memiliki kecenderungan u/ iri dgn orang t'dekat yg sukses walau ybs melakukan bbg larangan&meninggalkan perintah Allah.Keirian ini sebetulnya lbh krn sy sgt ingin melakukan hal serupa(mabuk,hura2, dll)&godaannya jauh lbh kuat drpd tolakan di suara hati.Apa yg sebaiknya sy lakukan?

...................................
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah (yang merusak/menyesatkan mereka) dan fitnah (pada) umatku adalah harta”.
Oleh karena itu, cemburu dan iri hanya karena kelebihan harta yang dimiliki seseorang tanpa melihat bagaimana penggunaan harta tersebut, ini adalah sifat yang sangat tercela.
Bagaimana jika kenikmatan itu menimbulkan godaann jauh lebih besar untuk bermaksiat dari tolakan di hati?,
Obat yang paling pas untuk keadaan ini adalah dengan bersyukur kemudian ikhlas terhadap nikmat yang diberikan Allah
Bersyukur terhadap segala nikmat baik itu kecil maupun besar yang diberikan oleh Allah. Mengingat bahwa semua nikmat itu tidak mungkin datang jika bukan dari Allah akan membuat kita lebih menerima dan mencintai Allah atas pemberiannya.
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku (Qs. Al Baqarah: 152)
“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”(Q.S. Ibrahim, ayat 7)
Keikhlasan adalah kekuatan besar yang dilimpahkan kepada mukmin sejati untuk memungkinkan mereka menghasilkan keberkahan abadi, baik di dunia maupun di akhirat.
Rahasia untuk mencapai ridha Allah dan penerimaan yang baik, ada dalam keikhlasan. Allah memberikan kabar gembira bagi mereka yang takut kepada Allah bahwasanya balasan termulia di akhirat adalah keridhaan Allah, sebagaimana firman-Nya,
"Katakanlah, 'Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?' Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya….” (Q.S. Ali Imran ,ayat 15)
"Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertaqwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-Nya)…" (Q.S. Qaaf ,ayat 31-33)
Jika kita senantiasa berada di atas jalan yang lurus, namun segala doa dan keinginan tidak di makbulkan-Nya. Janganlah mudah berputus asa, iri, dan seterusnya marah kepada Allah swt. Sepantasnya kita di sayangi oleh Allah, karena itulah kita di uji untuk dinaikkan derajatnya di sisi Allah swt.
Semoga jawaban ini dapat memperkuat iman kita dan semoga Allah selalu membimbing kita pada jalan yang dirahmati-Nya.
Wallahu’alam.

View more

Belakangan ini sy memiliki kecenderungan u/ iri dgn orang t'dekat yg sukses walau ybs melakukan bbg larangan&meninggalkan perintah Allah.Keirian ini sebetulnya lbh krn sy sgt ingin melakukan hal serupa(mabuk,hura2, dll)&godaannya jauh lbh kuat drpd tolakan di suara hati.Apa yg sebaiknya sy lakukan?

Waalaikumussalam, Terima kasih atas pertanyaannya.
Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa setiap manusia memiliki porsi rezekinya masing-masing dan mempunyai takaran rezeki sesuai kebutuhannya, bukan keinginannya.
“…… dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Q.S. Hud, ayat 6).
“.… Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha melihat.” (Q.S. Asy Syuura, ayat 27)
Jaminan rezeki dari Allah SWT pada mahkluk-Nya adalah jaminan yang pasti lagi benar untuk menunjukkan betapa Maha Kaya Allah yang memiliki segala sifat kebesaran-Nya.
Mengapa orang yang melanggar perintah Allah dan bermaksiat bisa sukses dan mendapat kelebihan rezeki?
Al-Quran telah menjelaskan fenomena ini, saat kita mendapatkan suatu kelebihan rezeki seperti itu ketahuilah bahwa itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, namun itu adalah Istidraj. Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).
Rezeki yang kita dapat juga merupakan suatu ujian, dan apabila kita diberikan kelebihan rezeki hendaknya kita bersyukur menggunakannya di jalan yang baik.
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)
Allah Ta’ala mengingkari orang yang keliru dalam memahami maksud Allah meluaskan rizki. Allah sebenarnya menjadikan hal itu sebagai ujian. Namun dia menyangka dengan luasnya rizki tersebut, itu berarti Allah memuliakannya. Sungguh tidak demikian, sebenarnya itu hanyalah ujian.
Adapun iri terhadap karunia dan kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain adalah hal yang keliru dan sangat tidak dibenarkan baik dalam Al Quran maupun Hadits.
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian orang lain." (Q.S. An-Nisa, ayat 32)
Lalu apakah pantas kita iri dengan orang yang diberi nikmat namun menggunakannya di jalan yang tidak Allah ridhai?
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
................

