Ask @Jagoan2:

Assalamu'alaikum kak, saya ingin bertanya, ada laki2 dan perempuan yang ingin menikah, orgtua laki2 sdh merestui tapi orgtua perempuan tak merestui karna di masalalu antara kedua keluarga itu ada suatu permsalahan yg hingga skrang blum slesai dan dimaafkan. Jdi,apa langkah terbaik utk pasangan itu?

Salsa rahma haris
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Kalau saran saya pribadi, berusaha untuk memperbaiki/mendamaikan dulu hubungan antar keluarga atau nama lain dari Al Ishlah.
فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بِيْنِكُمْ
“Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.” (QS.Al-Anfal:1)
Ada lahan dakwah bagi keduanya untuk mendamaikan keluarganya. Kalau keduanya sulit mendamaikan, mintalah pertolongan dari orang yang di hormati orang tua perempuan agar bisa memberikan pengertian yang baik bagi orang tuanya.
Iringi dengan istikharah, memohon petunjuk yang terbaik pada Allah, dan memohon agar hati keduanya dilembutkan.

View more

Assalamualaikum ka. Afwan mau nanya, misal kita habis solat terus baca alquran tapi rambut habis keramas jadi gerah lalu nyopot mukena. Hukumnya gimana yaa baca alquran tp ga pake mukena/kerudung? Sah diterima ga? Jazakhillah khair.

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Maaf saya baru buka kembali ask-nya, untuk masalah ini hukum membaca Al-Qur'an itu tidak wajib harus memakai jilbab (including kerudung) kalau membacanya sendirian atau tidak berada ditengah-tengah keramaian.
Lain soal kalau membacanya diantara orang-orang yang bukan mahram, ya pastinya anti harus menutup aurat dengan memakai jilbab (including memakai kerudung). Sedangkan jika membacanya sendirian ataupun ditengah-tengah mahramnya, maka tidak ada persyaratan untuk memakai jilbab. Karena tidak disyaratkan untuk menutup aurat ketika membaca Al-Qur'an. Berbeda dengan shalat, shalat tidak sah kecuali dengan menutup aurat. Jikapun membaca Al-Qur'an ada yang memakai kerudung walaupun membacanya didalam kamarnya, itu sebagai adab saja. Tidak dimaknai sebagai sesuatu yang wajib.
Allahu a'lam.

View more

Sya sering mndapatkan crita dri shabat dekat sya yg mulai berhijrah, dia sedang giat2nya untuk memberikan kebenaran di skelilingnya mlalui postinganya d media sosial. Namun org di sekitarnya berkata "Hijrah itu bukan ajang audisi & publikasi, sharusnya hijrah itu di privasi". Gmna mnurutmu? Trmksh 😊

Sinners
Saya kurang paham dengan maksud "memberikan kebenaran".
Kalau maksudnya adalah menceritakan pengalaman hijrahnya, baiknya memang tidak perlu diceritakan.
Lain hal jika mengajak atau menyeru orang lain untuk melakukan kebaikan, ini adalah kewajiban semua orang. Dan tentunya yang paling baik adalah memberikan contoh dengan akhlak yang baik, bukan sekedar kata-kata.
Hati-hati dengan ungkapan, "aku telah berhijrah". Hati-hati dengan jerat Iblis di tataran ini. Tidak jarang akan membuat seseorang sudah merasa lebih baik dari orang lain.
Yang paling utama adalah, terus memperbaiki diri, jangan pernah merasa diri kita sudah berhijrah, karena hakikatnya kita ini tidak pernah luput dari dosa.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Seorang muslim adalah yang membuat orang-orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya. Adapun orang yang BERHIJRAH adalah ORANG YANG BERHIJRAH MENINGGALKAN LARANGAN-LARANGAN ALLAH." (HR. Bukhari)
Hijrah yang dimaksud di dalam hadits ini mencakup dua bagian. Pertama; hijrah secara batin, yaitu dengan meninggalkan bujukan-bujukan hawa nafsu yang menyeret kepada keburukan dan meninggalkan rayuan setan. Inilah yang disebut dengan istilah hijrah dengan hati.
Adapun yang kedua ; hijrah secara lahiriyah yaitu dengan menyelamatkan agamanya dari terpaan fitnah-fitnah/kerusakan, kekacauan, dan kerancuan (lihat Fath al Bari, oleh Al Hafizh Ibnu Hajar)
Dengan demikian, hijrah kepada Allah maknanya adalah meninggalkan apa-apa yang dibenci Allah menuju apa-apa yang dicintai-Nya, yaitu meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan.
Tidak ada manusia yang terlahir tidak baik, semua suci, semua bersih. Namun dalam perjalanannya, kita semua 'dipengaruhi' banyak hal yang mengakibatkan kita melakukan perbuatan dosa. Tentu ini batasannya adalah setelah kita baligh, dimana setiap muslim yang sudah baligh, sudah menjadi mukallafah. Artinya sudah 'terbebani' perintah dan larangan dalam Islam.
Jadi, bukan melabeli diri dengan "sudah berhijrah", karena hal ini bukan untuk di publikasikan, dan belum tentu kita sudah menjauhi semua larangan-larangan Allah. Paling utama adalah dengan terus memperbaiki diri, iringi dengan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.

View more

Jika ada org di masa lalu yang dia itu sangat baik. Tapi bagaimanapun kita tidak berhak buat ingat sama dia. Apa yg harus kita lakukan? Sementara kenangan tidak hilang. Dia tetap di tempatnya.

Masa lalu itu letaknya dibelakang, tidak perlu terus ditarik ke masa sekarang.
Itu berlaku jika kita sudah mampu mengerti, mengambil hikmah dari kejadian yang terjadi dimasa lalu.
Soal berhak atau tidaknya, jika hanya sebatas mengingat kebaikan orang tersebut, tidak masalah. Perbanyak istighfar jika ingatannya bukan kepada hal-hal yang tidak semestinya, lalu mohon perlindungan Allah agar dijauhkan dari rasa yang membuat hati lalai dan membuat-Nya murka.
Pastikan dan upayakan untuk menjaga hati dan kehormatan diri, cukup dengan doa kebaikan untuknya. Dan do’amu pun akan kembali padamu.

View more

Kak mau tanya, misalkan kita mau baca Al-Quran tapi kita itu lgi sering (maaf) buang angin. Solusinya gimna ya kak?

