Mengap tidak mencetak uang sebanyak jumlah hutang? Jadi cetak uang langsung bayarkan di hutang kak?

Jadi inflasi itu.
===
Penjelasan kasar mengenai inflasi:
Inflasi adalah kenaikan harga umum secara terus menerus.
Intinya, 10 ribu di tahun 2000 bisa beli lebih banyak barang dibandingkan 10 ribu di tahun 2019.
Jaman aku masih kelas 2 SD (tahun ajaran 2001-2002), Coca-Cola botol kaca itu harganya 1,500. Sekarang, jumlah yang sama harganya sekitaran 5000-6000. Cuma ya, 5000 itu sekarang sama recehnya dengan 1500 di waktu itu.
Nah, kalau negara cetak uang untuk bayar hutang, otomatis uang yang beredar lebih banyak, tapi produksi barang sama saja.
Produsen kalau ngejual barang dengan harga sama alias gak naikkan harga, maka barangnya cepat ludes karena jadi "relatif lebih murah". Kelihatan bagus, tapi pemasukan mereka ternyata gak bisa menutupi biaya produksi bulan depan karena harga bahan baku bulan depan juga naik.
Atau, karena sudah tahu masyarakat punya lebih banyak duit, lebih banyak yang mampu beli, langsung menaikkan harga. Ada namanya supply and demand atau permintaan dan penawaran. Permintaan naik tapi penawaran sama saja, ya harga naik.
Walhasil, kamu bakal merasakan bahwa harga-harga barang di sekitarmu jadi mahal.
Tapi kan, kita dah tahu ada inflasi dan gak terlalu ngerasain efeknya.
Ya, itu kalau inflasi gak sampai 6 atau 7%.
Misal, inflasi 50% (ini dah gila btw kalau sampai infasi 50%), harga barang tahun ini 6 juta, tahun depannya jadi 9 juta.
Coba kalau dibuat dalam konteks pabrik. Modal tahun ini bisa beli bahan baku sebanyak 50 juta, tahun depan, ternyata harus keluar dana sebanyak 75 juta. Tapi ya, kalau mau naikin harga jelas orang malah lari, jadi harga naiknya dikit, sementara laju inflasinya gila-gilaan. Perusahaan yang sama jelas kalang kabut mau gaji karyawan sama mau beli bahan baku. Walhasil, produksi jadi lebih macet.
Kalau orang hilang pekerjaan dalam skala besar, mereka gak punya duit, siapa yang mau beli barang perusahaan?
Kalau inflasinya masih kecil, katakanlah gak sampe 6% lah, ya, keuntungan perusahaan juga gak terlalu ngerasain adanya inflasi. Harga barang naik dikit juga gak nakut-nakutin orang. Perusahaan telat dikit naikin gaji karyawan juga karyawannya gak terlalu marah-marah soalnya masih gak gitu kerasa inflasinya.
Nah, terus balik lagi ke masalah hutang, coba kalau negara punya hutang 5000 triliun dan peredaran uang cuma 640 triliun, berapa inflasinya nanti kalau negara mencetak uang yang cukup untuk membayar hutang-hutang tersebut?
Nah, kurang lebih itulah kenapa negara yang punya akal sehat tidak mencetak duit cuma untuk bayar hutang, sudah ada kasus sejarahnya itu.
https://en.wikipedia.org/wiki/Hyperinflation_in_the_Weimar_Republic
Selamat membaca.
S
ATM

View more