Ask @angga_eighties:

Katanya kalo kita jajan bakso di pinggir jalan, terus baksonya gak enak itu berarti penjualnya agen intelijen ya?

Hahahahaha aku percaya banget sama propaganda yang satu ini. Soalnya biarpun harus diwaspadai, tapi tetep menghibur.

Menghibur gimana?
Soalnya menggelitik aja buatku.

Gini, gini.
Logikanya: Mana ada orang jualan makanan yang udah umum di lidah orang Indonesia--yang mana di bahasan ini adalah bakso--tapi masih juga gak enak rasanya?
Emang soal rasa tuh selera, cuma kan udah ada standarisasinya sendiri soal citarasa dan tekstur makanan.
Penyedia bahan (supplier) pedagang kaki lima juga kebanyakan yang udah punya banyak jaringan, jadi mestinya gak mungkin ancur rasanya; kecuali ya didapat dari penyedia yang sebenernya gak berkecimpung di bisnis makanan, alias... :)

Apalagi ada gambar kayak gini, apa gak makin pengen ketawa was-was (?) hah. 😂

View more

Ga, gimana biar bisa berdamai dengan diri sendiri sih?

Tergantung.
Berdampak ke diri sendiri doang atau ke orang/pihak lain juga?
Soalnya paling berat kalau dampaknya udah melebar; kena ke orang lain (apalagi secara langsung.

Misalnya kesalahan yang lo buat cuma ngaruh ke diri sendiri, ya gampang buat damainya: belajar dari kesalahan, bangun optimisme untuk kasih diri lo kesempatan berusaha menjadi lebih baik lagi; jangan sampai terulang.

Tapi kalau dampaknya udah ke orang lain atau lingkungan (secara langsung), maka ada satu proses lagi yang mesti lo jalanin:
Permohonan maaf yang bertanggung jawab.
Maksud gue, minta maaf doang mah gampang, tapi mempertanggungjawabkan permohonan maaf itu yang susah.
Soalnya lo mesti ‘bangun jembatan’ lagi dulu untuk bisa ‘mengantarkan’ perdamaian ke seluruh pihak terkait (diri lo, orang lain, bahkan mungkin lingkungan yang dirugukan). Susah loh bangun kepercayaan orang lagi supaya mau terima maaf kita.
Kalau udah berhasil, baru lo bisa sepenuhnya bertanggung jawab dengan membawakan solusi agar pihak terkait bisa teryakinkan kalau lo ada niat kuat untuk memperbaiki keadaan.

Niscaya setelahnya lo bakal bisa berdamai dengan diri sendiri deh setelah berjanji (takkan mengulangi), melayangkan maaf, dan menunjukkan sikap bertanggung jawab.

It takes more than just the courage of a mature to bring peace into the world, but the responsibleness of a wiseman.

View more

Setujuu. Ada yg bilang, cinta itu give and give. Bukan take and give

puri yuliani
Pertahankan ya, Mb Puri.
Sebab, ke depannya akan banyak orang yang (merasa) telah dewasa akan menganggap pernyataan ini tolol dan tidak rasional. :))

Padahal sederhananya:
Cinta = kasih (sinonim bahasa Indonesia) = give/beri (dalam bahasa Inggris)
Jadi gak ada perihal ‘menerima’ di sini.

Makanya kupikir, akar dari pemikiran mereka yang menentang ‘kasih itu hanya memberi, tak harap kembali’ adalah rasa kecewa dari ego yang tersakiti karena tak terpenuhi (dalam hubungan yang pernah dijalani).
Kenapa? Mungkin karena dari awal mencinta karena ingin memiliki, bukan mengasihi. :)

Selamat berakhir pekan, ya. Semoga harinya menyenangkan! 😊

View more

+1 answer in: “Gimana kalo punya pacar yang gapernah ngurusin pacarnya?”

Gimana kalo punya pacar yang gapernah ngurusin pacarnya?