Nurul Aini Febriana
Bismillah,
.
KKentut itu masuknya hadats kecil, dimana para ulama sepakat hukumnya dibolehkan jika hadats kecil yang muncul sebelum membaca atau di tengah membaca, selama tidak menyentuh mushaf.
.
An-Nawawi menuliskan,
.
يستحب أن يقرأ وهو على طهارة فإن قرأ محدثا جاز بإجماع المسلمين والأحاديث فيه كثيرة معروفة
.
Dianjurkan untuk membaca al-Quran dalam kondisi suci. Jika ada yang membaca al-Qur’an dalam kondisi hadats kecil, hukumnya boleh dengan sepakat kaum muslimin. Hadis tentang ini banyak sekali, terkenal.
.
Bahkan orang yang membaca al-Quran dalam kondisi hadats, tidak disebut mengamalkan yang makruh. An-Nawawi melanjutkan keterangannya dengan menukil pernyataan Imam al-Haramain
.
قال إمام الحرمين ولا يقال ارتكب مكروها بل هو تارك للأفضل فإن لم يجد الماء تيمم
.
Imam al-Haramain mengatakan, “Tidak bisa disebut melakukan yang makruh” (at-Tibyan, hlm. 73).
.
Diantara dalil yang menunjukkab bolehnya membaca al-Quran dalam kondisi hadats adalah hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau bercerita,
.
Bahwa beliau pernah tidur di rumah Maimunah – istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –, yang merupakan bibinya Ibnu Abbas. Ketika masuk tengah atau sepertiga malam terakhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun. Beliau duduk, mengusap aroma kantuk dari wajah beliau, kemudian beliau membaca 10 ayat terakhir di surat Ali Imran. kemudian beliau menuju wadah air yang digantung, lalu beliau wudhu sempurna dan shalat tahajud. (HR. Bukhari 4295 & Muslim 763)
.
ketika bangun tidur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kondisi hadats. Namun beliau langsung membaca al-Quran, 10 ayat terakhir surat Ali Imran. Para ulama memahami hadis ini, boleh membaca al-Quran dalam kondisi hadats.
.
Imam Bukhari membuat judul Bab ketika mencantumkan hadis ini,
.
بَاب قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ بَعْدَ الْحَدَثِ وَغَيْرِهِ
.
Bab bacaan al-Quran ketika dalam kondisi hadats atau yang lainnya. (Shahih Bukhari, 1/327).
.
Sementara untuk masalah menyentuh al-Quran pada saat hadats dan membaca al-Qur’an bagi yang hadats besar, diperselisihkan ulama.
.
Jika kita mengambil pendapat yang melarang menyentuh al-Quran bagi yang sedang hadats, maka begitu hadats, al-Quran harus kita letakkan di tempat yang aman. Meskipun bacaan tetap dilanjutkan.
.
Berhenti Sejenak, Ketika Kentut keluar
.
kemudian, sebagian ulama mengingatkan, pada saat kentut itu keluar, agar bacaan al-Quran sementara dihentikan, kemudian dilanjutkan kembali setelah kentut selesai.
.
Imam az-Zarkasyi mengatakan,
.
وتكره القراءة حال خروج الريح
.
“Dimakruhkan untuk terus membaca ketika kentut keluar.” (al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, 1/459).
.
Allahu a’lam
.
https://konsultasisyariah.com/26653-hukum-kentut-ketika-membaca-al-quran.html

View more

Kak kasih pencerahan tentang makhluk gaib dong soalnya aku masih takut buat bangun buat sholat tahajud

N I A
Manusia sebagai khalifah di bumi, Allah ciptakan dilebihkan dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Allah ciptakan. (Lihat surat Al-Isra’: 70)
.
Jika manusia takut dengan Jin dan sejenisnya, diibaratkan seperti JENDRAL yang takut sama HANSIP 😎

.
Jin itu malah semakin tamak menggoda dan merasa menang kalau kita takut mereka, coba baca dan pahami kandungan surat Al-Jin. Dijelaskan disana, mereka akan semakin menambah rasa takut kalau kitanya lemah.
.

Mereka itu tidak takut dengan bacaan Al-Qur'an yang kita baca kalau kitanya sendiri masih takut kepada mereka. Kalau kita membaca ayat Al-Qur'an itu dengan memahami betul apa maknanya, kuatkan tauhid kita. Mereka takut kepada orang yang beriman, bertawakal dan yang tauhidnya kuat.
.
Kita itu makhluk mulia dibanding mereka, tidak ada Nabi dan Rasul yang Allah utus dari bangsa mereka. Bahkan mereka sendiri yang wajib mengikuti ajaran para nabi dan Rasul (Islam).
.
"Sesungguhnya, syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya, kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutu-kannya dengan Allah." – (QS.16: 99-100)
.
Dalam setiap keadaan, perbanyak dzikir, jauhi perbuatan SYIRIK dengan segala bentuknya, dan bertawakal pada-Nya.
.
"Syaithan itu sebenarnya sangat takut terhadap kalian (manusia), melebihi ketakutan kalian kepadanya. Oleh karena itu, syaithan menampakkan diri kepada kalian, janganlah kalian lari ketakutan. Karena jika kalian takut, ia akan menunggangi kalian (mengganggu), akan tetapi bersikaplah keras kepadanya, pasti dia akan pergi". (Riwayat Ibn Abi Dunya)

View more

Assalammualaikum kak, mau tanya.. apakah kalo kita kerja di bank syari'ah gitu (masih) ada unsur ribanya juga nggak sih kak? Kadang aku dapet seminar juga seringnya temanya bertajuk hati2 ada riba berkedok syar'iah nah gitu.. jadi menurut kakak gimana nih? Mohon penjelasannya terimakasih

