Hari ini, tanggal yang sama dengan 244 tahun yang lalu, di tanah tercintaku, Banyuwangi, terjadi peperangan yang begitu besar. Pengusiran yang begitu masif. Tak kenal apa itu takut, tak gentar berapapun jumlah musuh. Bukan sekedar semangat biasa, tapi jiwa yang memang terus diwariskan kepada keturunannya. "Hang sapa-sapa baen arep nyacak ngerusak
Sun belani sun dhepani sun labuhi
Ganda arume getih Sritanjung yong magih semebrung
Amuke satria Menakjingga magih murub ring dhadha
Magih kandel kesaktenane Tawang Alun lan Agung Wilis
Magih murub tekade Sayuwiwit
Lan pahlawan petang puluh lima".
Sampai sekarang, hari ini, Banyuwangi masih terus memperbaiki diri. Tak pernah puas akan capaian prestasi, tapi syukur kepada Ilahi atas pencapaian diri selalu menjadi sikap pribadi.
Hari ini aku di tanah orang, memang mereka tak mengerti tentang Banyuwangi, tapi aku tak jengah menceritakan tanah yang akan selalu aku banggakan itu tanpa peduli apa kata orang.
HEE BLAMBANGAN! LIR ASATO BANYU SEGORO, SENG BISO LAN SENG KIRO ASAT ASIH SETYO BAKTI NISUN!
Jayalah Banyuwangiku! Jenggirat tangi menuju perbaikan! Jadilah cahaya pertama di tanah Jawa karena Kau adalah Sun Rise of Jawa
View more