Dek, aku kasih tau, ya.
Ketika kamu berhubungan romantis dengan seseorang, harap jangan pamrih.

Mikir gini (tanpa harus nunjukkin ke dia):
“Udah bagus ada yang mau sama gue.”
Jadi ketika kamu melakukan apapun buat pasangan, landasannya adalah ‘karena ia layak’, bukan ‘karena gue layak (diperlakukan seperti itu juga)’. 😊

Serius, cinta jangan pamrih.
Kalau ada yang bilang, ‘ini soal memberi dan menerima’, alias ada pertukaran setimpal dari kedua belah pihak, menurut gue kurang tepat.
Menurutku pribadi, cinta itu menyoal memberi semata. Sebab apa yang kita ‘dapat’, bisa jadi bukan berasal dari orang yang kita beri, melainkan dari diri sendiri, yaitu:
Rasa senang serta kepuasan melihat orang yang dicinta bersukacita.

Jadi, kalu kamu merasa jengkel karena ndak diperhatiin balik setelah segala perhatian yang kamu berikan, introspeksi lagi hubunganmu, sekalian ekspektasimu sejak awal sebelum berpacaran; apakah tulus, atau supaya ndak sendirian. :)

Selamat beristirahat. Have a pleasant evening! 😊

View more

+1 answer Read more

Apa yang akan kamu lakukan jika anakmu menolak pergi ke sekolah?

Wah, berat.
Harus diselidiki dulu ke awal mulanya, karena bisa jadi penyebabnya adalah:
1. Lingkungan di sekolah tidak membuat si anak nyaman.
Ini kenapa menurut gue pribadi peran orangtua untuk mengawasi buah hatinya di awal masa bersekolah itu penting, gak bisa sepenuhnya dilepas ke guru--sekalipun mereka disebut sebagai ‘orangtua anak-anak di sekolah’ tapi gak bisa jadi alasan untuk melepas tanggung jawab orangtua terhadap tumbuh kembang anaknya.
Maksudku, orangtua kan pasti (dan mestinya) lebih ngerti tentang anak mereka, jadi kalau orangtuanya ada di sekitar, anak merasa aman dan otomatis bisa langsung cerita kalau ada suatu hal yang bikin anak gak nyaman supaya bisa dikomunikasikan ke pihak sekolah.
---
2. Anak terlalu nyaman di dunianya sendiri. Ini biasanya terjadi karena orangtua ‘malas ngurus’.
Contoh: Anak yang mestinya aktif secara fisik dan motorik lewat kegiatan yang mengasah pikiran lewat observasi dan gerakan, justru dibatasi dengan premis, “Mama/Papa gak mau kamu luka,” atau, “Di rumah aja di luar banyak anak nakal.” Terus dikasih HP aja deh buat nonton biar kalem.
Kalau gak didukung interaksi dan edukasi yang lebih intens untuk menjadikan anak aktif, akhirnya si anak bisa jadi manusia pasif, makanya gak nyaman berada di keramaian (keluar dari zona nyaman) dan malas bersekolah.
---
3. Orangtua kurang memberi stimulan soal pentingnya edukasi
Ini udah paling parah. Kalau kejadian, tandanya orang ini belum pantas punya anak.
Stimulasi anak untuk mau belajar bisa dari banyak hal. Mulai dari belajar berkomunikasi agar kemampuan analitis dan observasinya meningkat (kemampuan interaksi juga tumbuh secara berkala karena anak akan percaya diri untuk berkomunikasi secara aktif), sampai lewat buku dan konten visual (di bawah pengawasan serta arahan orangtua tentunya).
Jadikan si anak kritis (dan sopan) sejak kecil, supaya ketika dalam masa pertumbuhan, ia bisa secara aktif belajar lewat interaksinya dengan orang yang ditemui, termasuk di sekolah.

