Ask @ayuanantama:

Ini Budi. Budi menguasai empat bahasa: bahasa Indonesia, Inggris, Prancis dan Spanyol. Mana hal yang paling mungkin terjadi: Budi mencampur-aduk penggunaan kosakata dari empat bahasa dalam percakapan ala "anak Jaksel", atau Budi tertib memakai satu bahasa saja secara konsisten dalam percakapan?

Ini Nadia. Nadia menguasai empat bahasa: bahasa Jerman, Inggris, Indonesia dan Prancis. Selain itu, ia juga mengetahui basics bahasa Spanyol.
Yang terjadi adalah: saat berbicara bahasa Jerman ia mencampurkan bahasa Inggris. Bahasa Indonesia terkadang harus dilengkapi dengan kata-kata dari bahasa lain.
Kenapa?
Karena tidak semua bahasa itu sama. Seringkali sebuah expresi di bahasa tertentu tidak kena tepat emosi yang ingin disampaikan. Ada lagi kasus, dimana sebuah kata tidak ada di bahasa lain, misalnya kata "tanggung" tidak ada di banyak bahasa (this a fact, I asked around and taught it to so many friends, because it's SUCH a convenient word!)
Atau yahh, dalam momen tertentu emang lagi "ngeblank" kata yang cocok di satu bahasa.
Kalau berbicara dengan seseorang Nadia akan mencoba menggunakan satu bahasa secara konsisten, namun kalau menguasai 4 bahasa, kadang-kadang ada yang "keceplosan", karena menurut persepsinya, kata itu lebih tepat atau karena memang lagi tidak ingat katanya.
Kalau menyampur bahasa ala "anak Jaksel" agar terlihat "cool" emang Nadia sama sekali tidak menyukai, apalagi kalau grammar yang dicampurkan salah atau sama sekali tidak diperlukan.
Honestly, stick to one language and stop mixing unecessarily.

View more

kenapa ya pas ada yg jadiin lisa blackpink buat bacol dibilangnya "SEXUAL HARASSMENT!!". tapi giliran jojo buka baju pada tereak "duh rahimku anget" "becek niih" "buka yg laen doong" ngga dibilang sexual harassment?

Because people are retarded. Feminists mau "sexual liberation" . Aku ngerti sih karena selama ini sexual desires of a woman ditabukan jadi mereka anggap sekarang giliran mereka. Tapi cara mereka sih salah karena malah bikin negatif kaum lelaki. Masa perempuan sekarang seenaknya ngomong "fill me up daddy" tapi kalau cowok yang ngomong "bahan coli" mereka anggap itu objectification? Cewek lebih drama dan cepet offended sih.
Kalo cowok sih adem-adem aja. Malahan pasti seneng digemari cewek.
Personally I think it's normal for either woman or man to find someone so attractive they'd bang the shit out of that person.
Tapi ya pake otak aja sih, jangan pake alat kelamin saat ngomong ga usah aneh-aneh.

View more

https://ask.fm/ayuanantama/answer/151335806882?utm_source=copy_link&utm_medium=android Kak, katanya teori ini udah gak berlaku karena ada bukti baru kalo itu gak bener. Maksudnya, perasa di lidah itu gak dibagi kayak gitu. Emang itu beneran ya Kak?

This is how I learned it 4 years ago. Keep in mind that I studied veterinary medicine and the gustatory sense wasn't a priority haha.
Mungkin aja sih ada yang lebih terupdate :)

View more

Kenapa air putih rasanya ga ada?😐

Untuk bisa mengenali rasa (gustation), reseptor2 di lidah memerlukan zat atau ikatan kimia yang tertentu. Misalnya untuk merasakan asin lidah harus terkena kontak dgn ikatan garam sperti NaCl atau CaCl2... Sedangkan untuk merasakan asam lidah membutuhkan kation H+, untuk rasa umami asam Glutamat dll.
Berhubungan air murni tdk ada zat2 itu, ya kita tdk merasa apa-apa karena reseptor2 tdk mengirim signal ke otak.
Sorry, my Indonesian is super bad, I can't explain scientific stuff for shit.