View more

Apakah agama (Islam) adalah suatu dogma? Tolong kalau bisa, jawabnya pake logika ya hehe jangan pake dalil, karena gw sdr juga masi bertanya2, tks :)

Manusia hidup dengan kuasanya untuk memilih dan setiap pilihannya dilakukan pengujian semampunya untuk mendapat prinsip menuju hidup yang lebih baik.
Ketika manusia itu masih pada jalan yang benar, dia terus berjalan. Namun, pada banyak hal manusia mencoba-coba jalan. Mereka memilih berhenti dari jalan itu setelah sesuatu yang buruk terjadi, menggunakan separuh pengalaman hidup sebagai sampel. Pada jalan yang hal buruknya terjadi "in the long run" seringkali hal itu tetap dijalani karena belum disadari.
Pada titik itu untuk membuat manusia sadar, Allah menurunkan arahan dengan pengemasan yang menundukkan akal manusia. Maka ketika pengemasan itu disajikan, isi arahannya secara utuh tidak mungkin untuk diabaikan.

View more

Min liat beberapa kajian belakangan ini, katanya transaksi go-pay termasuk riba ya?

Transaksi dengan uang elektronik pada dasarnya adalah halal. Memberi diskon pun, pada dasarnya halal.
Pendapat yang menjelaskan bahwa transaksi go-pay adalah halal dilandasi pemahaman bahwa go-pay tidak lain adalah membayar di awal (ijarah mawshufah fil dzimmah) untuk penggunaan jasa kemudian dengan harga yang ditentukan belakangan dan dana yang dapat ditarik kembali.
Pendapat yang menjelaskan bahwa transaksi go-pay adalah haram dilandasi pemahaman bahwa deposit uang kepada go-pay merupakan peminjaman uang (dari pelanggan untuk perusahaan) untuk usaha tertentu, dan sebagai imbalannya pelanggan akan mendapat diskon. Diskon ini yang dianggap sebagai imbalan dari pinjaman, alias riba.

View more

Halooo mau tanya aku bukan pengurus fsi tapi kalo aku pengen ikut kajian2 islam/ halaqoh/ liqo gitu hubunginya kmn ya?

haloo, kegiatan FSI seperti kajian Islam dan liqo itu terbuka untuk umum.
Untuk kajian fiqh dan tadabbur qur'an, kamu bisa langsung join aja ketika diadakan rutin di mufe.
Untuk halaqah quran dan mentoring keislaman, bisa langsung chat aja official account FSI FEB UI di Line.

View more

Saya mencoba dakwah menutup aurat dgn dalil dri al quran tetapi mhsiswa ui acuh gk peduli pdhl dunia smentra kpn lg nutup aurat klo gk dr skrng. Mereka kbnykn ple rok mini, baju terlihat bagian itim

Maasyaa Allah, baarakallahu fiik.
Mengajak orang lain menuju kebaikan merupakan hal yang mulia, sebagaimana 'amar ma'ruf nahyi munkar sudah semestinya menjadi karakteristik umat ini.
Dengan asumsi kondisi aqidah objek dakwah kita sudah kuat dan lurus, maka apabila disampaikan perintah-perintah Allah, jawabannya hanyalah "Kami dengan dan kami taat".
Maka sekiranya hal tersebut belum tercapai, sungguh aqidah merupakan pintu dari dakwah-dakwah berikutnya.
Apabila kamu berdakwah dengan ilmu, mudah-mudahan Allah selalu menjaga semangatmu. Namun, ketahuilah bahwa tidak semua orang mudah untuk menerima ilmu itu. Entah dari dasar keislaman yang kurang, atau bisa juga hambatan lingkungan. Syaikh al-Utsaimin menjelaskan, bahwa dakwah itu memang harus dengan ilmu, tetapi kita juga harus memahami kondisi seseorang yang kita ajak, dan bersabar.
Terkadang, yang menjadi masalah adalah kita menyerah dalam dakwah dan akhirnya malah bersikap eksklusif dari objek dakwahnya. Tetap membaur dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan, menjadi contoh di tengah-tengah mereka, in syaa Allah mereka akan mau mendengar.
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha: 44).

