Ask @Islamitusempurna:

Hidayah

Hijrah
Bismillah..
~ cerita seorang Ikhwan ~
Dari awalnya ngobrol ngalor ngidul...
Ia pun bercerita tentang masa lalunya...
"Ana ini dulunya pemake barang haram (narkoba) Ustadz... hampir overdosis karena gak tahan sakaw... dirawat 4 hari karena tubuh kurang cairan... padahal ana pernah pesantren 6 tahun tapi masih aja tergoda make narkoba...
Ketika dirawat itulah Alhamdulillah, Allah berkenan limpahkan hidayah pada ana melalui seorang bocah yang usianya belum genap 6 tahun...
Tempat tidur kami hanya berjarak 2 meter...
Tiap ana merasakan tubuh seperti ditusuk ratusan jarum, sakitnya luar biasa... ana berteriak kesakitan...
Tapi bocah itu sama sekali gak terlihat ketakutan...
Dihari ke tiga... ana melihat bocah itu menangis seperti menahan sakit.... ia menekan tombol panggil... tak lama datang perawat... "Kenapa dek nangis, mamanya ditelpon yaa biar kesini ?"... tapi jawabannya sungguh diluar dugaan... "Jangan suster, kasihan Mama, semalam begadang jagain aku, aku cuma minta tolong ambilkan Al Qur'an di laci... biasanya kalo baca Al Qur'an rasa sakitnya hilang..."
Seketika dengar jawabannya... nafas ana rasa tercekat, jantung ana berdebar kencang, serasa kematian ada didepan mata, tiba-tiba tangis ana pecah... bocah itu pun bertanya... " Om sakit juga yaaa... baca Qur'an aja Om... mau aku pinjami ?"
Suster yang merawatnya pun tak bisa menahan tangisnya...
Sejak hari itu ana bersumpah Ustadz... gak akan pernah menyentuh dan berurusan dgn barang-barang haram itu lagi..."
Maa syaa Allah... Laa haula wa laa quwwata ila billah...
Mungkin Allah kabulkan...
doa orang tuanya, doa teman-temannya, doa antum semua yang berdoa tulus memohon hidayah-Nya untuk kaum muslimin demi kebaikan mereka...
Takutlah kita bila mencela orang yang bermaksiat... Karena kita takkan pernah tau, bisa saja ia sedang dalam proses menjemput hidayah atau hidayah menghampirinya...
Karena biasanya banyak diantara kita mengumpat seseorang yg kita dengar suka bermaksiat... Justru adalah musibah saat kita mengumpatnya, mencacinya, menghinanya ternyata Allah sedang limpahkan hidayah padanya... ia menuai pahala kita, dan kita menuai dosanya... Rugi bukan ?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
Sebagian ulama salaf, di antaranya Sa’id bin Jubair berkata,
إنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيَدْخُلُ بِهَا النَّارَ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَيَدْخُلُ بِهَا الْجَنَّةَ يَعْمَلُ الْحَسَنَةَ فَيُعْجَبُ بِهَا وَيَفْتَخِرُ بِهَا حَتَّى تُدْخِلَهُ النَّارَ وَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَلَا يَزَالُ خَوْفُهُ مِنْهَا وَتَوْبَتُهُ مِنْهَا حَتَّى تُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya ada seorang hamba yang beramal kebaikan malah ia masuk neraka. Sebaliknya ada pula yang beramal kejelekan malah ia masuk surga. Yang beramal kebaikan tersebut, ia merasa ujub (bangga dengan amalnya), lantas ia pun berbangga diri, itulah yang mengakibatkan...
Baca Selengkapnya : https://www.facebook.com/hidehira.abdullah/posts/280824208986854

View more

Menyampaikan Kebenaran

Hijrah
Dr. Zakir Naik ditanya, "Kenapa Anda Suka Sekali Menghina Kristen?"
Zakir Naik menjawab :
Haram bagi seorang muslim untuk menghina atau merendahkan Non Muslim,
Allah Ta'ala berfirman,
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan ...." [Al-An'am 108]
Penanya : "Tapi kenapa anda suka sekali membuktikan kesalahan Bible?"
Zakir Naik : "Saya tidak menghina, saya membuktikan kesalahan Bible, menyampaikan kebenaran bukan berarti menghina"
Kemudian, Dr. Zakir Naik bertanya kepada orang tersebut, "2+2=5, benar atau salah?"
Orang tersebut menjawab, "Salah!"
Dr. Zakir Naik, "Kenapa anda katakan salah, anda menghina saya ya??"
Orang itu menjelaskan, "No sir! saya tidak menghina anda, saya hanya mengatakan bahwa 2+2=5 itu salah, yang benar 2+2=4"
Dr. Zakir Naik menjawab, "Nah... seperti itulah yang saya lakukan, saya tidak menghina kristen, saya hanya mengatakan dan membuktikan bahwa bible itu adalah kitab yang salah"
[Sumber : Cuplikan Video Dr. Zakir Naik]

