Ask @Ask_Perspektif:

Rapbn kementerian agama kok lebih gede dari kementerian kesehatan juga kementerian pendidikan ya min? Hehe lucu yha negara ini hehe

Karena agama itu hal paling penting nomer satu di Indonesia. Terutama agama mayoritas. Kenaoa? Karena afterlife lebih penting dari kehidupan itu sendiri. Semua berlomba2 menunjukkan kesuciannya dan kelayakannya masuk surga dengan berjubah putih, berpeci, turun kejalan, bawa spanduk, teriak2 kafir dan teriak takbir kenceng2 mungkin biar didenger oleh yang diatas. Prasyarat masuk surga. Gpp negara ini ancur, makin intoleran, dan rusuh. yg penting syurga...
FH

View more

ya tapi kapan indonesia jadi negara sekuler?

Indonesia technically negara sekuler kok. Hukum yg ada dan oemerintahan yg ada terpisah dgn agama. Hukum agama engga dipakai dan kita bukan negara agama. Hanya saja ya pada prakteknya ada sedikit mixed up n clash sama agama mayoritas yg ehmmm... Tau lah.... Indonesia milik olloh! Titik! Yang ga percaya olloh hengkang!
FH

View more

Mungkinkah ratusan fenomena serba seimbang dalam al quran disusun oleh manusia?, mungkinkah fenomena serba sains dalam al quran berasal dari manusia?

Mungkin. Kalo kamu berusaha menghubung-hubungkan hal tertentu supaya sync up sama belief ato ekspektasi kamu, maka hal2 yg random pun bisa terlihat memiliki hubjngan ato pattern. U can find pattern in most things if u look for it hard enough. Fenomena ini dalam psikologi disebut dengan apophenia. Dan beberapa contoh dari apophenia yang umum seperti paraedolia dan confirmation bias.
Dalam buku the Improbability Principle ( http://improbability-principle.com/the-improbability)
menyebutkan bahwa justru sesuatu yg improbable ato terlihat kebetulan itu sebenernya sesuatu yg to be expected. Di dunia dan kehidupan ini berdasarkan hukum law of truly large numbers, setiap hari akan terjadi banyak kebeutlan2 (oddity). Justru hari tanpa adanya kebetulan malah sesuatu yg 'odd'.
Human brains are really good at seeking pattern and connection even in seemingly random phenomenon.
FH

View more

Bagaimanakah cara anda pribadi dalam menjaga kewarasan ketika menghadapi berbagai macam fenomena yang ada di dunia ini?

Fenomena apa maksudnya neh? Cara menjaga kewarasan? Ya tergantung sikon jg kali.
Kalo kamu stress berat di kerjaan, ya cara biar tetep waras ya rehat bentar, take a break from work, a holiday, whatever.
Klo mumet sama masalah hidup, ya take a break from life, get a holiday, find a honby or do activities that u enjoy or can make u occupied.
Ya gitu lah. Intinya take a break. Make a change. Find the funny side of things. Do whatever u enjoy. Apalah... Beda orang ya beda coping mechanism.
Kalo memang udah parah banhet sampe ke depresi akut ya find help, try medication (with perscription) jg ga masalah.
Have a mental breakdown and get help doesn't makes u a pussy. Life can be hard, stress and depression is normal challenge we need to cope in life. Some people just don't want to admit it. It takes more courage to admit and find help or support.
FH

View more

Kak, knp ya hampir semua anak selalu ikut agama orang tuanya? Maksudku, pas uda memasuki usia yg cukup matang knp tdk mencoba cari tau tentang agama lain dan langsung percaya aja sm agama yg dikasih sejak lahir?