Linda
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Ini tergantung 'sistem' nya. Saya sendiri tidak berani menilai bank Syariah itu bebas riba, begitupun sebaliknya. Hanya saja Herlinda mungkin bisa mengambil kesimpulan dari ini:
.
"Alasan saya membuka rekening di bank syariah adalah untuk mendapatkan ketentraman batin, menjauhi perkara riba. Sebab yg saya yakini, bank syariah tidak menggunakan sistem ribawi dalam operasionalnya, yaitu sistem bunga uang yg diharamkan oleh agama. Awal mula saya menyimpan uang di bank syariah tentu saja dengan keyakinan seperti itu. Saya mendapatkan bagi hasil per bulan dari uang yg saya simpan di bank. Darimana bagi hasil itu diperoleh? Pihak bank memutar uang nasabah untuk berbagai usaha yg menghasilkan profit, lalu bank mendapat keuntungan dari usaha tersebut. Keuntungan tersebut dibagi dua dengan nasabah, yg kisaran proporsinya biasanya sudah ditetapkan, misalnya 40% profit untuk nasabah dan 60% untuk bank. Jika untungnya besar, maka bagi hasilnya juga besar, jika untungnya kecil maka bagi hasilnya turun. Jika usaha tersebut mendatangkan kerugian, maka nasabah juga ikut menanggung rugi dengan tidak mendapat bagi hasil sama sekali.
.
Pada bank konvensional, bagi hasil itu dinamakan bunga (interest). Besar bunga fluktuatif dari awal, misalnya 8%. Hanya bedanya, jika bank mengalami kerugian dalam usahanya, maka nasabah tidak ikut menanggung kerugian, nasabah tetap saja mendapat bunga simpanan sebesar 8% tadi. Sebaliknya, jika bank mendapat untung besar dari memutar uang nasabah, bunga untuk nasabah tetap saja 8% sedangkan bank menikmati untung besar.
.
Dilihat dari kedua perbandingan di atas, maka sistem bagi hasil pada bank syariah terasa lebih adil dan manusiawi.
.
Kalau soal simpan-menyimpan uang tidak ada keraguan, karena itu dibolehkan dalam syariat. Keraguan saya mulai timbul ketika membaca tentang proses meminjam uang dari bank syariah. Misalnya seseorang meminjam uang untuk kredit membeli rumah (KPR), atau meminjam uang untuk dana usaha, sebesar Rp. 10 juta. Pihak Bank setelah melakukan survei lalu menyetujui usulan pinjamannya, mereka memberikan pinjaman dengan didahului proses akad (yg istilahnya bermacam-macam). Dalam akad itu pihak peminjam dan bank menyepakati skema pembiayaan (pengembalian uang). Katakanlah peminjam nanti harus membayar kembalian sebesar Rp. 12 juta dgn cara mencicilnya per bulan, misalnya mencicil pembayaran sebesar Rp. 1,2 juta/bulan selama sepuluh bulan. Di sini bank mengambil keuntungan Rp. 2 juta dari pinjaman.
.
Dari contoh yg saya paparkan di atas, maka saya jadi bertanya-tanya, apa bedanya model bank syariah sekarang ini dengan bank konvensional? Menurut pendapat saya yg awam ini, mereka sama-sama memungut riba, hanya istilahnya saja yang berbeda. Pada bank konvensional namanya bunga, pada bank syariah namanya skema bagi hasil. Intinya sama saja, yaitu riba."
.
Soal benar atau tidaknya, silakan 'tabayyun' sendiri dgn cara bertanya bagaimana skema kredit di bank tsb.

View more

Apakah kita boleh menceritakan aib kita sendiri ke sahabat kita karena tak mampu memendamnya sendiri?

Muhammad Iqbaal
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh brother fillah.
.
Kalau Iqbal butuh saran dari masalah yang Iqbal tidak bisa tanggung sendiri, dibolehkan untuk meminta saran kepada orang yang benar-benar diyakini amanah dan dapat memberikan saran yang baik. Tapi kalau masalah tersebut sebetulnya bisa Iqbal selesaikan sendiri tanpa bantuan orang lain, baiknya tidak menceritakannya ke orang lain. Apalagi itu menyangkut perbuatan dosa yang pernah dilakukan.
.
Karena kita diperintahkan untuk menutup perbuatan dosa/maksiat yang kita lakukan dan tidak perlu membuka kejelekan-kejelekan diri kita. Agar lebih mudah mendapatkan ampunan dari Allah, dan tidak termasuk orang yang dicela dan tidak diterimanya taubat tersebab 'menceritakan' maksiat/perbuatan dosa. Seperti disebutkan dalam hadits,
.
"Jauhilah dosa yang telah Allah larang. Siapa saja yang telah terlajur melakukan dosa tersebut, maka TUTUPLAH RAPAT-RAPAT dengan apa yang telah Allah tutupi." (HR. Al Hakim, dari ‘Abdullah bin ‘Umar. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai dengan syarat Bukhari-Muslim)
.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda (artinya): "Setiap umatku AKAN DIAMPUNI, KECUALI orang yang melakukan jahr. Di antara bentuk melakukan jahr adalah seseorang di malam hari melakukan maksiat, namun di pagi harinya –padahal telah Allah tutupi-, ia sendiri yang bercerita, "Wahai fulan, aku semalam telah melakukan maksiat ini dan itu." Padahal semalam Allah telah tutupi maksiat yang ia lakukan, namun di pagi harinya ia sendiri yang membuka ‘aib-‘aibnya yang telah Allah tutup." (HR. Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990, dari Abu Hurairah)
.
(2). Disunnahkan untuk shalat taubat disertai penyesalan atas dosa yang telah dilakukan.
.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya." Kemudian beliau membaca ayat ini: "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395). Meskipun sebagian ulama mendhoifkan hadits ini, namun kandungan surat Ali Imran ayat 135 mendukung disyariatkannya shalat taubat.
.
(3). Berusaha dan bertekad untuk tidak mengulanginya,
.
(4). Iringi dengan amalan shaleh:
.
"...Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan amal shalih; maka mereka itulah yang kejahatannya diganti Allah dengan kabaikan, dan Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang. Dan barang siapa bertaubat dan beramal shalih maka seseungguhnya dia telah bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya." – (QS.25:70)
.
Semoga dipahami.

View more

Bismillah. Assalamu'alaikum. Kak, bagaimana jika suatu negara di dalamnya terdapat unsur riba? Apakah dosanya juga berimbas pada mereka yang tidak menerapkan? Karena kan hukum zina dan riba itu sama, dan dosa zina sendiri berimbas pada tempat sekitaran mereka (maaf) berzina. Jazakallahu khairan.

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Seperti diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, (artinya): "Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri". (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).
.
Kata dzahara (tampak) maksudnya adalah menyebar. Artinya, zina dan riba itu telah tampak menjadi fenomena yang tersebar di tengah masyarakat. Sedangkan kata fi qaryah maksudnya adalah di tengah penduduk kampung dan semisalnya seperti negeri, kota atau daerah.
.
Menurut al-Minawi, mereka para pelaku perzinaan dan kemaksiatan terang-terangan sesungguhnyalah yang menyebabkan azab itu menimpa kepada suatu negeri.
.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa jika zina dan riba telah menyebar di tengah suatu masyarakat, maka itu akan memancing cepatnya turun azab Allah. Keberkahan pun akan segera dicabut dari sana.
.
Keburukan dan kerusakan akan terus mendera, selama kita tidak berupaya mencegah tersebarnya zina dan riba, mengubah dan menghilangkannya dari kehidupan masyarakat.
.
Rusak dan kacaunya perekonomian yang berbasis sistem ribawi menjadi bukti hadits tersebut. Dapat diambil kesimpulan bahwa seseorang yang shalih, jika berdiam di lingkungan yang selalu berkecimpung dalam kemaksiatan dan kemungkaran, maka apabila Allah Ta’ala mendatangkan azab atau siksa kepada kaum itu, tanpa terkecuali orang shalih pun akan terkena azabnya.
.
Hal ini mengingatkan akan wajibnya ber-amar ma'ruf nahi mungkar, jangan sekali-kali membiarkan ataupun mendukung ahli maksiat dan kemungkaran ada di sekitar kita. Minimal diri kita dan orang-orang terdekat kita untuk saling ingatkan agar menjauhi perbuatan yang mengundang azab Allah.
.
Seperti juga dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhum, "Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya." (HR. Ibnu Majah, hadits No. 2278 dan Sunan Abu Dawud, hadits No. 3331).
.
Soal dosa yang berimbas pada yang tidak melakukannya, wallahu 'alam. Hanya saja memang riba sendiri sudah menyusup kedalam sistem perekonomian di negara kita, dan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan. Sehingga merupakan bencana umum sebagaimana diperingatkan dalam hadits diatas. Minimal yang tidak melakukannya pun terkena imbasnya. Minimal, kita yang berikhtiar untuk tidak berhubungan dengan riba, dan tidak mendukung adanya perzinaan di negeri ini.

