Ask @agnosindo:

What was cool when you were a child but isnโ€™t cool now?

1) Physical pranks
Imagine playing a football (soccer if you're not that cultured) with your friends, but the catch is, it is a plastic ball.
So one of your friend had this bright idea of making a hole in it, filled the ball full of sands, and put it on the sideline. And when one of your friend who don't know anything about the ball went by, everyone start calling him since they know that he likes to play football a lot.
So he ran into the ball, assuming a shooting position, aiming for the goal, and when his feet hits the ball, basically just tripped and rolling on the field whilst holding his feet. As for the ball, it rolled, but only for 30 cm (a foot).
If you do that right now, you might get yourself into a problem.
2) Friendster
It was cool back then. Any cool kids and "kool kidz" made friendster account, and posted cheesy as fuck quotes and posts, decorating their pages with glittery stuffs.
Friendster is pretty much dead now, and what those "kool kidz" did back then would be an eyesore right now.
*to be honest, I never made friendster account, just by observing my sister and my friends.
3) Any games on facebook.
Now we have Google Play.
S
ATM

View more

happy birthday, ATM!

Thanks anon. You're actually the first one to say that today.
Actually, I neither receive gift nor giving one. My project is not yet finished as for today.
So I tried to make up for that by going to a Museum Brawijaya.
Why that museum? Why not Museum Angkut (if you're familiar with any tourist destination in Malang).
That's not the first time I went to Museum Brawijaya. Yet, whenever I went to that place, I felt that I want to stay on that museum just a little bit longer.
That place is basically where I can physically see a lot objects that I always wanted to see when I was a kid.
I've held M1 Garand before as part of my training in Menwa.
I've held M1 Carbine
I've held FNC
I've held M16
I've held AK-47 (as in the first serial production of it)
Yet that museum is the only place where I can see MP40, Lee-Enfield, G3, MG42, M2, M1919, BAR, Boys, Bren, Madsen, Hotchkiss, Lewis, PIAT, Oerlikon, for real.
It's a small museum, but a beautiful one.
S
ATM

View more

Presiden/pemimpin yang lebih mengutamakan membangun SDM atau infrastruktur?

SDM atau Infrastruktur?
Pemimpin yang bagus tahu mana yang perlu diprioritaskan. Mana yang diprioritaskan? Tergantung situasi dan kondisi negara tersebut.
Kalau negara tersebut lebih perlu akses jalan, perlu jangkauan listrik yang luas, ya itu yang diperlukan.
Kalau negara tersebut perlu tenaga kerja yang kompeten, ya SDM.
Kedua-duanya saling melengkapi, tergantung mana yang urgen waktu itu.
Pemimpin yang cerdas tahu kapan memutuskan untuk mengembangkan SDM atau Infrastruktur.
===
"Pentingkah seorang presiden/pemimpin menjalin kerjasama dengan luar negeri?"
Penting.
NB: Berhubung semalaman penuh aku main Age of Empires 3 dengan temanku, mungkin lebih mudah kalau aku pakai analogi game.
Singkat cerita, tiap-tiap negara di Age of Empires 3 punya kemampuan masing-masing. Kalau kamu main sendiri, kamu harus mengurusi sekian banyak urusan dalam waktu bersamaan. Walhasil kamu malah kadang gak efektif.
Tapi, ketika kamu ada teman, temanmu yang beda negara jelas punya kemampuan yang berbeda, termasuk gaya main yang berbeda.
Temanmu punya "Team cards" yang sangat membantu semua pemain dalam satu tim, sehingga temanmu bisa ngebantu perkembangan ekonomimu. Plus, temanmu ternyata lebih cepat perekonomiannya di satu bidang, ya, temanmu fokus di situ. Temanmu lemah di militer, ya kalau kamu kuat di militer kamu bantu dia. Ketika militermu menang tapi pasukanmu sekarat dan kamu gak punya dana untuk memulihkannya, temanmu bisa backup kamu dari segi pendanaan. Ketika temanmu diserang lawan, kamu yang gerak melindunginya karena mereka gak punya militer tapi kuat perekonomiannya.
Ketika sama-sama punya militer, temanmu bisa fokus di unit-unit tertentu yang memang lebih kuat dari unit-unitmu, dan kamu fokus di unit-unit yang emang unit-unit kuat negaramu.
Kalau spesialisasi tersebut berjalan dengan semestinya, ya, lawanmu sekuat apapun bisa kamu hajar. Bukan karena menang jumlah, tapi kerjasamanya itu saling menguntungkan.
Dari analogi sederhana tersebut, jelas masuk akal ketika pemimpin memutuskan untuk melakukan kerjasama dengan pihak luar negeri. Mereka bisa spesialisasi, mereka bisa fokus, bagian mereka yang gak begitu kuat bisa ditutup oleh pihak lain.
Jadi ya, penting.
S
ATM

View more

What would happen if our military had China defense budget?