View more

kak sebenernya di Al Quran huh ada ga sis dalil tenten jangat percaya pada mitos/takhayul gitu? Kalo ada, surat apa & ayat bnp ya kak?

Istilah takhayul sendiri digunakan dalam kisah nabi musa 'alayhissalam, يُخَيَّلُ artinya kurang lebih, membayangkan. Dan تَخَيُّل khayalan.
[Thaa Ha 20:66]
قَالَ بَلْ اَلْقُوْاۚ فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعٰى
Dia (Musa) berkata, “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
Namun bicara tentang ini konteksnya lebih luas lagi, yaitu bicara hal-hal gaib yang sebenarnya merupakan kuasa Allah dan di luar kemampuan kita.
Sehingga jatuh kepada mengada-ada dalam perkara yang gaib tanpa petunjuk valid dari Allah.
[An-Nisa' 4:50]
اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْـكَذِبَؕ وَكَفٰى بِهٖۤ اِثْمًا مُّبِيْنًا
Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah! Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
[An-Nisa' 4:51]
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوْتُوْا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتٰبِ يُؤْمِنُوْنَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَيَقُوْلُوْنَ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا هٰٓؤُلَۤاءِ اَهْدٰى مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا سَبِيْلًا
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Tagut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
Merujuk pada tafsir ibnu katsir mengenai ayat ini, dijelaskan bahwa Jibt di atas maksudnya adalah kata yang ditujukan untuk berhala, tukang ramal, dukun, tukang sihir, dan sejenisnya.
Dalam sebuah hadits dari sunan Abu Dawud dan an-Nasa'i "Thiyarah (ramalan buruk/sial), 'iyafah (ramalan perdukunan) dan ath-tharq (sihir), adalah bagian dari Jibt".

View more

Min liat beberapa kajian belakangan ini, katanya transaksi go-pay termasuk riba ya?

[ GO-PAY RIBA? 2/2 ]
2. Transaksi go-pay halal
Menurut Dr. Oni Sahroni, MA., yang juga merupakan pakar ekonomi Islam di Indonesia, transaksi ini halal. Beliau berkata,
Pihak yang bertransaksi dalam aplikasi go-pay adalah customer dan perusahaan (gojek).
Customer tidak memiliki rekening dalam arti rekening Bank. Nasabah hanya memiliki ‘rekening’ di aplikasi Gojek. Mirip dengan deposit di e-money.

Customer bertransaksi langsung dengan gojek dengan mendeposit sejumlah dana tertentu di go-pay untuk pembayaran atas jasa gojek yg akan dimanfaatkannya.

Gojek memberikan discount tertentu kepada customer sebagai pengguna go-pay.
Berdasarkan gambaran tersebut, maka bisa diidentifikasi skema akadnya sebagai berikut:
Substansi transaksinya adalah jual beli jasa untuk manfaat yang akan diserah terimakan dengan discount tertentu bagi pengguna.
Substansinya bukan utang / pinjaman, tetapi jual beli jasa. Deposit itu sebagai upah yang dibayarkan di muka. Juga customer tidak bermuamalah dengan bank tetapi dengan pihak gojek layaknya e money.
Dengan demikian, maka skema Ijarah maushufah fi dzimmah lebih tepat digunakan untuk aplikasi ini : ujrah (fee) dibayar dimuka, manfaat dibayar kemudian.
Karena akadnya IMFD, menjadi hak pihak yang menyewakan jasa (muajjir / gojek) untuk memberikan discount sebagai athaya dan pemberian yang dibolehkan oleh syara.
Dengan demikian, keikut sertaan costumer dalam go-pay BOLEH menurut fikih, karena skema akad antara costumer dengan go-pay adalah akad ijarah Maushufah fi Dzimmah.
Sedangkan penyimpanan di bank itu dilakukan oleh perusahaan transportasi online sebagai deposan karena rekeningnya adalah rekening perusahaan tersebut.
3. Rekomendasi kami
Terkait akad apa yang lebih pas untuk menggambarkan transaksi ini masih terjadi perdebatan. Rekomendasi kami mengacu pada HR. Bukhari dan Muslim,
Dari Abu Abdillah an Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat, ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal-hal yang) haram. Bagaikan seorang penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkanNya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, (maka) baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila segumpal daging tersebut buruk, (maka) buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati

View more

Min liat beberapa kajian belakangan ini, katanya transaksi go-pay termasuk riba ya?

[ GO-PAY RIBA? 1/2 ]
Assalamu’alaykum Sahabat!
Wahh, kamu cukup concern yaa terhadap isu-isu terkait transaksi muamalah kontemporer… bagus bagus :)
Jadi begini Sahabat, ada dua pandangan terkait apakah go-pay ini halal atau haram. Perbedaan pandangan ini berdasarkan bagaimana seseorang memandang akad apakah yang digunakan dalam transaksi tersebut.
Berikut akan kami paparkan keduanya.
1. Transaksi go-pay haram
Menurut pandangan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA., salah seorang pakar fikih muamalah kontemporer Indonesia, go-pay layaknya deposit yang dapat disamakan hukumnya
dengan transaksi menitip uang pada toko sembako yang dekat dari rumah dengan tujuan dapat diambil barang setiap dibutuhkan dan pada saat itu pembayaran harga barang
dapat didebet langsung dari saldo uang yang dititipkan.
Ibnu Abidin (Ulama mazhab Hanafi, wafat 1836M) memasukkan kasus ini kedalam salah satu bentuk bai’ istijrar, ia berkata, “Bila seseorang menyerahkan sejumlah uang kepada penjual, setiap harinya dia mengambil barang sebanyak 5 item dan pada saat menyerahkan uang dia tidak mengatakan, “saya beli darimu 5 item setiap harinya … ”
Aku berkata,” Hukumnya boleh jika harga 5 item tersebut telah jelas sebelumnya seperti roti dan daging. Adapun jka harganya tidak diketahui pada saat mengambil barang maka akad jual-belinya tidak sah karena harga pada saat transaksi tidak jelas.
Maka apabila barang telah digunakan oleh pihak penitip uang dan sungguh penjual telah menyerahkannya dengan ridha dan dengan tujuan mendapat uang maka sesungguhnya akad jual-beli belum terjadi. Walaupun niat kedua belah pihak untuk melakukan akad jual-beli. Hal ini dikarenakan akad jual beli tidak sah dengan niat saja.
Maka sesungguhnya yang terjadi hampir serupa dengan akad Qardh (dimana penitip uang meminjamkan uangnya dan penjual meminjamkan barangnya) yang dia menjamin uang atau barang dengan semisalnya atau senilainya .
Berdasarkan takyiif yang dijelaskan oleh Ibnu Abidin bahwa akadnya dapat disamakan dengan qardh maka dalam kasus GO-PAY bahwa khusus pengguna jasa GO-JEK yang membayar jasa dengan GO-PAY mendapat potongan harga maka ini adalah manfaat yang diberikan muqtaridh (penerima pinjaman) kepada muqridh (pemberi pinjaman) dan setiap pinjaman yang mendatangkan manfaat bagi pemberi pinjaman hukumnya adalah Riba.

