jadi senin pagi tadi di kelas pas pelajaran mat peminatan kan namanya cowok deretan bangku belakang apalagi ketemu matematika, pasti ada aja kegiatan lain. ada yang lagi hpan, ngegame, gitaran, nyanyi. nah terus si guru matpem datang ke belakang sambil ngasih kertas ada tulisan kayak quote gitu, abis itu temenku disuruh maju ke depan sambil dibaca keras-keras.. . . . "Imam syafi'i pernah berkata bahwa "kalau kamu tidak bersemangat/malas dalam belajar maka kamu harus terbiasa dengan kebodohan." . . sejenak kita tersindir sih, eh tapi gak sengaja aku nyeletuk, "kalo saya sih udah terbiasa." eh disebelah pada saut-sautan, "gak ada ancaman yang lebih serem a" "iyoi wes ket mbiyen bodoh" "gak onok kalimat sing luwih memotivasi a" "iyoi aku yowes terbiasa" habis itu bukannya belajar malah ngelanjutin kegiatan masing-masing-masing... . . dasar. . . pelajar-pelajar laknat.
tangane dicincing setengah. untung gak sak kelas mbek aku, lek sak kelas tak tulis i iku pas bimbi turu ndek lengane, "pantang menyerah demi suami" "bunuh hayati di padang makhsyar bang" "duh cyin capek abis nguli"
ketika keinginan hanya sebatas imajinasi ketika rindu yang terbalas hanya sekedar ekspektasi ketika bayangan akan kehadiranmu hanya fantasi ketika memimpikanmu hanya sekedar angan-angan kosong di siang bolong hahaha! dasar cara berpikir dari dulu tertutup tabir kata orang otak terpelintir ah sudahlah, pikiranku sudah kering seperti pasir di padang pasir selamat malam dari gelapnya dunia yang runyam sedikit mencekam apalagi maraknya begal malam bagaimana lagi hukum di negara kita kan sudah karam apa? mulutku tajam? paling tidak aku jujur meski hati tak ada yang menghibur tapi hati tetap makmur karena ada tuhan yang maha memberi walaupun hambanya hanya menerima tak pernah memberi