apakah wanita harus selalu mengungkapkan perasaannya?

Di masyarakat kita wanita itu bunga, laki-laki itu lebah. Bunga mah diem, lebah yang berjuang nyari. Tapi, bunga tentu butuh proses penyerbukan. Lebah pasti butuh nektar, ada saatnya bunga harus bilang ke lebah, ada saatnya pula lebah bilang ke bunga. Jadi, kalau kamu butuh penyerbukan, gak ada salahnya bilang ke lebah. Tapi akan sakit apabila lebah nyari nektar di tempat lain. Dan akan tabu kedengerannya ketika bunga nyari lebah. Mungkin itu nilai di masyarakat yang sulit dikalahkan oleh emansipasi. Kasian juga kalo bunga hanya menunggu, sulit ngomong karena nilai-nilai macam itu. Tapi kalo kamu tanya harus atau tidak, kayaknya gak ada yang harus dan tidak harus. Tapi kamu mau berjuang atau menunggu? Itu dua peran yang perlu juga diemban si bunga. Karena e karena bicara dan bertindak itu pintu dunia.
Lalu pertanyaanku berani atau tidak? Berjuang (sambil bilang, "bang serbuki aku bang") 😂

The answer hasn’t got any rewards yet.