@gunalisver_alfarizy

Salman Fariz

iya kak, mereka udah jadi musuh bebuyutan sejak lama, menurutmu gimana rivalitas mereka&peluang ahsan/hendra di Olimpiade Rio yang tinggal menghitung hari ini

Rivalitas Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dengan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sudah terasa sejak akhir 2013. Saat itu Lee Yong Dae baru saja dipisahkan dari Ko Sung Hyun karena meskipun mereka sukses menduduki peringkat 1 dunia di nomor Ganda Putra, pasangan ini kesulitan mengalahkan Ganda Putra Indonesia Ahsan/Hendra yang saat itu menyandang gelar Juara Dunia 2013. Akhirnya tim pelatih timnas bulutangkis Korea memutuskan Lee Yong Dae dipasangkan dengan Yoo Yeon Seong. Benar saja, Sang Juara Dunia langsung kewalahan menghadapi Lee/Yoo, terhitung Ahsan/Hendra mengalami 3 kekalahan beruntun di 3 pertemuan pertama mereka melawan Lee/Yoo.
Yeah.. Lee/Yoo really unstoppable for a year, they seem do not have any weakness, but...
Kelemahan Lee/Yoo akhirnya terekspos di Final Kejuaraan Dunia 2014 di Kopenhagen, Denmark. Saat itu terjadi "ALL KOREAN FINAL", Lee Yong Dae berpasangan dengan Yoo Yeon Seong harus menghadapi mantan partnernya Ko Sung Hyun yang berpasangan dengan Shin Baek Cheol. Ko Sung Hyun adalah mantan partner Lee Yong Dae dan juga pernah berpasangan dengan Yoo Yeon Seong sehingga paham karakter bermain Lee/Yoo. "Keeping the attack on Yoo and Give Drop Shot on Lee" adalah cara yang sangat efektif menghancurkan gaya permainan ultra defensif Lee/Yoo. Manuver Sempurna Lee/Yoo sepanjang tahun 2014 dihancurkan oleh kompatriot mereka sendiri. Cara yang sama juga dilakukan Ahsan/Hendra di final Asian Games 2014 di Incheon, Korea. Saat itu Ahsan/Hendra sukses mempermalukan Lee/Yoo di depan publik mereka sendiri dalam pertarungan ketat selama 3 game. Lee/Yoo kembali menelan kekalahan atas Ahsan/Hendra di Semifinal Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta. Akhirnya, publik Korea dan Indonesia menjuluki Lee/Yoo sebagai "The King of Super series who always lost in Major Tournaments". Yha.. Lee/Yoo bergelimang gelar di Denmark Open, French Open, Japan Open, Korea Open, Indonesia Open, dll tapi mereka selalu kalah di Kejuaraan Dunia, Thomas Cup, Asian Games hingga Dubai Superseries Finals. Sementara Ahsan/Hendra selalu memenangkan pertarungan melawan Lee/Yoo di turnamen yang penting-penting seperti Kejuaraan Dunia, Thomas Cup, Asian Games, Dubai superseries finals. Olympic Games adalah salah satu turnamen yang penting dan utama di sistem poin BWF.
Jika tren ini terus berlanjut, artinya Ahsan/Hendra yang akan keluar menjadi jawara Olimpiade Rio 2016 dan berdasarkan olympic seeding BWF artinya mereka akan bertemu Lee/Yoo di final Olimpiade Rio 2016 dan Ahsan/Hendra yang akan keluar sebagai pemenang.
Kemudian berdasarkan data BWF Head to Head Analysis, rekor pertemuan Ahsan/Hendra V Lee/Yoo adalah 6-7 untuk keunggulan Lee/Yoo. Tapi, 2 pertemuan terakhir selalu dimenangkan Ahsan/Hendra. Harapannya pasti Ahsan/Hendra bisa meraih kemenangan ketiga kalinya secara beruntun atas Lee/Yoo agar rekor pertemuan mereka menjadi 7-7 yang artinya Ahsan/Hendra meraih medali emas Olimpiade.
❤️ Likes
show all
naegoya’s Profile Photo fadilahgita’s Profile Photo

Latest answers from Salman Fariz

Tips mengerjakan soal geografi, misalnya sbmptn ataupun olimpiade

Belajar belajar belajar
Berdoa berdoa berdoa

Kapan dan di umur berapa sih seseorang itu bisa jalani hubungan serius tanpa ada kata main main?

Relatif, tiap orang beda, udah itu aja

udah tau hasil osn geo kak?

Gatau kalo yg 2017..
Taunya hasil pelatnas 3 IBO (International Biology Olympiad), dan akhirnya diumumkan wakil Indonesia untuk IBO 2017 yang akan diselenggarakan di Inggris... dan 2 dari 4 wakil Indonesia berasal dari Sekolah Gue !!!, yaps, SMA Semesta !!!...

share referensi materi geo dari internet dong kak, link webnya gitu.. makasih

Tahukah kamu bahwa sekarang ada teknologi bernama google :)

Kak tau Jamal Habibur Ga? Desc boleh nih Kak

Jadi pertama aku ketemu jamal itu pas OSP Geo 2015 di tempat makan, ku pikir literally dia peserta osp TERBESAR, jadi ku coba ajak ngobrol, trus ku tanya udah pernah ikut OSN belum?, dia jawab udah, dapat medali apa?, dia jawab emas coba kurang ajar banget kan ._. dari badannya aja gak meyakinkan..hahaah skip
.
ternyata dia lolos OSN !, dan lebih mengejutkan lagi dia masih kelas 9 SMP !, trus pas pelatda dia cerita kalo tahun lalu waktu kelas 8 SMP dia sukses meraih medali emas OSN IPS !, dan aku jg tau kalo waktu dia kelas 7 SMP dia jg meraih medali perak OSN BIOLOGI !, masyaallah multi talent bat anak ini, walaupun badannya gak meyakinkan,g*emuk kek pemales gitu, tp emang bener kata enstein kalo "orang malas akan mencari metode termudah dalam mengerjakan sesuatu" dan pas pelatda dia tambah males lagi, kerjaannya makan tidur doang sampe bobotnya 100kg lebih..hahahaahh yaa kan mal @JamalHabibur lalu yang ku bingungin kok anak kek gini bisa lolos tes kesehatan di Tarnus yak, padahal aku udh ngerayu dia buat masuk Semesta, tp dia keukeuh ke TN -___- *padahal doi nya Jamal masuk semesta🙊, jadi mungkin dia suka LDR..
.
Cita-cita nya ingin jadi pilot pesawat Sukhoi, makanya dia masuk TN supaya bisa ke Akmil spt kakaknya yg jg anak TN dan Akmil, pas pelatda kamarnya berantakan banget, trus banyak tisu berserakan gitu (maafkeun ini agak aib), kalo ngitung cepet banget, kalo makan apalagi, sebulan di TN bobotnya turun 30kg !!! (tapi naik lagi keknya deh soalnya aku liat dia di stand granity pas penutupun PDK TN XXVII, udh melar lagi tuh jamal).
.
Meskipin usianya masih sangat belia, dia mampu meraih Medali Perunggu di OSN SMA !!! dan di pelatnas 1 dia ditunjuk jadi ketua kelaas !!!, hebat kan, padahal dia paling muda lohh.. dan inilah fotoku bersama Jamal saat dapat medali...

View more

Language: English