View more

Assalammu'alaikum kak gema bagaimana kabarnya? Saya ingin bertanya sedikit tentang pekerjaan. Misalnya kita bekerja di suatu perusahaan asuransi yang dinaungi sebuah bank. Apakah itu termasuk dengan pekerjaan yang menghasilkan gaji dari uang riba?

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, bismillah.
.
Walaupun terlepas dari bank, hukum asuransi itu sendiri menurut mayoritas ulama adalah haram. Seperti Yusuf Qardhawi (ketua ulama kontemporer dunia), Muhammad Bukhait (eks mufti Mesir), Muhammad Al-Ghazali, dan pakar muamalat kontemporer di Indonesia sendiri ustadz Erwandi Tarmizi dan lainnya. Argumen kalangan ini sangat kuat yakni karena asuransi mengandung unsur-unsur yang dilarang dalam Islam yaitu riba, judi, dan gharar (ketidakjelasan).
.
Sedangkan menurut ulama lain, seperti Mustofa Az-Zarqa, Ali Al-Khofif, Abdurrohman Isa, Muhammad Yusuf Musa, Abdul Ghani Al-Rajhi, asuransi seperti BPJS itu halal.
.
Dari kedua pendapat yang berbeda di atas, dan yang paling baik adalah mengambil pendapat yang lebih berhati-hati dalam masalah ini. Jika diposisikan sudah terlanjur bekerja di perusahaan yang ada transaksi riba didalamnya, maka ikhtiarkan untuk mencari pekerjaan lain yang sudah dipastikan kehalalannya. Agar apapun yang kita makan juga berkah dan di ridhai Allah Ta'ala.
.
Dan ketika bekerja disana yang dikarenakan ketidaktahuan bahwa sumber penghasilannya dari riba, maka penghasilan yang dia dapat sebelum mengetahui hukumnya, dianggap halal untuknya. Dan jika setelah mengetahui bahwa itu haram, maka harus sebisa mungkin meninggalkan pekerjaannya.
.
"...Orang-orang yang telah sampai kepadanya, larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu ,(sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." – (QS.2:275)
.
Wallahu a'lam.

View more

Kak, mau nanya lagi, Misal asam amino dari babi, apakah haram juga, atau jika tanaman yg dimodifikasi genetiknya dan di masukkan gen dari babi apakah haram juga kak?

Sondi Robianto
Rekayasa genetika berdasarkan fatwa MUI tahun 2013 pada tumbuhan ataupun hewan jika dengan tujuan kemaslahatan manusia semisal untuk mendapatkan keunggulan varietas tertentu, atau menghasilkan jenis ternak unggulan/tanaman varietas unggul, hukumnya mubah. Dengan CATATAN, tidak menimbulkan mudharat bagi hewan/tumbuhan sebagai objeknya, atau juga manusia sebagai konsumennya.
.
Untuk rekayasa genetika pada hewan maupun tumbuhan syaratnya harus hewan yang halal dengan yang halal. tidak boleh misalnya memadukan gen kambing dengan gen babi. Karena babi sudah jelas keharamannya, begitu juga antara hewan dan tumbuhan.
.
Tentang keharaman memanfaatkan babi, saya kutip hadits berikut ini: "Sesungguhnya apabila Allah mengharamkan sesuatu, Dia juga mengharamkan hasil dari penjualan sesuatu itu." (HR. Ahmad 2221, Abu Daud 3488, Ibn Hibban 4938 dan yang lainnya).
.
Hadits ini memiliki asbab wurud seperti yang diceritakan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhum, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Fathu Mekah, beliau berkhutbah:
.
"Sesungguhnya Allah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi, dan berhala." Kemudian ada sahabat yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana dengan lemak bangkai. Minyak ini biasanya digunakan untuk meminyaki perahu, kulit hewan, dan digunakan untuk bahan
bakar lampu.’ Beliau bersabda, "Tidak boleh, itu haram." kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan orang Yahudi, "Allah melaknat orang yahudi. Ketika Allah mengharamkan lemak binatang, mereka cairkan (dengan dipanaskan sehingga keluar minyaknya), kemudian mereka jual, dan mereka makan uang hasil penjualannya." (HR. Bukhari 2236, Muslim 1581, Abu Daud 3486, dan yang lainnya).
.
"Bangkai, khamr, dan babi, kaum muslimin sepakat haram menjual salah satu diantaranya. Al-Qadhi Iyadh mengatakan, ’Hadits ini mengandung pelajaran, bahwa binatang yang tidak halal dimakan dan TIDAK HALAL DIMANFAATKAN, tidak boleh diperjual belikan, dan tidak halal memakan uang hasil penjualannya. Sebagaimana dalam kasus lemak yang disebutkan dalam hadits tersebut." (Syarh Shahih Muslim, 11/8).
.
Wallahu a'lam.

View more

Kak, mau tanya sejauh apa sih babi haram dimakan?

Sondi Robianto
Bismillah, haramnya babi itu sudah jelas bagi kita seorang muslim. Sebab pelarangan memakan daging babi sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, di antaranya:
.
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah." (QS. Al Baqarah: 173)
.
Firman-Nya: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (QS. Al Maa’idah: 3)
.
Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah." (QS. An Nahl: 115)
.
Demikian juga sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam: Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya." (HR. Abu Daud)
.
KECUALI, jika dihadapkan pada situasi dimana kita benar-benar dalam keadaan DARURAT. Dimana benar-benar tidak ada makanan sama sekali. Hanya ada daging babi, Allah berfirman: "Dan sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kalian apa yang Dia haramkan, kecuali yang terpaksa kalian makan." (QS. Al-An’am 119)
.
"Siapa yang dalam kondisi terpaksa memakannya sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka ia tidak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (QS. Al-Baqarah :173)
.
Darurat secara bahasa bermakna keperluan yang sangat mendesak atau teramat dibutuhkan. Yang dimaksud darurat dalam kaidah ini adalah apabila seseorang tidak melakukan hal tersebut, maka ia akan meninggal karena kelaparan. Contohnya, kebutuhan makan demi kelangsungan hidup di saat ia sangat kelaparan.
.
Namun perlu diperhatikan, tidak setiap kondisi darurat itu memperbolehkan hal yang sejatinya sudah diharamkan. Ada syarat dan ketentuan darurat yang dimaksud dalam kaidah ini. Antara lain:
.
1. Darurat tersebut benar-benar terjadi atau diprediksi kuat akan terjadi, tidak semata-mata praduga atau asumsi belaka.
.
2. Tidak ada pilihan lain yang bisa menghilangkan mudarat tersebut.
.
3. Kondisi darurat tersebut benar-benar terpaksa dilakukan karena dikhawatirkan kehilangan nyawa.
.
4. Keharaman yang ia lakukan tersebut tidaklah mendzalimi orang lain. Contoh: Jika dihadapkan pada situasi dimana dia makan babi atau mencuri makanan. Maka hendaknya ia memilih memakan babi, dibandingkan harus mencuri makanan orang lain.
.
5. Tidak melakukannya melewati batas, hanya sekedar untuk mencegah kelaparan. (lihat surat Al-Baqarah ayat 173)
.
Allahu a'lam.