Dio
I assume that this question refers to having the same defense budge as PRC whilst maintaining current spending on everything else.
According to Global Firepower.com, Indonesia spent approximately 6,9 billion of USD, whilst PRC spent 151 billion of USD.
That means, PRC spent 23 times as much as we do for defense purposes.
So, how does that translates to real life?
After sorting through tons of stuffs about TNI salary (base salary + allowances) an unmarried, child-less lowest ranked soldier who just recently got into service would receive 4,67 million rupiah. Now multiply it by 23, we'll have 107,41 million.
Obviously, that won't be the case even if they keep the same amount of active personnel. Yes, they will increase the salary, just not that drastic. Just for your information, US Army enlisted private would receive 10 times (after allowances) the amount of our enlisted private. I don't think that our soldiers would receive that much of raise, but certainly they will. How much? No idea.
Since salaries doesn't cover 100% of military spending and we obviously won't raise it by 2300%, we're going to have a really massive amount of money to be spent on a lot of stuff. We could increase the number of active personnel. Assuming that we increase the salary by 1,5 and the amount of active personnel by 5 times, we're going to have 2,18 million active personnel. That will cost us 7,5 times the our current spending for salary.
We're still going to have more than enough money to do R&D, PR, armaments acquisition, more and better training or even waging war somewhere else.
Since I doubt that we're going to have 2 million of active personnel, I think our military would focus more on actually getting newer, better and even more toys for our troops. Replacing a lot of aging ships, tanks, planes or even equipping our soldiers with better rifles, armors, communication gears. We will have a fleet of cutting edge destroyers. We will have a fully armed squadron of fighters at the ready. We will have a wall of unstoppable main battle tanks. We will have a well trained infantry.
That happens if we have 23 times more military budget than we have right now.
And I think that one is quite overkill for us right now. We can just take a portion of it since even now our military spending has the biggest portion and suddenly, we will have one of the best infrastructure in whole Southeast Asia. Our teachers will have better salaries and we can even make our education free, right from the bottom to the top. We can make sure that everyone could have affordable health care.
Imagine that. How powerful we will be.
S
ATM

View more

Mengap tidak mencetak uang sebanyak jumlah hutang? Jadi cetak uang langsung bayarkan di hutang kak?

Jadi inflasi itu.
===
Penjelasan kasar mengenai inflasi:
Inflasi adalah kenaikan harga umum secara terus menerus.
Intinya, 10 ribu di tahun 2000 bisa beli lebih banyak barang dibandingkan 10 ribu di tahun 2019.
Jaman aku masih kelas 2 SD (tahun ajaran 2001-2002), Coca-Cola botol kaca itu harganya 1,500. Sekarang, jumlah yang sama harganya sekitaran 5000-6000. Cuma ya, 5000 itu sekarang sama recehnya dengan 1500 di waktu itu.
Nah, kalau negara cetak uang untuk bayar hutang, otomatis uang yang beredar lebih banyak, tapi produksi barang sama saja.
Produsen kalau ngejual barang dengan harga sama alias gak naikkan harga, maka barangnya cepat ludes karena jadi "relatif lebih murah". Kelihatan bagus, tapi pemasukan mereka ternyata gak bisa menutupi biaya produksi bulan depan karena harga bahan baku bulan depan juga naik.
Atau, karena sudah tahu masyarakat punya lebih banyak duit, lebih banyak yang mampu beli, langsung menaikkan harga. Ada namanya supply and demand atau permintaan dan penawaran. Permintaan naik tapi penawaran sama saja, ya harga naik.
Walhasil, kamu bakal merasakan bahwa harga-harga barang di sekitarmu jadi mahal.
Tapi kan, kita dah tahu ada inflasi dan gak terlalu ngerasain efeknya.
Ya, itu kalau inflasi gak sampai 6 atau 7%.
Misal, inflasi 50% (ini dah gila btw kalau sampai infasi 50%), harga barang tahun ini 6 juta, tahun depannya jadi 9 juta.
Coba kalau dibuat dalam konteks pabrik. Modal tahun ini bisa beli bahan baku sebanyak 50 juta, tahun depan, ternyata harus keluar dana sebanyak 75 juta. Tapi ya, kalau mau naikin harga jelas orang malah lari, jadi harga naiknya dikit, sementara laju inflasinya gila-gilaan. Perusahaan yang sama jelas kalang kabut mau gaji karyawan sama mau beli bahan baku. Walhasil, produksi jadi lebih macet.
Kalau orang hilang pekerjaan dalam skala besar, mereka gak punya duit, siapa yang mau beli barang perusahaan?
Kalau inflasinya masih kecil, katakanlah gak sampe 6% lah, ya, keuntungan perusahaan juga gak terlalu ngerasain adanya inflasi. Harga barang naik dikit juga gak nakut-nakutin orang. Perusahaan telat dikit naikin gaji karyawan juga karyawannya gak terlalu marah-marah soalnya masih gak gitu kerasa inflasinya.
Nah, terus balik lagi ke masalah hutang, coba kalau negara punya hutang 5000 triliun dan peredaran uang cuma 640 triliun, berapa inflasinya nanti kalau negara mencetak uang yang cukup untuk membayar hutang-hutang tersebut?
Nah, kurang lebih itulah kenapa negara yang punya akal sehat tidak mencetak duit cuma untuk bayar hutang, sudah ada kasus sejarahnya itu.
https://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation_in_the_Weimar_Republic
Selamat membaca.
S
ATM