View more

halo kak selamat sore, saya calon maba feb ui 2018 nih aamiin mau nanya, apa ada keharusan untuk mahasiswa perempuan memakai jilbab nya jika berkuliah di prodi bisnis islam/ekonomi islam? lalu bagaimana untuk mereka yg bernon agama islam yg ternyata tertarik mengambil prodi tsb? terimakasih

Haloo dek. Hmm sebenernya teman-teman di sini pakai kerudung bukan karena program studi sih, tapi karena Allah :)
Prodi ini nggak tertutup untuk muslim saja, boleh pemeluk agama lain untuk belajar di sini. Tapi, perlu diingat kalau mata kuliah di sini cukup bersinggungan dengan keislaman, seperti ushul fiqh, fiqh muamalah, bahasa arab, kajian islam komprehensif, tasawuf, dan lain-lain.

View more

Bagaimana sebenarnya cara FSI berdakwah di lingkungan FEB UI? (Cakupan kelompok orangnya)

Fsi berusaha untuk berdakwah secara umum dan menyeluruh, tidak membeda-bedakan, berusaha se-inklusif mungkin.
Meskipun kenyataannya, memang berbeda-beda objek dakwahnya. Ada yang memang sudah memiliki ilmu dan rajin, ada yang masih sekedar tahu tentang Islam tetapi males-malesan beribadah, ada yang nggak peduli sama Islam, ada juga yang nggak tahu banyak hal tetapi offensive sama Islam.
Lainnya, ada yang sukanya nongkrong di selasar, ada yang di mufe, ada yang di kafe. Kita berusaha untuk menjangkau semuanya, mengajak pada kebaikan, maka sebagian kegiatan dakwah ini meski nggak rutin, ada yang di selasar, kadang di kafe. Namun, pada era ini semua disatukan melalui jejaring sosial yang luas, apabila dimanfaatkan dengan baik maka bisa embracing everyone.
Meski beragam, tetapi dalam produk-produknya fsi tetap terbuka bagi semuanya. Kegiatan mentoring buat recharge iman dan diskusi keagamaan, kajian fiqh untuk ngaji tentang berislam sehari-hari, kajian tahsin dan halaqah quran tempat belajar alquran dari n͟o͟l͟ hingga menghafal.
Akhir kata, ini jalan yang panjang. Semoga Allah merahmati siapa saja yang berada di jalan ini, dan memberi petunjuk dan kekuatan bagi yang belum di jalan ini. Aamiin.

View more

Lalu ingin tau juga apakah benar habib dan ulama tidak boleh diganggu gugat dan apakah mereka orang paling benar di dunia ini? Apakah di agama kalian secara eksplisit menyatakan bahwa habib dan ulama setara Tuhan sehingga tidak boleh dituntut sebagai org bersalah? Apa sih min peranan habib dan ulama

Dituntut.. boleh kok. Status sosial ataupun keilmuan tidak mengecualikan dia dari keadilan hukum dan syariat.
Sebagian ulama pada masa lalu ada yang dihukum, dipenjara, karena perbedaan pendapat dengan pemerintahnya pada saat itu.
Misal, Imam Abu Hanifah yang atas ilmu dan kebijaksanaannya, ditunjuk untuk menjadi qadhi/hakim oleh pemerintah tetapi beliau menolak dan akhirnya penolakan itu membuat dirinya dipenjara.
Masalah sederhana, bukan? Tetapi sang imam tetap menerima keputusan itu atas kepatuhannya terhadap hukum.
Peranan ulama sederhananya adalah sebagai orang yang berilmu dia berdakwah dengan ilmunya, dan ikut memberikan pertimbangan atas masalah keumatan. Kalau disebut sebagai 'ulil 'amri' maka itu merujuk pada pemerintah dan ulama.

View more

Gimana hukum memakai parfum bagi wanita ketika keluar rumah? Soalnya pernah denger itu haram.

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur .” (Hadits riwayat tirmidzi, hasan shahih)
Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata:
“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian ”. (HR. Abdurrazaq)
Dalam kitab shahih fiqh sunnah (available buat dibaca di mufe) dijelaskan tentang ini bahwa inti keharamannya adalah karena bisa membangkitkan syahwat lelaki yang menciumnya di keramaian. Tidak ada perselisihan ulama mengenai ini.
Wallahu a'lam.
Maka cobalah cari wewangian yang nggak wangi wangi banget, tapi cukup untuk menyamarkan bau badan.
*Kami mohon maaf atas kelalaiannya skip pertanyaan ini

View more

Mau nanya untuk jawaban yg najis itu penghalang, apakah untuk semua jenis najis atau hanya najis ringan saja?