We are the product of our environment. Kita semua dibentuk oleh lingkungan dimana kita tumbuh besar. Pemikiran, karakter, pola pikir, gaya hidup, opini, semua dipengaruhi oleh hal2 yang diekspose ke kita dalam hidup kita.
Orang cuma tau apa yang mereka tau. Dan lingkungan yg terbatas akan melimitasi apa yg kita tau. Contohnya ketika org bertumbuh di lingkungan muslim ya mereka hanya mempelajari tentang islam dan agama lainnya dari sudut pandang islam saja. Dan kita tau lah, memandanga sebuah agama dari sudut pandang agama laen ya tau donk hasilnya gimana. Secara agama sendiri selalu dianggap benar dan agama orang pandangan paling baek pun paling disebut engga sempurna dan paling buruk bisa sampe dianggep sesat.
Untuk apa mencoba mempelajari agama laen? Toh kita udah tau (berdasarkan pemikiran n sudut pandang agama kita yg udah ditanam sejak kecil) kalo agama laen itu salah, ato setidaknya engga se 'sempurna' ato sedamai agama sendiri.
FH

View more

kak, bedanya istp dengan entj ketika ambil keputusan atau sedang leading itu seperti apa sihh?

Kamu meminta saya untuk menghubungkan antara kepribadian dengan jenis2 kepribadian?
Ada sih teori leadership yang berhubungan dengan trait, tapi bukan kepribadian. Itu pun teorinya banyak kritiknya.
Sebenarnya, cara memimpin bukan bergantung dari kepribadian si pemimpin, tapi lebih bergantung pada siapa yang dia pimpin.
- Jester

View more

Bang. Kan aku ini ortodoks. Terus aku suka berlatih buat kidal kan, selain aku pengen jadi ambidex aku juga pernah baca kalo gini bakal ngelatih otak. Eh pas aku lagi latihan kidal temenku liat dan kata dia ga baik buat otak dngn merefer suatu artikel yang dia tunjukin ke aku. Jd yg bnr gmn ya bang?

Aku sih ngga bermasalah dengan orang yang menggunakan tangan kiri.
Tergantung yang dominan yang mana kan?
Lagian penentuan tangan mana yang dominan juga sedikit tidaknya bergantung pada belahan hemisphere mana yang dominan...
Okeee, kalau urusannya budaya atau norma yang ada di Indonesia, katanya tangan kiri itu tuh tangan jelek. Kenapa? Mungkin karena budaya kita untuk melakukan "cebok". Tapi kalau zaman sekarang gimana? Sudah ada hand soap, hand sanitizer, alkohol 70%, kurang apa lagi sih buat cuci tangan?
Saya sendiri dulu harus adu argumen dulu sama nenek hanya karena saya sering menggunakan tangan kiri (Yes, tangan saya tidak ada yang dominan). Sampai saya bilang, "Jika benar tangan kiri saya jelek, hina atau sebagainya, kenapa ngga dari lahir nenek potong aja?". Tapi toh saya cucu kesayangan (geer abis)...
Jadinya nenek ngalah, dan iya, dia sekarang mengakui bahwa tidak masalah kalau saya menggunakan tangan kiri, karena hasil kerjanya ngga beda sama kalau saya pakai tangan kanan (bahkan kadang jelekan tangan kanan).
Jadi kesimpulannya bisa sendiri yak... :)
- Jester

View more

Setuju ga dengan pendapat bahwa seks itu tujuan akhir dari cinta?

?????
Ngga tau sih, cuma kalau saya mikirnya itu sesuatu yang ranahnya berbeda.
Satunya kebutuhan fisik, satunya kebutuhan psikologis.
Walaupun memang, kalau bisa orang yang memenuhi kebutuhan fisik kita adalah orang-orang juga yang memberikan kita pemuas kebutuhan psikologis kita. Tapi ya bukan itu tujuan akhirnya toh...
Rasanya cinta ngga semurah itu untuk berujung hanya pada kata "sex".
Coba deh kamu pikir, ketika kamu cinta sama orang, apa yang kamu pikirkan?
Sex sama dia? atau bagaimana cara membuat kamu dan dia bahagia bersama?
- Jester

View more

sebenarnya sikap dewasa itu seperti apa?

Hmmm...
Ada banyak sih, tergantung orang-orang lagi, toh semua orang punya kriterianya masing-masing. Tapi kalau kamu tanya saya, mungkin jawaban saya akan seperti ini.
- Mengerti prioritas dalam hidupnya
- Dalam mengambil keputusan, tidak hanya menggunakan satu sudut pandang, tapi juga melihat sudut pandang lain.
- Tahu kapan kudu egois kapan ngga
- Dapat secara asertif mengatakan ide atau pendapatnya
Ngga tau apa lagi...
- Jester

View more

Aku ingin bertanya ttg love education. Aku menyukai ce. Hanya saja ce trsbt dah punya co. Tapi ldr. Posisi saat ini si cew satu kerjaan ditmpku. Tpi ce tsb akhir kontraknya januari. Dan tidak mau perpanjang. Lalu balik ke kota asal. Apa yg harus aku lakukan untuk bisa pacaran dgn nya? Ldrpun mau ak.