View more

is climate change legit? or the things that environmentalists do are basically useless? would you try to stop using plastics?

It is legit.
However, since you mention plastics, I have to give you a bad news, and this one is pretty much technical.
As for now, you can not eliminate the usage of plastics.
There are a lot of good reasons on why plastic is widely used, but not the substitute materials (or rather the material that is replaced by plastics).
1) Plastic (be it PET, HDPE, PTFE and stuffs) are synthetic organic compound. It is mostly made by processing petroleum, but it doesn't rule out other organic compounds to be processed into plastic. Since it is pretty much synthetic, plastic is quite homogeneous, that means, plastic mechanical properties are quite consistent and predictable, unlike wood and other natural materials. This one is really helpful in terms of design and quality control.
2) Plastic can be processed in a lot of ways, depending on the application. It can be blow-molded (as in plastic bottle), extruded (pipe, tube, railing), vacuum-formed (a lot of plastic casing), or injection-molded (by injecting a molten plastic through narrow tube to the mold to make a complex shape plastic). This one is crucial since manufacturing of plastic products doesn't waste a lot of materials, unlike metals and wood which in most cases has to undergo machining processes.
3) Whilst plastic doesn't have that kind of absurd ultimate tensile strength as metals, ceramics, it is still quite durable, light and cheap. This is perfect for any application that is not "load bearing" such as phone casing. Polycarbonate is perfect for that, sometimes polypropylene, sometimes HDPE. In some cases, it can be made into ballistic helmet such as UHMWPE (Ultra High Molecular Weight Poly-Ethylene).
You can't eliminate the usage of plastic since it is a versatile material to begin with.
However, if you want to still be an "environmentally friendly" guy, we also have this "biodegradable plastic" such as polybutylene succinate or polycaprolactone.
Or maybe, most plastics can be subjected to pyrolysis in order to make liquid fuel, such as gasoline, kerosene or diesel.
https://umexpert.um.edu.my/file/publication/00003263_135374.pdf
It doesn't rule out that liquid oil created that could be used to make hydrogen (pure hydrogen) by using partial oxidation to hydrocarbon liquid produced by pyrolysis of plastic, which creates carbon monoxide. You might think what's the point of making a toxic carbon monoxide? That stuff could be used in blast furnace to process iron ore into pure iron which can be made into different alloys of steel. And do you know that steel is the backbone of modern society due to its cheap and strong nature?
We can't eliminate plastic, we just have to be smart in how we use it or how we dispose it, or on how we reprocess it.
S
ATM

View more

saya suka kesel sndr, pejabat yg korupsi miliaran bahkan triliyunan, kaum kapitalis rakus pengrusak alam mereka merugikan scra mayor, lebih dri pembunuhan perorangan. mereka punya kendali dan power untuk berkuasa. berharap banget gk sih keadilan dan neraka itu beneran ada.