'Afwan, sempat skip dengan pertanyaan ini.
Semua najis, tidak membatalkan wudhu tetapi kita harus membersihkannya.
Misal, terkena najis saat shalat kalau menghilangkannya bisa dengan diusap sedikit atau dilepaskan atribut yang terkena najis (tanpa banyak bergerak) maka bisa langsung dilakukan tanpa membatalkan shalat. Lain halnya misal jika najis itu berat, tentu kita membatalkan shalat untuk membersihkannya.
Jadi yang batal adalah shalatnya, bukan wudhunya. Wudhu dibatalkan dari hadats.

View more

Bagaimana hukumnya top-up grab credit dengan bonus 100% dari total top-up. Misal, top-up 30 ribu rupiah, bonus 30 rupiah, sehingga total dapat 60 ribu rupiah grab credit. Apakah haram/halal? Terima kasih.

Pada asalnya, memberikan bonus atau hadiah itu fine-fine aja.
Cuma nanti kalau dipersyaratkan sama pemberinya, ini yang perlu diperhatikan. Ada dua pendapat, sih. Maksudnya dipersyaratkan adalah "Boleh bayar cash, maupun pembayaran di muka/deposit. Tapi kalau anda deposit, nanti saya kasih tambahan duit."
Pendapat pertama yang dikemukakan, boleh boleh saja memberi bonus. Karena hak dari yang menjual, dan 'berlomba-lomba mengejar hadiah' merupakan akad tersendiri. 'Siapa yang bisa menemukan kucing saya, saya beri hadiah' serupa dengan 'siapa yang pembayaran di muka, dapat bonus'.
Namun, kalau dilihat hal ini niat jual belinya jadi berubah, bukan buat beli jasanya, tapi malah ngejar bonusnya. Belum lagi kalau ada fitur withdrawal, waduh. Sebagian pendapat, ini ga boleh. Nanti akadnya jadi kayak menjual uang dengan uang, jumlah yang tidak sama -> riba.
Sebagaimana ustadz Thuba Jazil, dosen fiqh muamalah kita di feb ui, menjelaskan bahwa yang lebih aman adalah memberikan bonus bukan berupa zat yang sama. Jangan berikan bonus uang dari deposit uang. Berikan saja berupa produknya, seperti bonus gratis sekian perjalanan, dan yang serupa dengan itu. Karena bonus seperti ini tidak mengubah iradah aqdiyahnya (niatan awal berakad) menjadi ngejar bonus uang, tapi tetap karena jasa yang dijual belikan.
Sebagai konsumen, kembalikan pada niatnya, murni untuk jual beli.

View more

Assalamualaykum, mau nanyaa. Masalah tobat. Misal kt udh bertobat, udh nglakuin shalatnya dan berusaha sebisa mngkin utk gangulangin lg, tp ada masa2 nya dmn kt tuh " terjatuh " lg. Itu trmsk bermain2 sm Allah ya? Atau itu sbnrnya cobaan gtuu buat kita?

Wa'alaykumussalam warahmatullah.
Nooo
Ulama menjelaskan bahwa apabila dia meminta ampun kepada Allah dan bertaubat dengan taubat nasuha serta berlepas diri dari dosa itu maka Allah akan menerima taubatnya serta mengampuninya.
Apabila ia kembali berbuat dosa itu kemudian ia meminta ampun kepada Allah, bertaubat dengan taubat nasuha serta berlepas diri dari dosa itu maka Allah akan menerima taubatnya serta mengampuninya. Begitulah seterusnya.
Dosa maksiat yang telah lalu tidak bisa kembali setelah taubat yang sungguh-sungguh dilakukan. Allah ta'ala berfirman dalam Thaha:82 "Dan Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Dan firman Allah ta'ala dalam An-Najm:32
"Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunan Nya."
Justru yang bermain-main itu yang semacam bercandaan orang-orang.
*liat cewek cantik*
'Astaghfirullah, astaghfirullah, ckckc'
*tapi masih tetep liatin*

View more

Next