Hmmm... begitulah Indonesia... kadang lagu-lagunya suka abuse orang-orang yang lagi pacaran.
Misal, "Kutunggu kau putus dengannya...", "Ku akan menunggumu walau kau bersamanya"...
Come on, dude/girl...
Ngga apa sih kalau suka sama dia, tapi coba bayangin. Andai syukur2nya nih akhirnya kamu jadian sama dia, dan kalian LDR. Apa kamu ngga akan ada di posisi yang sama? Bahwa kemungkinan si cewek ini juga bisa aja meninggalkan kamu demi cowok lain. Toh dia pernah juga meninggalkan cowok lain demi kamu? Hehehehe... mau gitu dihantui rasa takut kamu sendiri?
Hehehehe... suka boleh, tapi hormatin dong orang yang sudah punya hubungan. Deketin orang itu susah kan? Kamu tahu sendiri itu susah. Kamu boleh kok nyatain ke dia kalau kamu suka. Tapi untuk jadian apa ngga, saya pikir itu keputusan si cewek itu lagi. Plus... please deh, masih banyak cewek di dunia ini kok. Hehehe...
Melihat bagaimana ngototnya kamu untuk pacaran sama dia, mungkin satu saran saya, "hargai orang pacaran ya"... karena pacaran itu bukan achievement tapi sebuah usaha. Hehehehe... Maaf ya.
- Jester

View more

What do you think about how we handle people who seem to be suicidal? Should we or shouldn't we ask directly "are you thinking to suicide?" to them or should we just giving them gentle support? Why so?

Saya tahu akun ini dari seorang teman.
Hmmm... gimana ya...
Kalau tidak salah, sistemnya macam followers bisa curhat soal masalah dia dan (mungkin) kenapa dia ingin bunuh diri. Kalau memang begitu, ya coba saja belajar bagaimana teknik-teknik konseling yang baik. Bantu mereka untuk bisa mengeluarkan isi pikiran mereka, menentukan masalah-masalah mereka, menentukan prioritas yang mana yang kudu selesaikan (masalahnya), bantu mereka untuk dapat memecahkan masalahnya secara mandiri (untuk kondisi urgent, mungkin bisa dikasi saran, tapi yakin deh, membantu mereka untuk memecahkan masalahnya sendiri jauh lebih berguna).
Selanjutnya, ketika dia tahu jalan keluarnya tapi ragu untuk melakukan karena takut dengan konsekuensi, ya kuatkan mereka. Yakinkan bahwa memang semua hal ada konsekuensinya dan selalu pantau bagaimana kelanjutan dari apa yang mereka hadapi. Misal, ketika seseorang sudah melakukan seperti yang ia diskusikan dengan kalian, ya tanya aja macam, "Bagaimana kemarin masalahnya? Sudah ada perkembangan?"... ya mau ngga mau kan kalian juga punya sedikit tanggung jawab soal jalan apa yang mereka pilih. HEHEHEHE... ngga usah tanya mereka pengen bunuh diri apa ngga. Kalau mereka pengen cerita toh mereka akan cerita sendiri.
Good luck...
- Jester

View more

kak, gimana kalo agnostik atau atheis menjadi kalangan mayoritas di indonesia

Yaaaa, gimana yak...
Ngga akan ada bedanya mungkin.
Mau mayoritas ateis atau agnostik, kalau pemikirannya sama aja kayak sekarang, ya bakal sama aja. Misal, mereka yang ateis atau agnostik tidak ingin punya pemimpin yang beda etnis atau posisi kepercayaan, ya tetep weh bakal demo.
Yah ini mah bukan masalah posisi kepercayaan sih, tapi pola pikir masyarakatnya. HEHEHEHE...
- Jester

View more

Next