View more

Kita harus mengikuti manhaj apa madzhab ya akh?

Memo Lukito
Bismillah,
.
Kita pahami dulu apa itu manhaj dan apa itu madzhab.
.
Manhaj adalah suatu jalan atau metode dalam beragama. Seperti diterangkan dalam surat Al-Maidah ayat 48: "Untuk tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…"
.
Dan Allah memerintahkan kita kaum muslimin agar mengikuti jalan para shahabat dan 3 generasi terbaik umat. Yang disebut dengan manhaj Salaf, dimana makna Salaf itu sendiri adalah orang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan, dan kebaikan. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan para tabi’in disebut sebagai as-salafush-shalih. Merekalah yang Allah perintahkan untuk kita ikuti.
.
Artinya, "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar DAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI MEREKA DENGAN BAIK, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. At-Taubah:100)
.
Manhaj salaf ini bukan golongan atau firqoh, menjadi keliru jika ada yang menisbatkan diri bahwa Salaf ataupun Salafi adalah suatu golongan/firqoh/kelompok/ormas Islam. Karena KITA SEMUA yang menjalankan agama ini mengikuti jalan para shahabat sebagai umat terbaik adalah bermanhaj Salaf.
.
Sedangkan Madzhab, adalah jalan para ulama dalam berijtihad. Mengapa ada Ulama-ulama mazhab? jawabannya, dikarenakan ada permasalahan fiqih yang bersifat ijtihadiyyah, yang biasanya dikarenakan dalil atau nash yang multitafsir.
.
Terkadang dalil-dalil dalam permasalahan fiqh tampak seperti saling bertentangan, atau mengandung beberapa kemungkinan, dan tidak didapati cara untuk menguatkan salah satunya. Terkadang pula, masalah tersebut pada asalnya tidak memiliki dalil, sehingga dibangun di atas ijtihad dengan qiyas (analogi) terhadap dalil lain, atau dengan melihat maslahat, dsb. Maka munculah ijtihad dari para Ulama mazhab.
.
Lalu, apakah kita harus mengikuti madzhab? Tentunya dalam permasalahan fiqh, kita pasti dihadapkan dengan yang namanya harus memilih ijtihad ulama mana yang kita ikuti.
.
Penjelasan lebih rincinya bisa dilihat di dua bahasan ini:
.
1. https://ask.fm/Jagoan2/answers/136487068282
.
2. https://ask.fm/Jagoan2/answers/138414086266
.
Semoga dipahami.

View more

Assalamu'alaikum Kak Gema Apakah sholat kita tetap sah apabila kita sholat dan sementara memakai kacamata?

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhum, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: (1) Dahi (termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), (2 dan 3) telapak tangan kanan dan kiri, (4 dan 5) lutut kanan dan kiri, (6 dan 7) ujung kaki kanan dan kiri.” (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490)
.
Selama kacamatanya tidak menghalangi hidung ataupun dahi menyentuh tempat sujud, maka shalatnya sah. Tapi kalau sampai menghalangi hidung ataupun dahi menyentuh tempat sujud, maka baiknya jangan memakai kacamata ketika shalat.

View more

Assalamu'alaikum kak satria Salah satu amalan yg bisa dilakukan utk orang yg sdh meninggal, doa dari anak yg sholeh/sholeha. Doanya apa kalau baca al fatiha atau yasin saja tidak sampai? Dan jika si mayit meninggal saat msh muda atau tdk punya anak siapa yg akan mendoakannya? Doanya seperti apa?

Nurul Febriana
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Nurul bisa membaca buku terjemah Al-Adab Al-Mufrad yang merupakan karya dari Imam Al-Bukhari yang berisi kumpulan hadits tentang adab dan akhlak seorang muslim dan di syarah oleh Syaikh Dr. Muhammad Luqman As-Salafi.
.
Lalu amalan apa saja yang bermanfaat bagi orang tua yang sudah meninggal dari anak-anaknya?
.
1. Memperbanyak istighfar, Allah meninggikan kedudukan orang tua dikarenakan istighfar anak-anaknya buat mereka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ada seorang lelaki yang kedudukannya terangkat di syurga kelak." Ia pun bertanya,”Bagaimana ini?" Maka dijawab: "Lantaran istighfar anakmu."
.
2. Selalu memintakan ampunan mendo'akan kebaikan bagi keduanya dalam setiap shalat, melaksanakan janji mereka (selama tidak bertentangan dengan syariat), memuliakan sahabat-sahabat dari kedua orang tua, menyambung tali silaturahmi dengan kerabat orang tua.
.
Ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu anhum, Ia berkata: "Saat aku duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba ada seorang lelaki dari kaum Anshar yang datang dan bertanya: "Wahai, Rasulullah! Apakah masih ada (perkara) yang tersisa yang menjadi tanggung jawabku berkaitan dengan bakti kepada orang tuaku setelah mereka berdua meninggal yang masih bisa aku lakukan?" Nabi menjawab: "Betul. (Yaitu) ada empat hal: engkau do’akan dan mintakan ampunan bagi mereka, melaksanakan janji mereka, serta memuliakan sahabat-sahabat mereka, juga menyambung tali silaturahmi dengan orang yang ada hubungannya dengan ayah ibu. Inilah (kewajiban) yang masih tersisa dalam berbakti kepada orang tuamu setelah mereka meninggal". (HR Abu Dawud dan Ahmad).
.
Diantara doa memohon ampunan yang Allah perintahkan untuk kedua orang tua kita adalah:
.
وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
.
"Berdoalah, Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil." (QS. Al-Isra: 24)
.
Sedangkan bagi yang belum mempunyai anak, bisa didoakan oleh siapapun (termasuk orang tuanya) dan juga orang lain.
.
Perintah istighfar bukan saja ditujukan untuk dosa mustaghfir (orang yang beristighfar). Tapi juga diperintahkan untuk dimintakan bagi saudara seiman. Sejumlah ayat menunjukkan akan anjuran istighfar seperti ini. AllahTa'ala berfirman kepada Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
.
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan MOHONLAH AMPUNAN BAGI DOSAMU DAN BAGI (DOSA) ORANG-ORANG mukmin, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19)
.
Doa Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan Nuh ‘alaihissallam menjadi bukti akan keutamaan istighfar untuk kaum mukminin dan mukminat.
.
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
.
"(Doa Nabi Ibrahim): Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". (QS. Ibrahim: 41)

