Ask @heyhestyy:

Kapan terakhir kali kamu nangis? Karna apa?

Kapan ya?
Kemarin sore. Liat ada bapak tuna netra yang jalan sendirian sore-sore. Beliau tukang pijat keliling. Sempet liat ada kontak nya gitu di tas yang beliau pake.
Kenapa nangis?
Ya sedih. Beliau yang secara fisik terbatas aja masih semangat jalan kaki sendirian.
Nggak ngemis, nggak minta minta dijalan.
Beliau tetep semangat bekerja cari uang.
Dan kita yang sempurna fisiknya kadang masih suka mengeluh.

View more

tes pakek perawatan wajah apa? kok mulus gak pernah ada jerawat

Gak perawatan banget sih. Cuma emang harus rajin cleansing. Double-cleansing sih kalo emang kamu tipe cewek yang pake make up minimal foundation atau bedak tiap hari.
Banyak kok cleanser di drug store yang aman di kulit. kuncinya di cleansing. Kalo rajin cleansing Insyaallah bersih muka nya.

View more

Lagi rame iqbale jadi cast bumi manusia. Gimana menurut kalian?

Hmmmm gimana yaaa.
Jadi sebenernya it's not about the cast. Ku suka kok ma iqbaale. Biasa lah, role modelnya anak zaman sekarang. Apalagi doi kan good looking, suara bagus, talented, pintar pula. dan sekarang doi lagi melambung jauh terbang tinggi ~~~
Ku pernah kok nonton filmnya yang "ada cinta di sekolah". Karakternya dia yang tipe cowok sweet, baek budi lah pokoknya disitu.
Nah tetibaan casted di Dilan. dan Dilan adalah salah satu tokoh imajiner yang sangat membekas diingatan ku sebagai pembaca. Karakter yang cool, idealis, rebel, setia, humoris, pokoknya keren lah. Eh, diperanin ma iqbale.
Honestly, I didn't get the vibe when bunch of people were watching the movie. Because I know, they went there for iqbal, not for Dilan.
Yaudah, ku tak menontonnya di bioskop. Because it will ruin my imagination.
Gak adil rasanya ya menilai film cuman karena castnya. Akhirnya udah lamaa banget baru sempet nontont. dan bener sih sesuai prediksi. He's not potray Dilan, my imaginary-crush. Setelah diskusi juga sama beberapa pembaca trilogi Dilan, ya mereka merasakan hal yang sama. Bukan melulu tentang cast, tapi roh dalam filmnya. Ada yang kurang gitu. Ya memang sih, susah lah ya memvisualisasikan buku. Apalgi memuaskan semua penggemar buku yang rata2 punya imajinasi tinggi.
Kembali ke bumi manusia. Baca buku ini sekitar tahun 2009. Waktu itu tugas bahasa indonesia, meresensi buku. Jadi buku ini kental banget akan nilai sosial dan budaya nya. Banyak quotes kesastraan yang pasti nanti bakal ngetrend lah ya.
Jadi, ku lebih khawatir ke sutradara sih daripada ke cast nya. Apakah nanti bumi manusia cuma mau fokus ke percintaannya, atau ke sosial budaya nya. Karena, buku ini sastra yang kaya akan nilai budaya zaman belanda. Nilai-nilai sosial dan politik juga. Menceritakan gimana sih dulu Belanda memperlakukan kita pada zaman itu.
Jadi kalo fokusnya cinta-cintaan aja, duh, mending gak usah dijadiin film.
Semoga tidak mengecewakan ya. Walaupun ku juga tak berharap.

View more

Next