Ask @ayuanantama:

https://tirto.id/rumoh-geudong-dan-setengah-hati-pengusutan-korban-konflik-aceh-cTBw Gue heran kok pembantaian kayak gini gak pernah ada di buku sejarah sekolah ya? Terlalu "aib" kah?

Aku ga pernah sekolah di sekolah Indonesia, tp di German School Jakarta diajarkan kok. Rasanya di Indonesia sendiri semua yg berhubungan dgn Soeharto atau Orde Baru dapet get out of jail free card kali ya karena masyarakat kurang peduli dengan nasib buruk orang lain...
Buktinya bisa jadi calon presiden juga kok walaupun melanggar HAM dan tetap disupport dengan kata-kata "itu sudah selesai di masa lalu"... (2014)
Disrespectful banget ga sih bagi keluarga korban?

View more

Mana yang lebih besar kemungkinannya untuk terjadi: orang pintar berada di lingkungan orang goblok lalu ikutan terbawa menjadi goblok, atau orang pintar berada di lingkungan orang goblok dan mempengaruhi orang goblok di sekitarnya menjadi pintar?

Ibaratnya kamu sebagai orang pintar berdiri di atas meja. Orang bodoh berdiri di lantai.
Nah... Lebih gampang kamu tarik mereka keatas meja atau kamu ditarik ke lantai?
Kira-kira begitu sih.

View more

menurut kamu wajar gak cowok pipis sembarangan?

Kalau lagi di hutan atau taman dan pipis di tempat yang orang nggak lewati, terserah.
Selain itu sih benci banget orang pipis sembarangan. Di kota2 besar subway stations itu selalu bau pesing karena org kencing sembarangan and it's so disgusting, like y u do that you imbéciles.
So no, definitely ga wajar. Belajar tahan kencing atau beli popok gih

View more

Berkaitan dengan masalah yang menimpa Gita dan Helmi, mari kita menyoroti satu topik yang spesifik yaitu pelecehan seksual. Apakah banyaknya pelaku pelecehan seksual ada korelasinya dengan rendahnya tingkat pendidikan para pelaku pelecehan seksual tersebut? #TanyaWargaAskFM

Most definitely.
Aku yakin, trolls yang mengirim messages begitu, berpendidikan rendah. Bukan hanya dalam arti akademis, tapi terutama dalam hal social intelligence.
Terlebih lagi, agama. Maaf aja ya, tapi laki-laki yang diajarkan bahwa male > female oleh agama mereka, pasti akan lebih disrespectful terhadap perempuan. Apalagi kalau di society sexualitas itu ditabukan, malah bikin mereka jadi sexually repressed dan lash out. Semenjak di Jerman banyak pendatang, aku tambah sering disuitin atau dipelototin di jalanan, sama kayak abang2 di Jakarta gitu... Dan pelakunya SELALU orang timur tengah... Bummer..
Temen2ku kebanyakan laki2. (I went clubbing with 7 guys yesterday and I was the only female... So...) Dan belum pernah ada yang macem-macem, karena emang semuanya well-educated dan well-mannered. Tau lah batasnya dimana. Mereka mau flirt ke cewek lain di club pun jg baik2 dan ga langsung megang pantat. Here's the thing: all of them are university students and they were all taught girls and boys are equal. Sure, we make misogynistic jokes then and now, but that's just it: they're just jokes.
Lain sama orang-orang yang berpendidikan rendah tapi malah anggap dirinya macho dan hebat. Akhirnya jadi abang2 jijik yang either 'ngajak ngentot' lewat DM atau suit2 ga jelas di jalanan.
INSENSITIVE BANGET SIH (lololol 😂 😂 😂)

View more

+1 answer Read more

dari kasus gita vs helmi ini, gw menyimpulkan kalo kita emang harus jaga ucapan di manapun. terlepas siapa yg bener dan salah, orang yg ngomong kasar seakan auto-salah, dan yg sopan seakan auto-benar. gita ini mirip kayak seorang gubernur yg prestasinya banyak, eh dijatuhkan cuma krn salah ngomong

Aku ga mau judge kepribadian dia secara menyeluruh, karena aku nggak kenal dia dan belum pernah denger apa2 ttg dia, tapi cara dia handle masalah ini cukup immature dan yang pasti tidak sopan.
Aku ga tau juga, dia tuh terkenal 'berprestasi' apaan sih?
Kuliah di Jerman? Itu aja mah aku juga, bahkan udah lulus lol
PS: tolong jangan sangkutkan dgn kasus Ahok, karena terlihat sangat konyol.

View more

Terima kasih kak atas jawaban dan sarannya. God bless you. Btw ka, i have anothe question. Saran kk gmn ya, aku studi di FH & modulnya tiap semester ada 6. Do i need to take a risk buat ambil semua nya? klo kk dulu gmn? terima kasih. Omg kk Staatsexamen?? lebih keren lagi sih itu! Selamat ya kaak!

Honestly, itu tergantung work capacity kamu... Dan itu cuma kamu yang tahu.
Menurut aku sih ga apa-apa kalau kamu "schieben" satu Fach dulu untuk semeseter /tahun berikut, ASAL jangan banyak-banyak. You know yourself best and know how much you can learn. Jangan sampe kamu overestimate, cuma gara-gara ada yang expect begitu. Takutnya kamu ambil courses dan malahan fail, kamu seterusnya lebih discouraged dan nggak semangat lagi. Kan sayang.
Tapi juga jangan keterlaluan. Aku kenal orang-orang yang saking keenakan schieben2 melulu, udah semester 10 tapi Modulnya masih banyak yang mereka ga ambil. Don't be that person.
Kalau Staatsexamen nggak bisa milih-milih. Kalau emang ada 8 Fächer, ya aku harus ambil (dan lulus) semuanya, kalau nggak harus ngulang 1 tahun, so I had to take all of them anyway, I had no choice haha
Thank you :)

View more

ka aku lagi semester 2 nih di jurusan wirtschaftsrecht. Boleh share tips untuk menghadapi Klausur dan how to survive uni life di Jerman. Aku liat temen2 ku di indo yg udh pd lulus sih aku seneng. Cuma aku lebih salut dan terinspirasi bgt sm org asing/Indonesia yg bisa lulus Bachelor degree di jerman

Hi dear,
Aku sebenernya ga bisa kasih tips bener-bener sih ala-ala vlogger Indonesia gitu, karena aku sih jalanin santai aja tanpa banyak mikir...
Yang penting kamu rajin belajar dan konsen kuliah dan bukan cuma jalan-jalan bareng temen doang (itu nanti ada waktunya juga haha).
I think the most important thing is setting a goal: "aku harus lulus 4-5 semester lagi". And then you work towards it.
Kalau soal Klausur, aku sayangnya nggak tahu banyak tentang Wirtschaftsrecht dan Fächer2nya.... Emang pasti banyak yang nggak menarik dan kamu anggap ga penting, tapi itupun juga harus dilaluin, so try to find something good in it too.
Good luck with your studies!
PS: I didn't do Bachelor, I had 5,5 years of Staatsexamen, because it's a medicine degree ;)

View more

Next