El, kenapa cewe tionghoa lebih sulit di-PDKTin daripada cewe keturunan indo asli (jawa dsb)?

Selama berabad-abad generasi kami ada di Indonesia, kami mengalami berbagai sikap tidak menyenangkan dari pribumi. Mulai dari pembantaian saat jaman VOC Batavia dulu, diskriminasi budaya saat Orba, kerusuhan Mei 98, hingga sampai sekarang.
Karena itu kami para Tionghoa umumnya dididik dalam eksklusivisme. Kami dididik untuk selalu berhati-hati pada pribumi dan mengandalkan sesama Tionghoa saja. Pada satu titik, kami dididik untuk tidak percaya dan selalu waspada pada pribumi. Bahwa kehidupan kita bisa kapan saja terancam. Walaupun lo baik dan selalu membantu sesama di sekitar lo.
Pada awalnya, mungkin ada yang tidak percaya. Namun seiring kami dewasa, kami mengalami sendiri sikap-sikap tidak menyenangkan tersebut. Lebih banyak pribumi yang membuktikan bahwa ucapan orang tua kami benar, dibanding sebaliknya.
Setiap gue lewat gang menuju rumah sepupu gue, anak-anak berteriak, "BERI JALAN PADA KAISAR! BERI JALAN PADA KAISAR! Cing cong cing ceng cong!" Walau orang Tionghoa menjadi ustad sekalipun, pribumi masih mengejeknya ustad cina.
Itu sebabnya cewek Tionghoa lebih sulit diPDKTin. Jangankan sesama pribumi, sesama Tionghoa aja udah sulit. Jadi jangan merasa gagal dan menghukum diri lo kalo ditolak cewek Tionghoa. Karena gue sendiri juga mengalami kok. =]

View more