describe guru kesayangan dong

Dalam seketika, sekolah terasa hening. Tembok-tembok sekolah itu menjadi saksi dan korban bisu akan reverberasi suaranya yang menggelegar itu, suaranya yang tiada tara, yang bisa terdengar dari seluruh pelosok dan penjuru Pejaten. Lantai-lantai keramik itu bergetar.
Pintu itu terbuka dengan kasar. Dengan badannya yang tangguh itu, ia masuk dengan angkuh, seakan tidak ada pintu sama sekali. "Assalamualaikumwarohmatullahiwabarokatuh." Ia bersalam, wajahnya menghadap ke bawah, membawa setumpuk kertas dan laptopnya.
"Nak tolong bantuin ibu nak." Iya katakan ke seorang lelaki kurus di depannya. Ia memutuskan untuk lewat tengah mejanya karena susah menggerakkan pantat berbulu teman sebelahnya.
Kemudian ia mulai mengajar. Ia mengajar dengan cepat. Dan hanyalah judi liar untuk mengetahui apakah akan dimengerti atau tidak, tapi yang jelas, aku mengerti. Bibirnya itu tebal, dan dari celah itu, suara yang keluar serak seperti suara megafon yang sudah retak-retak karena usia tetapi tetap menulikan telinga. Matanya kecil, namun terlihat ganas di belakang lensa kacamatanya. Tubuhnya gempal, dan dengan satu senggolan bokongnya ia bisa merubuhkan puluhan ton.
Yang terdengar di kelas hanyalah suaranya yang nyaring. Mendadak penjelasan-penjelasan mengenai kondisi sosio-kultural masyarakat itu terpatah, dan suara wanita itu naik beberapa oktav.
"HEH! KAMU!" Bentaknya. Mendadak ruangan sunyi, dan semua mata tertuju ke belakang, ke lelaki kerempeng yang nampak seperti kijang yang tanduknya nyangkut di bemper.
"IBU LIATIN KAMU DARITADI. MATANYA KEMANA-MANA, JELALATAN BEGITU! KAMU KAYAK IKAN MAS KOKI, MAS!? TAU GAK KAMU!? YANG DI JUAL DI PASAR TUH, YANG DITARO DI DALEM KANTONG PLASTIK YANG AIRNYA BUTEK, IKANNYA UDAH MAU MATI DAN MATANYA JELALATAN!? KAMU TAHU!? MUKA KAMU KAYAK GITU!"

The answer hasn’t got any rewards yet.