Ask @duriancoklat:

Pernah mimpi nangis sejadi-jadinya karena org yang disayang meninggal? Dan pas bangun orang itu emang beneran udh meninggal. Setelah itu apa yang lu lakukan?

Asal kamu tau, kepergiannya pernah mengubah susunan besar yang sudah kutata baik-baik selama ini. Jika hati bisa berderak maka kehilangan dia tak cuma membuat hatiku patah, tapi juga membuat telingaku pekak. Beberapa saat lamanya aku seperti zombie yang berjalan tanpa nyawa. Semua aktivitas kujalani hanya karena butuh saja, bukan karena ingin melakukannya. Tapi keadaan membuatku bertahan di tengah keterbatasan. Aku memang pernah remuk redam, tapi kini kubuktikan, aku bertahan. Kedekatanku dengannya memang tak perlu dipertanyakan lagi kondisinya. Aku hafal di luar kepala bagaimana bentuk tubuhnya, aku pernah jadi pecandu nomor satu dari aroma parfum khasnya. Bahkan sampai kini aku masih bisa menghapalnya dengan sedetail itu. Kemudian dia pergi, hilang, lenyap dari bumi. Kata orang aku hanya harus ikhlas dan menjalani. Tentu saja lebih mudah menyerah pada gaya gravitasi. Terjun bebas, meretakkan tulang tengkorak dan tulang rusuk sampai benar-benar jadi serpihan sekecil atom. Tapi kutau dia tak akan bahagia melihatku menyerah pada keadaan. Aku ingin jadi orang yang bisa membuatnya tersenyum di atas sana. Hello dear, tak perlu khawatir harus sering-sering mengeluarkan tangga demi menengokku. Nikmati apa yang sudah jadi hakmu. Jalani hidup kekal yang nyaman sebagai balasan atas kebaikan-kebaikanmu. Aku bisa bertahan di sini tanpamu. Kamu tidak akan melihatku terpuruk berlama-lama, bersedih karena kenyataan yang ada. Justru aku akan memutar otak agar kesedihan tak melumatku seperti oat encer yang rasanya kau tak suka. Aku merindukanmu. Selalu. Hanya saja karena aku mencintaimu, akan kubuktikan kalau aku akan terus hidup tanpamu.

View more

Dear ayah .......

Sejak aku hadir di dunia, aku dengan sukarela menjatuhkan cinta pada seorang lelaki yang biasa kupanggil dengan sebutan Papa. Dia adalah laki-laki yang memiliki segudang cinta dan tak akan pernah habis. Papa telah membuktikannya sejak aku kecil sampai hari ini. Dia tak pernah lelah menjagaku dengan pelukan hangat yang memberi kenyamanan tiada tara. Tidak hanya itu, jika tanpa Papa aku juga tak akan bisa mengemudikan sepeda yang menjadi sahabat baikku. Bahkan, sampai saat ini ketika aku mulai beranjak dewasa, aku belum lagi bisa menjatuhkan hatiku pada lelaki selain dirinya. Bukan karena tak ada yang mencoba untuk mendapatkan cintaku, tapi karena aku belum menemukan sosok lelaki yang bisa seperti Papa, lelaki yang bisa dengan mudah kucintai tanpa syarat dan menerima bagaimana pun keadaanku. Aku memutuskan untuk tidak buru-buru menjatuhkan cintaku, karena aku ingin seperti Mama. Aku ingin mendapatkan figur lelaki terbaik seperti pilihan Mama. Aku tidak mengatakan jika saat ini tidak ada lelaki yang baik. Pada dasarnya semua lelaki diciptakan dengan baik dan untuk menjadi baik. Hanya saja aku yang belum beruntung menemukan laki-laki baik itu. Seorang lelaki yang kuharap bisa sepertimu, Pa. Aku tahu Papa selalu berusaha menjaga agar air mataku tak pernah turun karena kesedihan yang aku punya. Papa pernah menasihati agar aku lebih bisa hati-hati menaruhkan harapan pada seseorang. Aku selalu ingat apa yang Papa bicarakan dulu, kelak ketika aku mulai mencari pendamping hidup, dia haruslah laki-laki yang bisa mengasihiku tanpa syarat apa pun. Papa juga bilang jika lelaki itu haruslah seseorang yang dapat membuatku nyaman. Pa, sampai hari ini belum kutemukan dia. Tapi, percayalah, sampai kapanpun itu akan selalu kuingat karena aku tak mau pergi tanpa mengantongi secuil restu darimu. Aku memang tak pernah bilang padamu. Tapi Papa perlu tahu. Putri kecilmu ini mencintaimu dari dulu. Terima kasih atas segala cinta yang sudah Papa berikan untukku. Maaf jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi seseorang yang membanggakan. Tapi, aku akan terus berusaha dan aku juga akan selalu membawamu dalam setiap rapalan doa

View more

Quotes nya dong

Rasa sakit ternyata mampu membuka mataku pada rasa ikhlas atas seseorang yang memilih untuk pergi. Rasa sakit menyadarkan aku untuk mencintai diriku sendiri dan menerima apa pun yang terjadi padaku bukan malah berlari dan tidak mengakui. Luka yang kukira akan membekas sangat hebat ternyata akan memudar seiring berjalannya waktu. Waktu yang akan menyembuhkannya walau meninggalkan bekas rasa syukur dan kenangan untuk masa depan. Luka yang kukira paling parah hanya akan jadi hal yang mungkin akan kutertawai nanti. Ternyata waktu tidak sejahat yang kupikir, hanya saja saat terluka semua orang menjadi sangat sensitif. Percayalah waktu akan menyembuhkan segala luka yang ada. Waktu yang akan mengajarkan kita untuk bersyukur dan waktu yang akan membuat kita terus menjalankan hidup dengan harapan yang baru.

View more

Next