View more

Minta saran dong,serius😢. Tetangga gw pada toxic,sering julid ke gw atupun ke keluarga gw. Gw udah bodoamat ya sm mereka, tapi gw gatega sama ortu gw dikata2in mulu.Gw bisa aja pindah alesan ngekost kuliah, tp ngajak ortu pindah susah bgt..apa gw harus beli rumah sendiri biar bisa pindah(?) Huft

Ada prasangka apa nih bisa sampe pada begini tetangganya?...
Kalau bukan karena ada bahan yang bisa diomongin, tetangga biasanya gak gini-gini amat.
Ironisnya, kalau udah kejadian kayak gini, senjata paling ampuh tuh cuma ‘menunjukkan keramahan’, sih. Sekadar salam-senyum-sapa (nama panggilan) saat papasan aja bisa ngubah segalanya. Tindakan ini bisa berbuah:
1. Tetangga akan luluh dan mulai mengevaluasi penilaiannya terhadap kamu, bahkan keluargamu.
2. Tetangga makin menjadi-jadi, bahkan konfrontasi, tapi di sinilah titik balik kamu bisa tau alasan kenapa mereka bersikap anti sedemikian rupa. Kali-kali bisa diklarifikasi, 'kan?
Teori doang sih ini... Aku gak tau juga kan kelakuan tetanggamu kayak gimana.

Lagian lumayan jelas kayaknya alasan kenapa Ibu kamu gak mau pindah.
Wong itu rumah pribadi, 'kan? Bukan kontrak? Ya iya atuh sayang kalau dilepas saat belum ada pembeli dan rumah baru.
Bukannya gak peduli sama kondisi psikologis keluarga, ya. Cuma balik lagi: realistis.
Tetangga kamu masih manusia, kok. Masih bisa luluh kalau diperlakukan ramah.

Dicoba dulu aja salam-senyum-sapa, gak ada ruginya juga kok buat kamu bersikap baik ke orang yang berprasangka; padahal belum kenal banget.
Have a pleasant weekend, ya! 😄

View more

The Adams ada di Synchronize Festival, Oktober nanti kak Angga. Datanglah bersama kekasihmu, niscaya~

ris
Di website dan IG belum ada, atau aku yang kurang teliti atau update ya, Ris?
Kamu nonton gak, btw?
Terlepas dari ada atau tidaknya The Adams, tapi line-up performers di Synchronize Festival 2018 asik banget. T.T

Mocca, Danilla, Jason Ranti, Sore, White Shoes & The Couples Company, Nostress, Pure Saturday, Grrrl Gang, Reality Club!!!
Tapi paling juara, tetep...

View more

+1 answer in: “Aku mau tanya tapi gatau mau tanya apa?”

Angga, gimana ya menyikapi bijak toxic people? Ada beberapa hal dari dirinya yg cukup toxic buat saya, tp sayangnya saya sayang dia, jadi saya ga bisa begitu aja let him go

Saya pro-choice.
Kalau kamu senang menikmati racun yang ia sajikan, ya tenggak terus saja.
Saya gak punya waktu meladeni orang bebal yang dari awal sudah mengindikasikan keengganan untuk mengubah kondisinya.

Sederhananya:
Kalau kamu tidak nyaman dan racunnya berpotensi destruktif untuk kelangsungan eksistensimu, tinggalkan.
Kalau kamu yakin bisa imun terhadap racunnya suatu saat nanti setelah beberapa kali terpapar, ya lanjutkan saja.

Hubungan itu praktis sekali.
Manusia yang menjalaninya saja yang seringkali membuatnya kompleks.

Maaf, ya, saya tahu saya kasar. Tapi saya tidak ingin memusingkan hal yang sederhana.
Selamat malam.

View more

Aku lagi belajar koding pemrograman komputer 6 bulan terakhir ini, tapi aku ga ada progres yg bagus, fungsi simple aja bahkan stuck ber minggu2 di satu koding.Memang kemampuan logis, matematis & analisis aku ga bagus. Menurut kk, sebaiknya aku berhenti aja bljr koding nya atau ttp terus kejar?