View more

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh kak.. Kak bisa tolong rekomendasikan buku atau kitab utk pemula yang baru berhijrah? Jazakallah khairan katsirah 😊

Puteri Fauzia
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Paling utama perbaiki kualitas shalat, agar sesuai dengan tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. Karena shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab. Jadi yang paling utama, saya sarankan buku tentang tatacara shalat dari takbir hingga salam:
.
1. Sifat Shalat Nabi, dari Takbir hingga Salam, (Syaikh Al-Utsaimin, Darul Sunnah).
.
Atau Sifat Ibadah Nabi (Syaikh Al-Utsaimin) 4 Jilid, Syarah kitab Bulughul Maram.
.
2. Ini juga wajib dimiliki. Tentang aqidah dan ilmu Tauhid. Karena ilmu Tauhid adalah seutama-utama ilmu. Amalan kita tidak akan berguna jika tauhid kita rusak, Puteri Fauzia saya sarankan untuk membaca syarah kitab tauhid yang dijelaskan detail di buku Syarah Kitab Tauhid, penulisnya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, penerbit Pustaka Darul Falah. Buku ini terdiri dari 2 Jilid.
.
3. Dzikir Pagi dan Petang Cover Baru, (Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, penerbit Pustaka Ibnu Umar). Buku ini untuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk secara rutin diamalkan, insya Allah isinya disusun penulisnya berdasarkan hadits-hadits shahih.
.
4. Sirah Nabawiyah Sejarah Hidup Nabi Muhammad, (Syaikh Shafuyyurrahman Al-Mubarakfuri, Ummul Qura)
.
5. Fiqih Sunnah Wanita, penulisnya: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim.
.
6. Qadha dan Qadar, penulisnya: Ibnul Qayyim al-Jauziyyah.
.
7. Buku Sirah Nabawiyah Versi Tadabbur, (Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri)
.
8. Ensiklopedi Kesalahan Dalam Ibadah, (Syaikh Wahid Abdussalam Bali, Ummul Qura)
.
Itu saja dulu, masih banyak sebetulnya. Dan rutinkan untuk datang ke majelis ilmu yang tentunya yang sesuai dengan pemahaman salafush shalih. Karena lewat majelis ilmu, Puteri akan mendapatkan bimbingan dari yang paham ilmunya. Jangan hanya membaca dari buku, karena kalau hanya berguru kepada buku, maka seseorang tidak akan menemui kekeliruannya dalam memahami. Karena buku tidak bisa menegur kalau kita salah dalam memahami. Tapi kalau ada guru, kita bisa bertanya dan guru bisa mengarahkan dan menjelaskan. Sedangkan jika hanya berguru pada buku, hanya terikat dengan pemahaman diri sendiri, menurut akal pikirannya sendiri.
.
Tapi buku-buku diatas, mudah dipahami bagi yang baru belajar.
.
Wa anti fa jazakillah khairan.

View more

Assalamu'alaikum kak, maaf saya mau nanya mengenai najis, kemarin saya penelitian menggunakan enzim babi yg telah diproses menjadi bubuk, bagaimanakah hukumnya? saya telah bersuci dengan tanah tpi apakah baju yg terkena juga harus dicuci dg tanah mengingat baju jas lab saya berwarna putih😂

Riri
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Perlu diketahui, sebagian kecil ulama memang berpendapat bahwa najis babi di-qiyas-kan dengan najis air liur anjing, sehingga harus dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan tanah. Adapun mayoritas (jumhur) ulama berpendapat bahwa najis babi tidaklah disamakan dengan najis air liur anjing.
.
Berkaitan dengan najis air liur anjing, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
Sucinya wadah air seseorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah dengan dicuci sebanyak tujuh kali, permulaannya dicampur dengan tanah." (HR. Muslim no. 279)
.
Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah An-Nawawi rahimahullah. Dan pendapat ini adalah pendapat resmi dalam madzhab Asy-Syafi’i.
.
Akan tetapi, qiyas semacam ini bertentangan dengan hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang bolehnya menggunakan wadah (panci) bekas memasak babi milik ahli kitab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
.
"Jika Engkau mendapatkan wadah lainnya, jangan makan menggunakan wadah tersebut. Jika Engkau tidak mendapatkan yang lainnya, maka cucilah wadah tersebut, dan makanlah dengan menggunakan wadah tersebut." (HR. Bukhari no. 5478 dan Muslim no. 1930)
.
Berdasarkan hadits di atas, maka qiyas semacam ini sangat lemah dan tidak memiliki dasar yang kuat. Karena jika harus dicuci sebagaimana air liur anjing, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan kepada Abu Tsa’labah pada saat dia bertanya dan tidak menunda penjelasannya. Namun dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya memerintahkan untuk mencuci sampai bersih, tanpa ada perintah secara spesifik untuk dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu (tanah).
.
Ketika menanggapi para ulama yang menyamakan najis kulit babi dengan air liur anjing, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
.
"(Menyamakan kulit babi dengan air liur anjing) adalah qiyas (analogi) yang lemah. Karena babi telah disebutkan dalam Al-Quran dan sudah ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun tidak terdapat keterangan yang menyamakan babi dengan anjing. Oleh karena itu, yang tepat, status najis babi adalah sama dengan benda najis lainnya. Tidak perlu dicuci sampai tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan tanah."
.
Kesimpulannya: Membersihkan najis karena babi cukup dicuci sekali sampai bersih. Tidak ada ketentuan dicuci sebanyak bilangan tertentu. Jika najisnya hilang, maka sudah cukup. Ini adalah pendapat mayoritas (jumhur) ulama dan inilah pendapat yang lebih kuat (rajih).
.
Sumber: https://muslim.or.id/27647-pencucian-benda-yang-terkena-babi-harus-dengan-tanah.html
.
Wallahu a'lam.

View more

Assalamualaikum kak gem, saya mau nanya, Gimana caranya nenek saya bisa sholat padahal dia ada sakit yang membuat nenek saya tidak bisa menahan kencing meskipun saat sholat? Karena kencingnya itu tiba2?