View more

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”(HR. Muslim 1467)

Hijrah
Suatu hari Syuraih Al-Qodhi (sang hakim) bertemu dengan Asy-Sy'abi, maka Asy-Sya'bi bertanya kepadanya tentang kondisinya di rumahnya. Maka Syuraih berkata : "Semenjak 20 tahun akan tidak pernah melihat sesuatu perkara dari istriku yang membuatku marah".
Asy-Sya'bi berkata : "Kok bisa demikian?"
Syuraih berkata : "Sejak malam pertama pernikahan aku menemui istriku maka aku melihat pada dirinya kecantikan yang sangat menggoda, kemolekan yang langka, maka aku berkata dalam diriku, "Aku akan berwudhu dan sholat dua raka'at, untuk bersyukur kepada Allah". Tatkala aku salam dari sholatku ternyata aku dapati istri menjadi makmum di belakangku. Tatkala aku menoleh kembali ternyata ia telah berada di atas tempat tidur. Lalu akupun mengulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata, "Sebentar, tetaplah di posisimu wahai Abu Umayyah (kunyah panggilan Syuraih)", lalu ia berkata, "Segala puji bagi Allah, aku menyanjungNya, dan aku memohon pertolonganNya, serta aku bersholawat kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian dari pada itu :
Sesungguhnya aku adalah seorang wanita asing yang tidak mengetahui tentang akhlakmu, maka tolong jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai agar aku bisa kerjakan dan apa yang engkau benci untuk aku jauhi". Lalu ia berkata, "Sesungguhnya ada pada kaummu wanita yang bisa engkau nikahi, dan pada kaumku ada lelaki yang sekufu (setara) denganku (yang bisa menikahiku), akan tetapi jika Allah telah memutuskan keputusanNya maka yang terjadi adalah keputusanNya. Engkau telah memiliki diriku, maka lakukanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, (yaitu) menjalani pernikahan dengan pergaulan yang baik atau menceraikan dengan cara yang baik. Demikianlah apa yang aku haturkan kepadamu, dan memohon ampunan dari Allah untuk diriku dan untukmu"
Syuraih berkata, "Maka demi Allah wahai Asy-Sya'bi-, istriku menjadikan aku akhirnya untuk berkhutbah pada saat itu. Maka aku berkata :
"Segala puji bagi Allah, aku menyanjungNya dan memohon pertolonganNya, serta aku bersholawat kepada Muhammad dan keluarganya. Kemudian daripada itu :
Sesungguhnya engkau –wahai istriku- telah mengucapkan suatu perkataan yang jika engkau tegar di atasnya maka merupakan kebaikanmu, akan tetapi jika hanya merupakan pengakuan belaka maka akan menjadi boomerang bagimu. Sesungguhnya aku suka ini dan itu, dan aku membenci ini dan itu, maka apa saja kebaikan yang engkau lihat maka sebarkanlah, dan keburukan apa saja yang engkau lihat maka tutuplah".
Istriku berkata, "Bagaimana sikap yang kau sukai dalam kunjungan keluargaku?". Aku berkata, "Aku tidak ingin kunjungan mereka menjadikan aku bosan". Istriku berkata, "Siapa tetanggamu yang engkau sukai untuk masuk di rumahmu agar aku mengizinkannya, dan siapa tetanggamu yang engkau benci ?"
Aku berkata, "Banu Fulan orang-orang yang sholeh, dan . . .
Baca Selengkapnya disini : http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/521-contoh-istri-sholihah-zainab-binti-judair-istri-syuraih-al-qodli

View more

Do'a

Hijrah
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.
Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.
Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.
Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.
Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga . . .
Baca Selengkapnya di http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/527-kisah-istri-sholehah-berhak-untuk-dibaca

View more