Halo, Anon.
Mohon maaf sebelumnya, tapi alasan dan tujuan kamu untuk belajar pemrograman ini apa, ya?
Kalau selain karena memang ingin paham (re: sekadar ingin lulus ujian, bisa masuk prodi terkait di universitas ternama, atau tergiur bayaran gede), mending berhenti nyiksa diri. Cari ranah lain yang memang kamu sukai atau fokus ke hal-hal yang sudah kamu kuasai.

Sebab menurutku, materi terstruktur dan tersistemasi seperti pemrograman ini sangat mungkin untuk dikuasai oleh siapapun, karena basisnya adalah kemampuan kognitif dalam mengolah pola (fungsi, command, alur, dll.). Hampir tidak mungkin memori seseorang dapat luntur atas hal-hal yang ia hadapi berulang kali (pola), kecuali kamu menderita gangguan kognitif. Itupun masih bisa terapi.
Tapi kalau kendala yang kamu sebutkan di atas, masih sangat bisa dilatih. Tergantung dari motif dan keinginan kamu.

Jadi, balik lagi ke pertanyaan awal:
Apa alasan dan tujuan kamu belajar pemrograman?
Sebab jika benar niat, kamu akan mendorong diri ke batas maksimal demi bisa mempelajarinya, dan dengan semakin seringnya kamu mengekspos diri kamu ke pola-pola yang terdapat di pemrograman, mustahil kalau masih tidak paham.

Maaf kalau kesannya memaksakan kehendak, ya. Itu anggapan pribadi karena menurutku pertanyaan kamu mengindikasikan keinginan yang masih setengah hati.

Semangat, ya. Semoga bisa lebih mudah mencerna ke depannya (kalau masih mau lanjut).
Have a pleasant day, Anon! 😄🙏

View more

thoughts sama orang yg gamau kuliah dong? (padahal dia ada uang dll cm dia emg males)

Gue bisa paham, sih. Ada temen gue yang segitu ogahnya buat kuliah.
Sederhananya, mungkin dia berpikir ilmu bisa didapat dari mana aja soalnya--gak mesti di institusi pendidikan resmi--dan itu bener.
Bahkan kalau di institusi pendidikan resmi macam sekolah, universitas, atau lembaga kursus, lo gak dapet yang namanya ‘ilmu hidup’ atau ‘ilmu jalanan’ di taraf ekstrem. Sementara kalau lo punya ilmu hidup atau ilmu jalanan, selama mau belajar, lo bisa dapet ilmu sekolahan dari rekanan lo. Teorinya sih gitu, ya.

Lagian kalau mau nyeleneh, institusi pendidikan itu tempat buat nyari kesibukan doang, soalnya selagi muda, kebanyakan dari kita bingung mau apa--sebab belum tau dan punya apa-apa.
Tapi kalau lo tau apa yang lo mau sejak dini, gugur tuh keharusan buat sekolah. Sebab kalau mau mikir gila, buat bisa belajar lo cuma butuh kemampuan menulis, membaca, dan menghitung matematika dasar. Selebihnya tuh suplemen buat pikiran aja, yang sebenernya bisa lo cari sendiri selama lo tertarik.

Jadi, buat lo yang gak mau kuliah padahal udah dikasih kesempatan, pastiin lo udah tau apa mau lo dan segeralah fokus melangkah; cara dapetin caranya ya jadi tanggung jawab lo yang udah merasa bisa independen (gak ngikut rencana orangtua).
Kalau lo gak mau kuliah cuma karena males sama rutinitas, tuntutan, serta birokrasinya, dan berakhir gak ngapa-ngapain alias gak produktif...

Berarti lo sampah masyarakat.
Lo gak mau bermanfaat di masyarakat.
Eksistensi lo cuma jadi beban buat kelangsungan Bumi, sesederhana karena lo diam selagi bisa bergerak.

