Ask @cutalima:

Maksudnya membina keluarga mitra?

Yaa membina keluarga mitra. Setiap kelompok "berkoordinasi" dengan tiga keluarga mitra dari suatu desa dan kami insyaallah akan berkoordinasi sama mereka sampai kami lulus. Koordinasinya terkait dengan kesehatan dong yaa kayak melakukan sambung rasa, menganalisis faktor risiko keluarga mereka, melakukan penyuluhan, dll. Jadinya kami tiap semester dituntut untuk terjun langsung ke masyarakat. Cukup mencerahkan sih, kegiatannya cukup nyenengin, laporannya aja yang kadang ngeselin :)

View more

Gizkes praktikumnya gimana sih

Alhamdulillaah praktikumku masih bisa dibilang menyenangkan Non kalau mau dibandingin sama praktikumnya anak-anak kluster agro :') Kusyukuri aja hehehe.
Yang berkesan di dua praktikum di dua semester pertama:
a) Ilmu Bahan Makanan: pertama kalinya makan steak rare dan medium rare. (enak juga ternyata).
b) Analisis Zat Gizi: menghabiskan satu pak Monde Butter Cookies dan Cimory Yogurt Drink gratis! (nggak juga deng, udah masuk UKT).
.
.
.
Abis ini ask.fm-ku jadi kayak QnA gizi kesehatan :')

View more

+2 answers Read more

Emang di gizkes beneran nggak boleh pake cadar ya?

Wahwah wkwk.
Sebenernya peraturan di FK-KMK UGM melarang penggunaan cadar (berarti kalau gitu gizkes juga kena aturan ini). Alasannya adalah untuk membiasakan calon tenaga kesehatan bertatap muka (bukan bertatap mata aja) dengan pasien, biar pasiennya tau sebenernya yang melakukan tindakan kepadanya itu wajahnya kayak gimana, biar malapraktik bisa dicegah (kali aja yang melakukan tindakan itu dokter palsu hayolo). Agak masuk akal sih mengingat kepercayaan pasien kepada tenaga kesehatan itu sangat penting.
Tapi.. selama dua tahun ini aku juga lumayan banyak mendapati mbak-mbak yang menutupi sebagian wajahnya dengan masker kok. Sejauh ini kayaknya nggak masalah.

View more

gizkes prakteknya di rs ya?

Iyaa, besok semester 8 insyaallah aku ada praktik di RS. Mohon doanya ya Non semoga saya dan teman-teman dilancarkan supaya bisa lulus tepat waktu dengan hasil terbaik sebagai ahli gizi yang mumpuni ilmunya!
Tapi kalau untuk kerjanya nggak mesti di RS kok. Di warung makan bisa, di perusahaan tambang bisa, di mana-mana dah yang penting di situ ada manusia yang masih perlu makan sehat :)

View more

Kenapa kamu memilih gizkes?

:))
Sebelumnya, seumur hidupku aku nggak pernah kebayang jadi ahli gizi maupun orang yang berkecimpung di dunia kesehatan. Dari kecil, cita-citaku jadi penulis atau jurnalis, jadinya minatku dari dulu sebenernya lebih ke arah seni dan humaniora. Tapi aku masuk gizi dengan kesadaran penuh kok, bukan kecemplung atau gimana (tersesat di jalan yang benar mungkin wkwkw). Kenapa?
1. Gizi Kesehatan UGM itu jurusan dengan kurikulum tergilak dan terasyik. Kami belajar tujuh rumpun ilmu: biomedis, gizi manusia, ilmu pangan, ilmu sosial, manajemen, riset, dan humaniora. Paket lengkap banget, kan? Jadinya jangan heran kalau aku dapet mata kuliah sosiologi dan antropologi budaya makan, manajemen dasar, psikologi, komunikasi, dan lain-lain. Kurikulum yang seperti ini membuat masa depan kami 'luas'. Masa depan kami bisa berada di rumah sakit, puskesmas, institusi skala nasional, institusi skala internasional, industri makanan, katering, dan lain-lain. Buka usaha sendiri juga bisa! Jadi dosen dan peneliti juga bisa!
2. Ilmunya superpenting! Mau jadi apapun aku kelak, ilmu ini bakal selalu bisa kuaplikasikan dalam hidupku maupun dalam hidup orang-orang sekitarku. Pada dasarnya, belajar gizi itu belajar caranya jadi orang sehat. Bukannya semua orang harus sehat? Semua orang sebenernya butuh ilmu yang aku miliki dong :)
3. Ahli gizi = ahli hoaks. Wkwkwk. Walaupun aku baru satu tahun jadi mahasiswi gizi, udah banyak banget temen-temenku yang nanya ini-itu tentang gizi. Di satu sisi beban juga sih, tapi di sisi lain itung-itung ini caraku berbuat kebaikan dengan menyampaikan kebenaran. Lumayan laah jadi tabungan amal jariyah :)
4. Gizi itu itungannya ilmu baru. Di Indonesia, ilmu ini baru mulai ditekuni pada awal 1900-an. Sekarang pun ilmu gizi sedang gencar-gencarnya berkembang (terutama di bidang kajian gizi molekulernya).. barangkali aku bisa jadi salah satu orang yang berpartisipasi dalam perkembangan ilmu gizi? Hehehe, mohon doanya saja ya, Non :')
5. Ilmu ini ternyata alhamdulillah bisa bikin aku makin yakin akan keberadaan-Nya berkat kekagumanku terhadap ciptaan-Nya. Belajar gizi itu kan belajar tentang bagaimana tubuh bekerja secara kimiawi, ya, Non, jadi kaitannya pasti sama enzim, vitamin, mineral, asam amino, dan lain-lain gitu lah. Apa yang selama ini we take for granted ternyata sebenernya tidak sesederhana itu. Dalam proses penyerapan dan penggunaannya, zat-zat gizi itu butuh satu sama lain. Proses reaksinya panjang banget serius dah susah ngehafalinnya aku. Kalau zat gizi lainnya nggak ada, dampaknya bisa fatal. So much things can go wrong within our body, but alhamdulillaah Allah telah menciptakan manusia dengan sedemikian 'sempurna'-nya sehingga semua proses itu seringnya berjalan lancar. Maka nikmat mana yang kamu dustakan? :')
Jadi begitu Anon. Kalau mau tau cerita lebih lengkapnya, besok kalau ketemu aku nanya langsung aja, dengan senang hati aku akan bercerita :)

View more

Next