Ask @at_kopisenja:

Siapa kamu yang di bumi tapi mencari ku hingga ke langit?

Ini dia kisahnya
“Ksatria jatuh cinta pada putri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Sang putri naik ke langit. Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang. Tapi tidak tahu caranya terbang. Ksatria keluar dari kastel untuk belajar
terbang pada kupu - kupu. Tetapi, kupu - kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon. Ksatria lalu belajar pada
burung gereja. Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara. Ksatria kemudian berguru pada
burung elang. Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. Tak ada unggas bersayap yang mampu
terbang lebih tinggi lagi. Ksatria sedih, tapi tidak putus asa. Ksatria memohon pada angin. Angin mengajarinya
berkeliling mengitari bumi lebih tinggi dari gunung dan awan. Namun, sang putri masih jauh diawang - awang, dan tak
ada angin yang mampu menusuk langit. Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa sampai suatu malam, ada Bintang Jatuh
yang berhenti mendengar tangis dukanya. Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya. Melesat lebih
cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Namun, kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Putrinya,
ia akan mati. Hancur dalam kecepatan yang membahayakannya, menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Dan, ia relakan nyawa itu
bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan. Bintang Jatuh menggenggam tangannya. Ïnilah perjalanan sebuah
cinta sejati. Ia berbisik. Tutuplah matamu Ksatria. Katakan untuk berhenti bagitu hatimu merasakan keberadaannya.
Melesatlah mereka berdua. Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil. Tapi hangat jiwanya
diterangi rasa cinta. Dan, ia merasakannya. Berhenti. Bintang Jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat putri cantik
yang kesepian. Bersinar bagaikan gugus orion ditengah kelamnya galaksi. Ia pun jatuh hati. Dilepaskannya genggaman
itu. Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya. Ksatria melesat menuju kehancuran. Sementara Sang
Bintang Jatuh mendarat turun untuk dapatkan Sang Putri. Ksatria yang malang. Sebagai balasannya,
dilangit kutub dilukiskan aurora. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hari ksatria.”

View more

+1 answer Read more
Next