Jadi, gak usah dipusingin kalau ada orang yang milih gak kuliah karena lagi berusaha kejar mimpinya supaya bisa berkontribusi di masyarakat.

Someone's battle should be fought by their own self, never interfere it; stay on your ground.

Have a pleasant evening, Anon! 😄🙏

View more

Kak apakah kakak pernah memfollow stranger di askfm atau akun kakak yang lain ?

Halo, Anon!
Hahahahaha cara biar betah di media sosial tuh justru ‘follow the unexpected’.

Maksudnya gini, silakan kamu follow temen-temen kamu, tapi jangan terbatas di mereka doang. Sayang banget kalau lingkup sosial kamu di dunia maya yang tidak terbatas ini (terlepas dari kebijakan Kemenkominfo), justru kamu batasi dengan hanya diisi oleh teman-temanmu lagi. 🙃
Aku di media sosial justru lebih seneng follow orang yang pemikiran dan cara pandangnya liar, terlepas dari kenal atau tidak. Suka aja dibikin tersentak sama hal-hal di luar pemahaman pribadi. Ngebuka wawasan juga.

Jadi, di media sosial mah gak usah terpaku sama ‘kenal atau nggak’, tapi lebih dititikberatkan ke ‘menarik atau tidak’ sesuai preferensi kamu.
Geto~

View more

kak gimana ngadepin orang yang nyindir "hidup ga selalu tentang duit" disaat kita sedang dalam masa pencapaian keberhasilan target seperti bisa kuliah sambil bekerja, gak lagi minta duit ortu buat ngurusin keperluan pribadi, dan hasilnya bisa bahagiain keluarga(ortu,adek-adek)juga.

Hahahahahahahaha buat orang yang sedari lahir sudah diberkahi keluarga yang secara finansial berkecukupan, hal seperti ini kerap diutarakan; sebab mereka sudah di taraf ‘cukup’.

Tapi, gini:
Realistis, deh. Ketika seseorang bekerja keras untuk mendapatkan uang, sesungguhnya mereka mencari amunisi untuk bertahan menjalani hidup.
Dunia ini medan perang. Kemampuan/profesi kita senapan, uang itu pelurunya. Buat apa punya senapan kalau amunisinya kurang?

Aku gak semata-mata bicarain uang, uang, dan uang. Untuk bertarung pun kamu gak harus punya senapan--bisa pake tangan kosong, pedang, dan senjata lainnya. Tapi tetep aja:
Bukankah setiap manusia ingin hidup lebih nyaman? Itu kan tujuan dari perjuangan? Kemampuan/profesi serta uang adalah hal yang bisa mempermudah hidup. Sama halnya dengan senapan dan peluru di medan perang.
Iya, kamu gak wajib punya senapan dan peluru, sebab di medan perang banyak hal lain yang bisa mendukung untuk tetap bertahan. Cuma kalau bisa, lebih baik punya senapan dan peluru. Biar lebih nyaman kalau serangan (re: tagihan) datang. :)

Intinya adalah:
“Memang hidup bukan menyoal uang semata, namun alangkah baiknya jika kita memilikinya untuk mempermudah kehidupan itu sendiri. Sebab alat tukar yang nyata untuk sebagian besar bentuk faktor penyokong kehidupan (re: makanan, tempat tinggal, pakaian, kebersihan, edukasi, dll.) di dunia ini sendiri adalah uang.”

Di sini aku ngomongin senjata untuk bertahan aja, ya. Aku gak mau melebar dengan bahas soal agama yang menurutku adalah medium pelindung diri (baju zirah atau tameng); bukan senjata untuk ‘menyerang’.

Semangat terus ya, Anon. Semoga sukses dan segera bisa kerja sambil kuliah. 😄
Have a pleasant long-weekend! 😁👍

View more

hihi makasiiiih kak maklum maba tanya tanya gini wkw ada kata kata penyemangat ngga? buat capt twibbon hhe

This might not be motivational, but I hope it's inspirational:
“I'd graduate with grades that is straightly written as the indefinite article someone put to grammatically correct words with consonant sound.”