View more

https://tirto.id/rumoh-geudong-dan-setengah-hati-pengusutan-korban-konflik-aceh-cTBw Gue heran kok pembantaian kayak gini gak pernah ada di buku sejarah sekolah ya? Terlalu "aib" kah?

Aku ga pernah sekolah di sekolah Indonesia, tp di German School Jakarta diajarkan kok. Rasanya di Indonesia sendiri semua yg berhubungan dgn Soeharto atau Orde Baru dapet get out of jail free card kali ya karena masyarakat kurang peduli dengan nasib buruk orang lain...
Buktinya bisa jadi calon presiden juga kok walaupun melanggar HAM dan tetap disupport dengan kata-kata "itu sudah selesai di masa lalu"... (2014)
Disrespectful banget ga sih bagi keluarga korban?

View more

Mana yang lebih besar kemungkinannya untuk terjadi: orang pintar berada di lingkungan orang goblok lalu ikutan terbawa menjadi goblok, atau orang pintar berada di lingkungan orang goblok dan mempengaruhi orang goblok di sekitarnya menjadi pintar?

Ibaratnya kamu sebagai orang pintar berdiri di atas meja. Orang bodoh berdiri di lantai.
Nah... Lebih gampang kamu tarik mereka keatas meja atau kamu ditarik ke lantai?
Kira-kira begitu sih.

View more

menurut kamu wajar gak cowok pipis sembarangan?

Kalau lagi di hutan atau taman dan pipis di tempat yang orang nggak lewati, terserah.
Selain itu sih benci banget orang pipis sembarangan. Di kota2 besar subway stations itu selalu bau pesing karena org kencing sembarangan and it's so disgusting, like y u do that you imbéciles.
So no, definitely ga wajar. Belajar tahan kencing atau beli popok gih

View more

Berkaitan dengan masalah yang menimpa Gita dan Helmi, mari kita menyoroti satu topik yang spesifik yaitu pelecehan seksual. Apakah banyaknya pelaku pelecehan seksual ada korelasinya dengan rendahnya tingkat pendidikan para pelaku pelecehan seksual tersebut? #TanyaWargaAskFM

Most definitely.
Aku yakin, trolls yang mengirim messages begitu, berpendidikan rendah. Bukan hanya dalam arti akademis, tapi terutama dalam hal social intelligence.
Terlebih lagi, agama. Maaf aja ya, tapi laki-laki yang diajarkan bahwa male > female oleh agama mereka, pasti akan lebih disrespectful terhadap perempuan. Apalagi kalau di society sexualitas itu ditabukan, malah bikin mereka jadi sexually repressed dan lash out. Semenjak di Jerman banyak pendatang, aku tambah sering disuitin atau dipelototin di jalanan, sama kayak abang2 di Jakarta gitu... Dan pelakunya SELALU orang timur tengah... Bummer..
Temen2ku kebanyakan laki2. (I went clubbing with 7 guys yesterday and I was the only female... So...) Dan belum pernah ada yang macem-macem, karena emang semuanya well-educated dan well-mannered. Tau lah batasnya dimana. Mereka mau flirt ke cewek lain di club pun jg baik2 dan ga langsung megang pantat. Here's the thing: all of them are university students and they were all taught girls and boys are equal. Sure, we make misogynistic jokes then and now, but that's just it: they're just jokes.
Lain sama orang-orang yang berpendidikan rendah tapi malah anggap dirinya macho dan hebat. Akhirnya jadi abang2 jijik yang either 'ngajak ngentot' lewat DM atau suit2 ga jelas di jalanan.
INSENSITIVE BANGET SIH (lololol 😂 😂 😂)

View more

+1 answer Read more
Next