Dalam sistem di atas, orang kelas menengah yang apes.
Dilihat kaya oleh orang yang ekonominya lemah, tapi juga gak kuat. Mau korupsi juga susah, punya bisnis kadang kecil-kecilan.
Kalau berat-ringannya hukuman ditentukan dari "harta kekayaan", orang kelas menengah hukuman sama aja cem orang kaya biarpun tindakan kriminalnya mirip yang biasa dilakukan ama yang ekonomi lemah.
---
Orang-orang biasa mikir "halah, buang sampah satu biji di sungai gapapa lah" tapi dilakukan tiap hari, dan dilakukan banyak orang. Alam tetap rusak, tapi masih mikir "halah, buang sampah satu biji di sungai gak ngerusak alam lah, pasti kerjaan orang-orang pabrik"
---
Kalau mau minta ada neraka, kalian semua juga sudah kena, miskin dan kaya.
S
ATM

View more

https://www.instagram.com/p/Bs__PV6gTgE/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1rt1gps0vjn2b drop your opinion.

darry lutify
Sebagai orang yang tidak terlalu dekat dengan orangtua dan tidak memiliki rencana untuk menikah, permasalahan disitu rasanya ngga relevan untuk kehidupanku. I mean, kalaupun aku gay, aku tetap dapat menjalani hubungan itu tanpa harus bilang ke orangtua, karena kalaupun aku bilang, aku tidak akan dapat benefit apapun.
-pedro

View more

Ikut nimbrung ya. Dinosaurus juga sebetulnya posturnya memanjang (bungkuk gitu kayak orang rukuk pas sholat), dan ekornya juga jadi penyeimbang. Bukan kayak dinosaurus versi godzila jepang yg tegap gitu ya, dan versi yg tegap itu udah direvisi karena salah.

Yap, betul banget. Thanks tambahannya non.
Oracle

View more

+2 answers in: โ€œhttp://ask.fm/agnosindo/answer/133094938712 Gue pernah berpikiran gitu, Min. Kalo emang manusia pertama, kenapa dia badannya besar sedangkan manusia sebelum Homo Sapiens kan gak sebesar postur Adam seperti yang diceritakan..โ€

Kalo dinosaurus itu gimana?

Dinosaurus punya postur yang berbeda dengan manusia. Semakin tinggi obyek, semakin sulit untuk mencari keseimbangannya.
Dinosaurus walaupun besar punya titik berat yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan tinggi tubuhnya - dengan kata lain lebih stabil.
Kata kuncinya di proporsi. Ibarat kalau kita ngomongin jeruk berukuran melon dan melon berukuran jeruk, pasti berat dan beban mereka berebeda.
Oracle

View more

+2 answers in: โ€œhttp://ask.fm/agnosindo/answer/133094938712 Gue pernah berpikiran gitu, Min. Kalo emang manusia pertama, kenapa dia badannya besar sedangkan manusia sebelum Homo Sapiens kan gak sebesar postur Adam seperti yang diceritakan..โ€

Can something be valid but not reliable?

Mungkin banget. Dalam ilmu statistik, validitas itu masalah ketepatan alat ukur (apakah instrumen/metode yang digunakan cocok dengan tujuannya).
Kalau reliability itu masalah konsistensi dari data yang diambil.
Coba cek gambar ini, analogi simpelnya orang nembak target.
Orang bisa nggak tepat sasaran, tp arah tembakannya konsisten (not valid, but reliable).
Atau orang bisa tepat sasaran beberapa kali doang, tapi nggak konsisten kena - kaya orang hoki bisa pas nembak di tengah target
Oracle

View more

pernah ada yang nanya di salah satu platfrom. kalo ada orang2 yang liberal ini mengkritisi orang2 yang mau nikah muda dgn modal sedikit karna bisa jadi akan membuat anaknya suatu hari nanti terlantar, juga tentang tidak menyetujui poligami. gimana min? no judge ya, aku beneran bingung hehe

Sebenernya secara ideologis argumen itu nggak ada hubungannya dengan liberalisme.
Kalau dia memang liberal, nggak ngurus nikah mau muda mau tua selama sama-sama mau dan sudah sama-sama dewasa. Disini definisi nikah muda juga nggak spesifik, umur 19 bisa disebut muda, tp secara legal sudah dewasa.
Kalau ngomongin kesiapan dan nasib anak, itu argumen utilitarian (mungkin) atau argumen pribadi.
Kalau seseorang tidak setuju dengan argumen yang kebetulan ajaran suatu agama, belum tentu dia liberal.
Oracle