View more

+1 answer in: “kak, aku baru masuk kuliah nih hhe aku pen ikut organisasi dan setauku organisasi di perkuliahan itu BEM. menurut kakak ikut BEM itu penting apa ga? seberapa penting dan seberapa gapenting nya?”

kak, aku baru masuk kuliah nih hhe aku pen ikut organisasi dan setauku organisasi di perkuliahan itu BEM. menurut kakak ikut BEM itu penting apa ga? seberapa penting dan seberapa gapenting nya?

syafa
Buat gue, organisasi intra kampus semacam BEM itu gak penting.
Beda sama UKM, ya; yang satu badan, yang satu kegiatan.
-----
Kalau lo mikir BEM sekadar sebagai tempat bangun koneksi ataupun cari pengalaman berorganisasi, berarti main lo kurang jauh.

Satu-satunya alasan yang kena ke nalar gue mengenai alasan seseorang bergabung ke organisasi intra kampus tuh cuma satu:
"Karena gue punya banyak ide program yang ingin gue realisasikan di kampus ini untuk meningkatkan kualitas program pembangunan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya pengurus serta masyarakat di lingkungan perkuliahan."
Selain itu, bullshit. Makanya menurut gue, BEM itu gak penting, sebab apa yang gue liat dulu tuh gak keliatan dari organisasinya.

Makanya ketika mau gabung, pas wawancara lo tanya seputar program kerja ketuanya di periode itu. Kalau jelas dan gak muluk, baru bisa dibilang organisasi BEM lo patut diperhitungkan untuk nambah beban kehidupan perkuliahan lo.

Jadi, penting/nggak-nya BEM balik lagi ke gimana lo memandang organisasi tersebut, dilihat dari visi-misi pengurus sebelumnya, baik yang sudah terealisasi atau masih jadi wacana.
Soalnya konsekuensi kuliah sambil kepalain BEM teh musingin pisan.
Semangat, Syafa! Moga lancar proses perkuliahannya. 😄👍

View more

+1 answer Read more

Bang gue msk PTK yg kl "salah-salah" bisa do. Mnrt lo gue fokus ke perkuliahan tok tanpa organisasi atau tetep ikut 1 organisasi? Gue kepengen bgt ikut BEM krn bagi gue itu organisasi yg cukup ideal buat ngebangun karakter diri,tp bonyok blg mending fokus kuliah aja krn rawan, blh minta pendapatnya?

Yah, Bos.
Namanya usaha, pasti ada risiko. Mau lo kuliah sambil urus BEM, atau kuliah tok, kans untuk kena DO tetep ada, apalagi kalau lo gak niat jalaninnya dan gak fokus.

Sekarang mending berpikir matang mengenai:
1. Lo sanggup gak ngikutin materi perkuliahan (asumsi gak ikut BEM)?
2. Terus kalau sanggup, bakal kuat-kuatin gak buat memikul tanggung jawab lainnya (re: jadi anggota BEM) sehari-hari? Lo mesti inget tujuan orang kuliah tuh buat lulus, bukan jadi abdi dalem organisasi.
3. Kalau kuat juga pikul keduanya, tanamkan di kepala untuk meminimalisir rasa malas. Karena tanggung jawab lo berkali-kalilipat dibanding mahasiswa yang gak beranggapan kalau BEM itu penting (kayak gue).

Tuh. Cuma kalau pertanyaan pertama aja udah ragu meskipun udah coba yakinin diri, mending fokus kuliah aja.
Soalnya sekali lo nyemplung kuliah sambil urus organisasi, usaha yang lo keluarin kudu ekstra.

Satu hal lagi: JANGAN MENG-KAMBING-HITAM-KAN SALAH SATUNYA.
Kalau lo lagi ribet kuliah, jangan sekali-kali nyalahin organisasi lo karena dirasa ganggu. Begitupun sebaliknya. Inget, itu konsekuensinya jadi mahasiswa aktif.

