min aku anak indigo. kata mimin itu suatu keistimewaan atau kelemahan?

Keistimewaan:)

min semenjak jadi admin ini mimin sering kaya 'diusilin' gak? kaya gak dibolehin buat akun ini?

farrasnabilapuspita’s Profile PhotoFarras Nabila Puspita
Alhamdulilah enggak, hhhh kamu nakut-nakutin:(

Okay min email yahoo nya apa?'-'

Bio
Liked by: Jessica michelline

Related users

tempat horror di bandung dong hehe

rania
1. Tanjakan Emen Kabupaten Bandung
Seringnya terjadi kecelakan lalu lintas yang memakan korban jiwa di kawasan Tanjakan Emen sepertinya cukup membuat banyak orang berpikir bahwa daerah ini menjadi berhantu. Sehingga menurut mitos yang beredar, kamu harus melempar 2 batang rokok ke pinggir jalan kalau tidak ingin mengalami kejadian seram saat melintasi daerah ini. Beberapa orang yang tak melempar rokok mengalami kejadian aneh seperti kendaraan yang mendadak mogok dan melihat sosok penampakan hantu anak kecil. Well, boleh percaya atau tidak.
2. SMA 5 Bandung
SMA 5 Bandung adalah salah satu SMA favorit di Bandung yang terletak di jalan Belitung no.8 Bandung. Sama seperti kebanyakan gedung SMA di Indonesia yang merupakan bangunan masa lalu, SMA 5 Bandung juga masih berdiri tegak meski dibangun saat jaman kolonial belanda. Disebutkan ada tiga jendela di sekolah ini yang selalu terbuka. Tak hanya itu, mitos setempat percaya kalau kamu yang mencoba memutari bangunan ini sebanyak 3 kali akan melihat hantu perempuan Belanda yang muncul di jendela itu. Konon katanya sosok hantu perempuan Belanda yang bernama Nancy tersebut melakukan bunuh diri di sekolah itu.
3. Jalan Cipaganti Bandung
Sebagai salah satu jalan lalu lintas terpadat, jalan Cipaganti memang ramai oleh hilir mudik kendaraan baik siang dan malam. Namun cerita misteri menyebutkan bahwa sering terlihat penampakan hantu pria tanpa kepala dengan baju pendekar jaman dulu yang muncul sekitar pukul 01.00 dini hari. Penasaran? Silahkan kamu melewati jalan ini pada jam tersebut. Bukan kebetulan pula jika salah sati radio terkemuka di Bandung yakni radio Ardan yang sering menayangkan program cerita misteri Nightmare Side terletak di daerah ini.
4. Patung H.C.Verbraak di Taman Maluku.
Bagi kamu warga Bandung pasti mengetahui cerita sosok H.C.Verbraak. Verbraak disebutkan sebagai pastor asal Belanda yang bertugas di Aceh pada tahun 1870 silam serta kawasan Indonesia lainnya. Verbraak meninggal di lokasi monumen tersebut berdiri karena kecelakaan pesawat, sehingga pusara makamnya diletakkan di bawah patung tersebut. Nah, kisah angker muncul ketika beberapa warga sering melihat patung perunggu legam setinggi 4 meter itu bisa bergerak sendiri. Hiiy, percaya?
5. Rumah Ambulance, Jalan Bahureksa No.15
Pernah menonton film HANTU AMBULANCE? Film yang dibintangi Suzanna itu rupanya terinspirasi dari sebuah rumah di Bandung ini. Di halaman rumah tersebut terparkir sebuah mobil ambulance tua yang tertutup. Kejadian horor terjadi saat penutup mobil ambulance ini dibuka, seorang kru kerasukan dan bohlam lampu kamera menjadi pecah. Tapi kisah lain muncul justru menyebutkan bahwa ini adalah bekas rumah kos yang dijadikan tempat prostitusi dengan kisah hantu ambulance untuk mengelabui warga. Saat ini rumah ambulance tersebut sudah menjadi distro.