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabakaratuh,
.
Itu dinamakan tsalisul baul (penyakit tidak bisa menahan kencing). Saya kutip saja fatwa dari Syekh Shalih Fauzan, dimana jika dalam keadaan demikian.. maka hendaknya berwudhu tatkala ingin shalat kemudian neneknya shalat dalam keadaan tersebut, dan shalatnya sah walaupun buang air kecil di tengah-tengah shalat, berdasarkan firman Allah,
.
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا
.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah: 286)
.
Adapun jika keluarnya air kencing tersebut tidak terus-menerus maka hendaknya mengulangi wudhunya dan mengulangi shalat tersebut, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian jika ia berhadats, sampai ia berwudhu." (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syekh Shalih Fauzan: 3/1)
.
Wallahu a'lam.

View more

Assalamualaikum kak :) Kak mau bertanya, saya pernah baca salah satu artikel jika ibu muda lagi hamil kalo pengen anakny ganteng baca surah yusuf? Apakah memang ada amalan seperti itu?

Leolita Gustania
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Bismillah, tidak ada dalam syariat yang menjelaskan bahwa seorang wanita yang hamil dianjurkan membaca surat tertentu agar janinnya jadi anak yang cerdas atau ganteng. Kan tergantung dari orang tuanya juga.
.
Jangan sampai kita termasuk golongan yang berkeyakinan demikian tanpa ada dalil. Tidak diragukan bahwasanya Al-Qur'an secara keseluruhan baik, berkah, dan berpahala, namun bukan berarti kita bisa menyandarkan membaca ayat tertentu agar anaknya ganteng atau cantik dengan "nafsu" dan penafsiran kita sendiri.
.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
.
ﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺼَﻮِّﺭُﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺣَﺎﻡِ ﻛَﻴْﻒَ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰُ ﺍﻟْﺤَﻜِﻴﻢُ
.
"Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ali Imran: 6)
.
Imam Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Maksudnya Allah yang menciptakan; jelek atau tampan, hitam atau putih, tinggi atau pendek, sempurna atau cacat, dan lain sebagainya." (Al Jami’ li Ahkamil Quran, 1:927)
.
Namun demikian, memang sangat baik bagi seorang wanita yang hamil menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur'an dan mendengarkannya karena ada penelitian di bidang kedokteran yang menyatakan suara-suara dari luar bisa mempengaruhi janin. Apabila ibu yang mengandungnya sering membaca Al-Qur'an, diharapkan keberkahan dan kebaikannya akan berpengaruh terhadap janin tersebut tanpa merinci dan membatasi jenis keberkahan dan kebaikan tersebut.
.
Sekali lagi, tidak ada amalan khusus membaca surat Yusuf dengan tujuan dan keyakinan yang keliru. Selebihnya perbanyak amalan shaleh, dan perbanyak do'a seperti do'anya Nabi Zakaria 'alaihissalam, memohon agar kita memiliki keturunan yang di ridhai Allah. Dan berdo'a seperti do'anya nabi Ibrahim 'alaihissalam dalam surat Ibrahim ayat 40-41, yang merupakan permohonan agar anak dan keturunannya dijadikan anak yang shaleh dan tetap melaksanakan shalat.

View more

Kak izin nerusin prtanyaan tmn ku. Tmn akukan (cwe) kosan nya sekamar ama cewe yg noni . Nahhh dia mau tanya gini "berarti selama ini sama aja kya aku sekamar sma laki2 apa ga? kalo bersentuhan mah engga, kan emg gapernah, masalah diauratnya, katanya gaboleh nnjukin aurat ama mahram ya?" gtu kak😂

Lidia
Yang benar itu, tidak boleh menunjukkan aurat kepada yang BUKAN mahram. Jangan keliru memaknai bahwa sesama wanita itu mahram, karena yang dinamakan mahram itu bisa Lidia lihat dibahasan yang ini: https://ask.fm/Jagoan2/answers/138035989626
.
Batasan aurat seorang muslimah dengan muslimah yang lain menurut jumhur fuqaha dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali sepakat bahwa batas-batasnya sama seperti batas aurat antara lelaki dengan lelaki, yaitu antara pusar sampai lutut. Dengan dasar dalil dari surat An-Nur ayat 31 dan hadits:
.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya): "Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki (lainnya), dan janganlah pula seorang wanita melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan tidak boleh pula seorang wanita bersama wanita lainnya dalam satu kain." (HR. Muslim, no. 338 dan yang lainnya).
.
"Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat." (HR. Ahmad 2/187, Al Baihaqi 2/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan)
.
Dalam Ensiklopedia Fikih disebutkan, mayoritas fuqaha yaitu ulama Hanafiyah, Malikiyah dan pendapat yang paling kuat dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa aurat wanita muslimah di hadapan wanita non muslim yang bukan mahram adalah seperti aurat laki-laki di hadapan wanita yang bukan mahramnya. Oleh karena itu tidak boleh memandang pada badan wanita tersebut. Wanita muslimah tidak boleh menampakkan badannya di hadapan wanita non muslim tadi. Alasannya adalah berdasar surat An-Nur ayat 31." (Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 31: 47)
.
Jika dikhawatirkan akan muncul fitnah dengan memperlihatkan aurat sesuai dengan batas yang telah ditentukan misalnya rasa suka sesama jenis maka diharamkan bagi seorang wanita muslimah untuk membuka auratnya meskipun kepada sesama wanita muslimah, begitu juga bagi seorang laki-laki kepada laki-laki lainnya.
.
Begitu pula, apabila dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah, misalnya wanita yang melihat akan memberitahukan kondisinya kepada kerabat laki-laki-lakinya, maka kekhawatiran timbulnya fitnah lebih didahulukan, dan tidak diperbolehkan bagi wanita untuk menampakkan sesuatu dari tubuhnya, semisal badannya, kedua kakinya, rambutnya dan lainnya di hadapan wanita lain, baik itu wanita muslimah atau non muslimah.
.
Wallahu a'lam bisshawab.