Maaf ya gue gak bisa bantu nentuin. Your life, your choice, your consequence, man. Gue gak mau bertanggung jawab kalau ternyata pandangan gue yang memengaruhi pilihan lo, malah berakhir tidak mengenakkan buat lo ke depannya.

View more

Kenapa ya setres banget. Luruskan niat, mau menuntut ilmu atau cuma ikuti arus keumuman? Saya sendiri kuliah sekelas dengan mantan murid2nya saya dulu ketika magang ngajar SMP. Baru bisa kuliah karena baru ada dana. So far so good yang penting kan dapat ilmu.

Nih.
Harusnya pelajar punya pola pikir kayak begini.
Gak ada yang namanya telat buat nimba ilmu, apalagi punya privilege dengan dikasih kesempatan untuk kuliah. Belajar dengan sistem yang udah ada, jadi lebih runut dan niscaya lebih mudah dicerna karena tahapan pemahamannya terstruktur.
Jadi persetan lah sama akreditasi universitas, usia mulai berkuliah, atau hal-hal non-fundamental lainnya dalam ranah edukasi. Kemauan untuk belajar dan menambah wawasan itu yang bikin seseorang pantas disebut pelajar, bukan almamater atau usia kalian.
Semangat pokoknya, coba yang terbaik untuk selesain apa yang udah kalian mulai. Setiap usaha serius akan membuahkan suatu hasil yang positif, kok.
Have a pleasant evening, positive-vibe Anon! 👏😄

View more

+1 answer in: “Saya ngerasa kuliah disaat yang tidak tepat.. gara2 terlambat kuliah,umur berlebihan,, teman sekelas jadi senior, adik kelas jadi seangkatan, mau ngulang waktu,ngga bisa.. perasaan ku ga enak banget .. jujur... Tidak tau harus buat apa. gara gara daftar CPNS ga lulus,coba lagi ga lulus jg😥piye iki.”

Saya ngerasa kuliah disaat yang tidak tepat.. gara2 terlambat kuliah,umur berlebihan,, teman sekelas jadi senior, adik kelas jadi seangkatan, mau ngulang waktu,ngga bisa.. perasaan ku ga enak banget .. jujur... Tidak tau harus buat apa. gara gara daftar CPNS ga lulus,coba lagi ga lulus jg😥piye iki.

Hai.
Jujur gue gak bisa tenang dan biasa aja nanggepin orang yang ngeluh ketika dia masih bisa usaha.

Maksud gue, gini:
Lo masih punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi lo dengan mengenyam bangku universitas, kenapa harus meromantisasi kegagalan, sih?

Jalanin dulu aja kuliah lo. Kooperatif sama sistemnya supaya gak molor untuk wisuda kelak, so you can kickstart your life all over again.
Siapa tau kegagalan lo di masa lalu dan kesempatan kuliah ini malah jadi katalis ke karier lo ke depannya?

Jadi, tolong banget, selama lo masih bisa bernapas dan memanfaatkan fungsi otak lo untuk berpikir jernih secara optimal, lakuin apa aja deh yang ada di depan mata. Lo mandang ke belakang pun gak akan bisa benerin masa lalu lo.
Kalau sama @bramantyo17 malah lo disuruh bersyukur soalnya jatah gagal lo udah diabisin di masa muda. Kalau lo bisa positif, belajar dari kekurangan di masa lalu, dan tetep optimis jalanin hidup, bukannya gak mungkin lo tinggal tuai buah kesuksesan.