View more

Aku pecinta horor banget yeay! Banyak banget pengalaman2 yang Gaib bin Mistis

Share dong:) kirim cerita kamu via email ya

cerita hrorr dumzz

Boneka anabelle
Kengerian Annabelle berawal dari anak perempuan bernama Donna pada tahun 1970. Gadis manis tersebut menerima hadiah boneka secondhand jenis Raggedy-Anne dari ibunya. Dengan gembira, Donna membawa Annabelle ke tempat dia tinggal saat kuliah. Awalnya, Dona dan teman sekamarnya Angie tidak merasa ada yang aneh dengan boneka tersebut. Sampai tiba-tiba Annabelle mulai bergeser sedikit demi sedikit. Keduanya berpikir perubahan kecil tersebut mungkin karena sentuhan tak disengaja. Namun setelah beberapa pekan, boneka tersebut semakin berubah posisi.
Puncaknya terjadi ketika Donna dan Angie menemukan Annabelle berpindah dari tempat tidur ke sofa ketika mereka kembali dari berpergian. Lou, teman mereka berdua tidak menyukai boneka tersebut. Menurutnya, ada sesuatu yang aneh dan berbau mistis dalam Annabelle. Namun, Dona dan Angie masih berpikir logis. Perkiraan Lou ternyata bukti. Kedua teman sekamar itu mulai menemukan secarik kertas perkamen di beberapa bagian rumah. Dalam kertas itu, terdapat pesan “tolong kami” dan “tolong Lou”. Ini membuat keduanya merinding karena tak satu pun dari mereka memiliki kertas perkamen.
Keanehan pun terus terjadi. Donna sempat menemukan Annabelle berbalut darah di tempat tidurnya. Darah tersebut seperti berasal dari boneka setan itu. Karena tidak tahan dengan gangguan yang terjaidi, Donna mengizinkan arwah penasaran tersebut untuk tinggal bersamanya. Ternyata hantu itu adalah Annabelle Higgins, gadis berusia 7 tahun yang dibunuh. Arwah tersebut ingin tinggal bersama mereka berdua karena merasa aman.
Kebaikan hati Dona dan Angie justru membawa bencana. Annabelle mulai menyakiti Lou karena tak menyukainya. Tiba-tiba Lou mendapat luka cakaran dan memimpikannya. Akhirnya, mereka memanggil Pendeta Episcopalian, Ed dan Lorraine Warren. Kedua pendeta tersebut segera membawa Annabelle dan mengurungnya di lemari kaca. Ini untuk mencegah boneka setan itu bergerak. Bahkan, di depan lemari kacanya ada peringatan, “Jangan dibuka!”.

View more

Tempat horror di surabaya 2

Horror Story Indonesia
Kampus Universitas Airlangga
Selain dikenal sebagai kampus bergengsi, Universitas Airlangga juga dianggap sebagai lokasi angker terutama beberapa gedung-nya seperti gedung jurusan Sastra dan FISIP. Lorong-lorong menuju kantin Farmasi juga dianggap memiliki aura angker yang cukup mengerikan. Kisah-kisah hantu seperti lampu yang tiba-tiba mati meski baru diganti, suara wanita menangis sampai tiba-tiba terjatuh seperti ada yang memegang di ujung kaki adalah hal biasa. Bahkan bagi kamu yang berani, kamu bisa datang ke gedung ini pada waktu antara magrib dan sebelum isya atau di atas pukul 23.00.
SMA Kompleks (SMA 1,2,5 dan 9)

Masih ingat apa formula pas untuk lokasi berhantu? Ya benar, gedung bangunan lama. Hal itu yang terjadi pada SMA kompleks (SMA 1,2,5, dan 9) yang sudah berdiri sejak jaman Belanda ini. Orang-orang percaya bahwa tempat ini adalah 'gudangnya' hantu. Banyak cerita ganjil yang dialami para pelajar di sana. Seperti saat sore menjelang malam selalu ada suara-suara aneh papan tulis dipukul dan ditulis, toilet yang airnya keluar sendiri, sampai di malam hari ada sosok tentara pelajar tanpa kepala maupun guru Belanda yang berdansa dan suara mesin ketik tak bertuan. Cukup mengerikan.
Kompleks Tugu Pahlawan

Salah satu yang membuat lokasi ini mengerikan adalah adanya makam di tugu Pahlawan. Salah satu gedung di sekitar tugu Pahlawan adalah gedung tua Bank Indonesia yang pernah ada sosok pendekar jaman dulu dengan pakaian khas Madura berkeliling kantor di malam hari. Maupun kisah tukang bersih-bersih yang dikejar pocong. Masih berminat mau berkunjung di sana saat malam hari?
Delta Plaza
Di bali kemegahan mall ini, ternyata dulu dirikan di atas bekas rumah sakit Sampingan. Bahkan apakah kamu pernah mendengar legenda suster gepeng yang ramai beredar di tahun 90-an? Cerita itu berawal dari rumah sakit Sampingan yang konon katanya sosok suster gepeng sampai saat ini masih ada di antara WTC dan plaza ini. Silahkan kamu cari sendiri.
Gedung Grahadi
Masih merupakan peninggalan bangunan jaman Belanda, gedung Grahadi adalah rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Sebagai bangunan lama, Grahadi dulu difungsikan sebagai peristirahatan pejabat Belanda. Semakin berjalannya waktu, kisah horor di Grahadi semakin muncul. Seperti seringkali ada sosok hantu Belanda berjalan di antara lorong. Bahkan Gubernur Jawa Timur saat ini Soekarwo enggan tinggal di sini. Kenapa ya?
Bekas Pabrik Padi Ketintang
Sebuah pabrik tua di kawasan Ketintang dianggap sebagai tempat sosok misterius. Lokasi yang dulu merupakan pabrik padi saat jaman Belanda itu rupanya dibeli oleh perusahaan swasta. Sampai saat ini di dalam gedung tua itu masih ada mesin-mesin namun kondisi gedung begitu gelap dan tanpa cahaya. Sosok seperti perempuan Belanda menjadi makhluk astral terkenal di sana. Selain ada sosok nenek tua yang disebutkan terbunuh di jaman Belanda secara dipenggal sering terlihat di pabrik tua Ketintang ini.

