Ask @hammadr:

Hal apa yg bikin yakin melakukan nikah muda? Share ilmunya ustadz

1. Anjuran dari Nabi kepada para Pemuda.
Kita tahu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alayhi wa Sallam merupakan sosok yang begitu cinta dan sayang kepada umat beliau. Kita juga tentu meyakini, bahwa segala anjuran maupun larangan yang beliau sampaikan merupakan wahyu dari Allah Ta'ala.
Saya yakin betul, bahwa ketika beliau menganjurkan agar para pemuda segera menikah, anjuran tersebut adalah anjuran yang disampaikan dengan penuh cinta, selain merupakan wahyu dari Allah.
Yang saya pahami dan yakini, Beliau tidak akan menganjurkan sesuatu yang mencelakakan atau merugikan umat beliau. Allah juga tidak akan men-syariatkan sesuatu untuk menyakiti hamba-Nya.
2. Butuh terhadap Pasangan.
Setiap orang pada dasarnya sama, ya. Diakui atau tidak, lazimnya orang ketika sudah mulai memasuki usia baligh, (orang normal) akan muncul rasa ketertarikan dengan lawan jenis. Perasaan ini nggak memandang latar belakang seseorang. Entah itu orang jahat ataupun baik, kafir maupun muslim, fajir maupun shalih.
Sebagian kawan menyangka, karena saya sejak kecil banyak belajar seputar agama dan al-Qur'an, saya tidak memiliki ketertarikan terhadap wanita. Bagi saya, anggapan semacam ini memang sedikit unik, walaupun saya juga memahami bagaimana sangkaan ini bisa ada pada diri mereka.
Saya memang tidak banyak membicarakan seputar lawan jenis, apalagi di depan orang banyak. Saya juga bukan seseorang yang suka ngode-ngode. Wajar kalau sebagian beranggapan seperti di atas.
Yang agak parah sih, ada beberapa kenalan punya prasangka buruk ke saya, kalau saya sukanya dengan sesama jenis, karena 90% teman-teman saya adalah laki-laki, apalagi saya juga rada cuek terhadap perempuan.
Tapi di balik itu semua, beberapa kenalan dekat saya memahami betul bagaimana saya sejak sekolah menengah memiliki ketertarikan terhadap wanita. Bahkan, kadang muncul rasa cemburu ketika ada kawan lain juga tertarik terhadap wanita yang saya sukai ketika itu, hehe. Tapi itu sudah berlalu, masa-masa cinta monyet, kalau kata orang.
3. Fitnah Akhir Zaman.
Dasarnya, Allah memang telah menetapkan lawan jenis sebagai fitnah (ujian) bagi kita. Silakan cek QS Ali Imran 14. Hal serupa juga disabdakan Nabi Shallallahu 'Alayhi wa Sallam dalam beberapa hadits beliau.
Dari beberapa ayat dan hadits, kiranya ada 2 maksiat yang paling banyak dilakukan manusia yang sebab maksiat tersebut adalah dari salahnya sikap terhadap lawan jenis, yaitu maksiat mata dan kemaluan.
Itu yang sudah fitrahnya. Ditambah lagi, kita ini, bisa dibilang, sudah hidup di zaman-zaman akhir. Fitnah semakin gencar menyambar. Bukan hanya di dunia nyata, bahkan yang lebih parah justru di dunia maya.
Mungkin nggak perlu saya terangkan, kita semua sudah faham. Intinya, bagi saya, menikah adalah salah satu solusi dalam menjaga mata dan kemaluan saya di zaman godaan untuk bermaksiat dengan 2 anggota tubuh tersebut sudah begitu besar.
Perlu diingat, amal shalih yg dikerjakan belum tentu diterima sedangkan dosa yg dikerjakan sudah pasti dicatat.

View more

Kak ad rekomendasi buku atau bacaan gitu untuk mempersiapkan diri menuju pernikahan? Syukron

Paling dasar dan wajib dipelajari, fiqih nikah dan thalaq.
Bukunya macem-macem yang membahas ini. Kadang juga jadi satu dengan kompilasi fiqih-fiqih dasar.
Kenapa perlu belajar fiqih nikah?
Supaya memastikan pernikahannya sah, jadi kedepannya nggak zina dan status anak jelas. Tatacara pernikahannya tidak tercampur dengan yang diharamkan. Hak dan kewajiban masing-masing pasangan ditunaikan.
Setelah itu, kalau saya pribadi, banyak dengar kajian ustadz Salim, ustadz Bendri, Habib Ali Al-Hamid, Habib Umar dan lain lain. Tujuannya belajar bagaimana cara supaya pernikahan jadi barokah, bukan sekedar jadi siklus manusia biasa.

View more

Sudah 26 hari saya tetap berdiam diri dirumah. Sementara di kota suami, tidak ada seorang kerabat wanita ini seorangpun. Bolehkah bagi wanita tersebut, pindah dari kota suaminya menuju kota wali atau orang tuanya untuk menghabiskan masa iddah disana?

Saya kurang tahu. Silakan tanya kepada ulama yang lebih faham.

View more

Dan di masa iddah karena ditinggal mati suaminya. Tetapi ia tidak ber-iddah dalam rumahnya, ia keluar rumah karena kebutuhan syar`inya yang mendesak. Apakah wajib bagi wanita ini untuk mengulang masa iddahnya? Apakah ia berdosa karena perbuatan itu?

Nggak ada perkara ulang masa iddah. Untuk dosa atau tidaknya, saya tidak tahu.

View more

Assalamualaikum saya ingin bertanya, jika mengetahui tolong dijawab karna saya masih awam dan shock akan hal seperti ini. Apabila hal itu terjadi, seorang suami meninggal dunia, sementara isterinya masih dalam keadaan sedang mengandung. Bagaimana dan berapa lama seorang isteri harus beriddah?

Wa'alaykumussalam wa rohmatullah wa barokaatuh. Yang saya tahu, masa 'Iddah wanita yang hamil itu sampai melahirkan.

View more