View more

Assalamualaikum, kak gimana nih kalo ada temen yang gak mau nerima permintaan maaf kita ke dia nya sendiri? Daaan,, masalahnya itu udah lumayan lama tapi dia masih belum maafin kita² padahalkan Allah maha pemaaf, ya gak? 😔😳😳

Siti Hanna Mardiatusyarifah
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
.
Islam selalu menganjurkan agar setiap muslim berusaha untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah. Allah berfirman, "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu." (QS. Al-Hujurat: 10)
.
Dalam hadits tentang pelaporan amal setiap Kamis dan Senin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan, "Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis. Lalu diampuni seluruh hamba yang tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan: Tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai…" (HR. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ 5/1334, Ahmad 9119, dan Muslim 2565).
.
Kalau Siti sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan temannya semaksimal yang bisa Siti lakukan, namun temannya tidak mau memaafkan, InsyaAllah Siti tidak termasuk yang mendapat ancaman ditangguhkan pengampunannya. Intinya adalah Siti harus benar-benar menyadari bahwa itu adalah suatu kesalahan, dan berusaha memperbaikinya dan meminta maaf.
.
Az-Zarqani dalam penjelasanya untuk al-Muwaththo’ menukil perkataan Ibnu Ruslan, "Yang bisa kita simpulkan, apabila salah satunya berusaha berdamai dengan yang lain tapi perdamaian itu tidak diterima, maka orang yang berusaha berdamai tersebut diampuni." (Syarh az-Zarqani ‘ala al-Muwaththo’, 4/335).
.
Dan sampaikan surat An-Nur ayat 22 sama temannya, sambil bawa hadiah atau buah tangan. Insya Allah itu sebagai ikhtiar agar kalian kembali berhubungan baik. Kalau masih tidak dimaafkan, berikan dia waktu dan do'akan agar hatinya dilembutkan.

View more

Assalamualaykum kak, aku lg bingung soal riba. Jd aku lgsg ke poin nya aja deh, apakah bekerja di salah satu perusahaan finance/kredit itu haram? Karena itu termasuk riba? Aku sgt bingung krn aku dpt tawaran dr beberapa perusahaan finance tp disatu sisi aku jg mau bekerja yg halal please ans ya ka

Afdinicitranasution
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, maaf baru buka ask.
.
Kreditnya berhubungan dengan transaksi ribawi ga? Karena dalam fiqih muamalah, ga semua kredit itu haram. Sedangkan jika dalam kredit itu ada transaksi ribawi, seperti ada bunga dan denda didalamnya, sudah jelas haramnya.
.
Yang paling utama adalah jangan lihat seberapa banyak penghasilan yang didapat, tetapi di ridhai Allah atau tidak?
.
Perkara riba adalah perkara yang sudah tidak diragukan lagi hukum keharamannya. Baik dari nash Al-Quran, hadits, dan ijma’ ulama sepakat bahwa riba adalah HARAM bahkan termasuk ke dalam dosa besar.
.
Jika kita bekerja di perusahaan yang sudah sangat jelas terdapat riba yang Allah haramkan, maka ibaratnya kita menggadaikan keimanan kita untuk melakukan dosa besar. Karena pemakan riba (mendapat penghasilan dari uang riba), orang yang menyuruh makan riba, juru tulis riba, dan saksi-saksi riba kedudukannya adalah sama-sama terlaknat. Dikatakan bahwa pelaku riba akan kekal di neraka. Riba juga memiliki tujuh puluh pintu, dan yang paling ringan adalah seperti berzina dengan ibu kandung. Naudzubillah, tidak main-main bukan??
.
Telah mengabarkan kepada kami Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama." (HR. Muslim nomor 2995).
.
Dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang berzina dengan ibunya." (HR. Ibnu Majah 2265).
.
Maka sikap seorang muslim yang seharusnya adalah menjauhi riba. Allah itu maha kaya. Ambil lah rezeki dari jalan yang Allah halal, rezeki Allah tersebar di muka bumi ini.
.
Wallahu a'lam bisshawab.

View more

Assalamualaikum kak mau minta saran. Bgmn ketika kita pada kondisi ujian kompetensi (tingkat kelulusan sblmnya hnya 30 an %) ada perasaan takut dan terus menurus pengen belajar dan menyelsaikan materi seharian krn takut tdk lulus, shg wktu untuk akhrat disisakan untuk shalat wjb dan sunnah saja (1)

Dindakaniaaa
Apakah ini sudah trmsuk mementingkan dunia drpd akhirat, sy merasa sulit mmbagi antara urusan dunia dan akhirat dlm kondisi seperti ini. Dan perasaan waswas menyertai takut tdk lulus, dan berambisi untk beljr trs menerus. Trkadang shalat mnjd kurang khusyu. Bgmn kak ada saran kah (2)
.
.
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Ingin mendapatkan keberhasilan tanpa usaha adalah nol. Tidak salah kalau Dinda berusaha untuk belajar terus, hanya saja kurang tepat jika sampai lupa bahwa atas ijin Allah lah kita berhasil atau tidaknya nanti.
.
"Apakah hanya menunaikan shalat wajib dan shalat sunnah termasuk mementingkan dunia diatas kepentingan akhirat, karena terkadang shalatpun menjadi kurang khusyu?"
.
Itu tadi, kekurangan Dinda adalah kurang tawakal.. sehingga malah mengedepankan perasaan waswas dan takutnya. Tawakal itu bukan tidak berusaha atau pasrah begitu saja, tetapi yang namanya tawakal adalah ikhtiar sebaik mungkin diiringi ibadah lahir batin dan hasilnya kita serahkan kepada Allah.
.
Sebagian kita salah memahami dan menempatkan arti tawakal yang sesungguhnya. Sehingga tatkala seseorang dianjurkan untuk tawakal, tidak jarang ada yang menanggapinya dengan ucapan: "Iya, tapi kan bukan cuma tawakal yng harus diperbaiki, usaha yang maksimal juga harus terus dilakukan!".
.
Ucapan tersebut sepintas tidak salah, akan tetapi kalau kita amati dengan seksama, kita akan dapati bahwa ucapan tersebut menunjukkan kesalahpahaman tentang makna dan kedudukan yang sesungguhnya. Karena ucapan di atas terkesan memisahkan antara tawakal dan usaha. Padahal, menurut penjelasan para ulama, tawakal adalah bagian dari usaha, bahkan usaha yang paling utama untuk meraih keberhasilan.
.
Salah seorang ulama salaf berkata: "Cukuplah bagimu untuk melakukan sebab yang disyariatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan Dia mengetahui (adanya) tawakal yang benar kepada-Nya dalam hatimu, berapa banyak hamba-Nya yang memasrahkan urusannya kepada-Nya, maka Diapun mencukupi (semua) keperluan hamba tersebut".
.
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rizki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya” (QS ath-Thalaaq:2-3).
.
Makna rizki disini luas ya, bukan materi semata. Maka tawakal yang benar, merupakan sebab utama berhasilnya usaha seorang hamba, baik dalam urusan dunia maupun agama, bahkan sebab kemudahan dari Allah Ta’ala bagi hamba tersebut untuk meraih segala kebaikan dan perlindungan dari segala keburukan.
.
Jadi, selanjutnya, Dinda tinggal perbaiki juga rasa tawakalnya disamping ikhtiar tadi. Jangan sampai bikin shalat jadi ga khusyu, gara-gara terlalu fokus belajar. Dan dengan tawakalnya, insya Allah hasil apapun yang didapat akan selalu Dinda syukuri, karena YAKIN itu yang terbaik.

View more

Next