Sekarang buka mata-hati-pikiran, bangun, dan ngelangkah sana.
Have a pleasant day! 🙏

View more

+1 answer Read more

Gimana tanggepan lu sama temen yg minta nebeng tapi berlawanan arah, Itumah kayak minta nganterin, bukan nebeng wkwk

Wkwkwkwkwkwk dari ‘minta nebeng’ aja udah kurang ajar.
Orang mah nunggu ditawarin dulu gitu baru ada negosiasi/transaksi, lah ini sekonyong-konyong.
Yang dilakuin manusia kayak gitu biasanya gue sebut ‘eksploitasi status’, jadi mentang-mentang punya status tertentu sama seseorang, dia manfaatin hal itu untuk secara halus mengopresi pihak lain lewat rasa sungkan (untuk menolak).
Kudu dilawan. Bilang aja gak searah dan mau efisien waktu, tenaga, dan bahan bakar.
Jangan gara-gara status sebagai teman, kamu jadi dikuras gitu.

View more

Mau nanyak nih minder ga masuk ptn lwt jalur mandiri? Bukan sbm or snm:((

Halo, Anon!
Hahahahaha kenapa minder? Mau lewat jalur mana juga, yang penting sampai tujuan.

Cara pikirmu kurang tepat kalau minder cuma karena jalur penerimaan PTN. Sebab menurutku, setiap jalur punya tantangannya masing-masing. Justru keberadaan jalur mandiri ini patut disyukuri, karena secara gamblang memperbesar kesempatanmu untuk masuk ke universitas negeri yang diinginkan.
Jangan malah minder. Gak ada program pendidikan yang dibuat untuk mengklasifikasikan orang ke 'kasta' tertentu kayak yang kamu pikirin. Masa iya program pendidikan dibuat untuk merendahkan seseorang. Mana sisi mendidiknha?
Jika ada yang merendahkan seseorang karena hal seperti ini, udah pasti orangnya gak paham apa-apa soal esensi pendidikan. Orang yang peduli akan edukasi itu gak peduli cara/jalur yang mesti ditempuh kayak gimana, sebab yang terpenting adalah manfaat dan ilmu yang bisa diserap untuk dimanfaatkan di kemudian hari.

Lagian sekarang pertanyaannya:
Kalaupun lewat jalur mandiri, kamu udah yakin masuk?
Usahain aja dulu semaksimal mungkin.

Semangat terus, ya. May you have a great weekend! 😄

View more

Pengen mampir, tapi jauh... Ditunggu cabang jogja nih bang

Nanti kalau buka di Jogja, kamunya di kota lain gak? :(
Hahahahahaha terima kasih sudah tertarik untuk berkunjung, ya!!! Jadi tambah semangat tingkatin kualitas Ongkang-Ongkang Angkring. 😊
Kalau penasaran kayak gimana sih suasana di Ongkang-Ongkang Angkring, kamu bisa cek di story dan highlight IG @ongkangangkring (http://instagram.com/ongkangangkring) loh!
Buat yang mau mampir juga bisa langsung ke outlet Ongkang-Ongkang Angkring di:
JL. BUKIT DURI SELATAN no. 195

Heuheuheuheu ditunggu kehadirannya, teman-teman!!! 😁

View more

+1 answer in: “Mantap Mas Angga! selamat buat bisnis perdananya, semoga sukses angkringannya. Boleh nih kalo lagi main ke Jkt mampir ke Ongkang” Angkring 😁”

Mantap Mas Angga! selamat buat bisnis perdananya, semoga sukses angkringannya. Boleh nih kalo lagi main ke Jkt mampir ke Ongkang” Angkring 😁

Kevin Teran
Wehehehehe mampir dan nyicip angkringan + sambel Ongkang-Ongkang Angkring dong, Oom Kevin!
Dijamin harga merakyat karena kami tau rasanya jadi rakyat kecil yang ingin tetap bisa makan enak. :" #LAHJADICURHAT

Alamatnya catet dulu:
JL. BUKIT DURI SELATAN NO. 195 (dekat Indomaret Bukit Duri Selatan)

Bisa cek di bio IG sih sih sebenernya @ongkangangkring (http://instagram.com/ongkangangkring). 😁

View more

+1 answer Read more
Next