View more

Nah kalo fenomena pawang hujan gimana, dipake orang2 yg lagi hajatan, acara, dll pas musim hujan dan itu efektif. Memang ini tidak ada hub sama makhluk astral. https://m.liputan6.com/amp/2438216/begini-cara-kerja-pawang-hujan-mengendalikan-hujan

Nggak perlu pake pawang hujan juga cuaca gampang berubah dan nggak mudah diprediksi non ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Gue sih mikir gini aja, kalau pawang ujan itu ada, udah aja bikin Persatuan Pawang Hujan Indonesia, terus lo atur dah mana daerah yang perlu ujan mana yang jangan sampe banyak ujan.
Misal jakarta banjir terus, usir aja tuh ujannya dioper ke pawang di daerah depok misalnya, terus pawang ujan depok oper lagi ke tempat lain, sampe akhirnya cari petani yang kekeringan, ujannya taro disono.
Hebat kan? Indonesia nggak perlu HAARP untuk ngendaliin cuaca. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Oracle

View more

+1 answer in: โ€œApakah ilmu hitam memang ada?(ex:santet dukun ) Kalau gak ada / pseudoscience, kenapa bisa ada kejadian orang disantet?โ€

Kalian setuju ga dengan pendapat "Orang kaya akan menghasilkan anak yang pintar sedangkan orang miskin akan menghasilkan anak yang bodoh"? Kenapa?

Duit itu cuma salah satu cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Itupun juga masih ada proses belajar yang harus ditempuh untuk bisa jadi pintar.
Kalau orang tuanya pebisnis jago tapi anak gak diajari dagang, ya anaknya mana bisa dagang kalau gak belajar dari tempat lain? Kalau gak belajar dari tempat lain atau bahkan gak ada niatan belajar, apa bisa pintar dagang?
Kalau orang tuanya sudah keluar dana biar anaknya bisa masuk kedokteran Unair, UI tapi anaknya kuliah macam pengangguran, gak belajar, main perek tiap malam, emang bisa pintar? Apalagi kedokteran itu belajar mandirinya lumayan gila-gilaan lho.
Bocah bidikmisi kalau diajari orangtuanya untuk rajin belajar, tekun, mau kerja keras ya tetap bisa dapat IP 3,7 biarpun masih harus ikut kerja sampingan.
Intinya:
1) Orang tua kudu bisa ngedidik anak
2) Si anak emang mau belajar
S
ATM

View more

Halo, Admin ATM. Aku mau ambil jurusan Psikologi. Ternyata aku lulus tahap satu SNMPTN setelah sebelumnya sempat dinyatakan gagal. Dan yah, aku memilih PTN yang tidak sebanding dengan PTN" favorit. Ngga berharap banyak sih karena peluangnya sangat kecil but thank you ya ๐Ÿ’•

Selamat ya non.
Masalah kampus besar atau kampus kecil itu hampir gak ada bedanya, asal kamu mau belajar. Kalaupun dosenmu gak bener, ada namanya literatur di luar.
Yang penting, sukses terus non.
S
ATM

View more

+2 answers in: โ€œMin, hasil pertama snmptnku mengecewakan sekali..โ€

di sini, yang salah apanya min? jawab no salty ya min karna aku jg sering salah

Kesimpulan gue dari wawancara itu, si cowok yang diwawancara itu menjabarkan pandangan subyektif banget, banyak kata "gue pikir, menurut gue" dll. Nggak jelek sih, tp kalau sifatnya subyektif sulit kita membangun argumen yang bisa diaplikasikan ke orang lain.
Secara definisi pun dia nggak tepat. Dia nggak percaya agama tapi percaya tuhan, itu definisi dari deisme.
Overall, video itu oke lah dalam packaging-nya, tp yang dia ceritain terlalu fokus ke satu orang dan kurang informatif.
Oracle

View more

+1 answer in: โ€œ"agnostik secara teknis berarti tidak percaya dgn konsep agama tp percaya dgn konsep tuhan" https://youtu.be/WcTk7GkYlLg ummmm , is he saying right ? :")โ€

Btw pertanyaan awalnya simply penghasilan min ? Apa artinya harus gaji dalam artian digaji atasan ?

Betul juga, saya yang salah baca di pertanyaan pertama. Thanks for the correction.
Oracle

View more

+4 answers in: โ€œKak gimana caranya seorang mahasiswa baru di sebuah PTN bisa memiliki penghasilan minimal Rp30 juta/bulan, sambil tetap aktif di dua unit kegiatan mahasiswa dan mendapat IPK di atas 3,51 serta bisa lulus dalam delapan semester?โ€
Next