View more

tempat-tempat horror di surabaya dong

10 Tempat Paling Angker di Surabaya
Entah percaya atau tidak, cerita-cerita angker yang erat hubungannya dengan sosok hantu memang sudah seperti jadi budaya di Indonesia. Bahkan di setiap kota selalu memiliki cerita masyarakat sendiri yang sudah ada dari turun-temurun.
Kini giliran sobat mengetahui kota Surabaya. Mana saja tempat paling angker di Surabaya? Well, boleh percaya atau tidak terserah sobat aja.
Rumah Hantu Darmo
Rumah hantu Darmo mungkin menjadi lokasi angker paling terkenal di Surabaya. Bukan tanpa alasan, rumah yang sudah ditinggal penghuninya selama 10 tahun ini memiliki cerita-cerita seram. Kabarnya para penghuni rumah ini dibunuh oleh jin karena sang pemilik memiliki perjanjian dengan ilmu hitam. Suara tangisan di tengah malam sampai sosok kasat mata seringkali dialami oleh warga di sekitar rumah ini. Ingin mencoba ke sana?
Pantai Kenjeran
Lokasi angker erat kaitannya dengan kekuatan mistis yang ada. Pantai Kenjeran menjadi salah satu yang dianggap demikian karena konon katanya ada kerajaan ular di sana. Salah satu titik misterius di pantai Kenjeran adalah sebuah tikungan dari pantai lama menuju arah Nambangan yang dipercaya selalu memakan korban jiwa. Bahkan data menyebutkan setidaknya setiap tahun ada orang tewas di sana. Hmm, boleh percaya atau tidak.
Balai Pemuda
Disebutkan saat jaman penjajahan Belanda, balai pemuda ini adalah lokasi para pemuda untuk berdugem semalam suntuk. Pemuda Belanda disebutkan berdansa sambil mabuk sampai malam di tempat ini. Sekarang balai pemuda sudah menjadi tempat pernikahan atau konser musik. Tapi beberapa orang percaya bahwa di malam-malam tertentu sering terdengar alunan musik jadul dari dalam gedung kosong itu. Bahkan dulu ada semacam pohon beringin di samping balai pemuda yang sering diberi sesajen. Hanya kini pohon beringinnya sudah ditebang.
Kampus ITS
Apakah kamu mahasiswa ITS? Kamu pasti tahu jalan kembar di depan ITS yang dipercayai ada sosok kuntilanak yang bisa terlihat di sana saat malam hari di atas pukul 22.00. Meski kini jalanan itu sudah diberi penerangan layak, melintasi sendiri di malam hari mungkin bukan pilihan yang tepat bagi kamu yang penakut. Selain itu, gedung perpustakaan ITS dan teknik sipil dianggap angker karena pernah ada mahasiswa yang gantung diri di tangga gedung sana.

View more

pernah min. kebangun malem2 jam set.2an terus ada suara lonceng. kalo gue teriak suaranya ilang. kalo diem, awalnya kecil trs lama lama makin kenceng suaranya. suaranyatuh jelas banget kaya didepan pintu. cuman samar-samar gt gimanasi. itu tandanya apa yaa

Meuthia Salsabila
Wah:o

aku punya horor story min. waktu itu kan.... aku lagi jalan sama cowok eeeh di jalan ketemu pacarnya :) sekian...

Horor abis

Pernah min pernah ketemu mantan padahal udah bisa move on HAHA

Am
Elah-_-

-

Horror Story Indonesia
Guys, kalian pernah ngalamin kejadian mistis gak? Kalo pernah ceritain dong kayak gimana?

Anggi nama saya.-.

anggita prameswari

Mitos. End

Horror Story Indonesia
“ibu kenapa?” Anggi berteriak, ia tidak dapat menahan dirinya ketika melihat ibunya menangis. Ia menghampiri ibunya dan bi Icih, dan duduk di sebuah kursi kecil di depan mereka. “ibu kenapa?” tanyanya, “ibu kenapa bi?” tatapan matanya bergantian menatap ibunya dan bi Icih. Tapi keduanya tidak menjawab pertanyaannya, ibunya terus saja menangis. Anggi merasa jengkel karena pertanyaannya tidak ada yang menjawab, “ibu kenapa bi!” suara terdengar seperti sedang menghardik. Tapi keduanya tidak juga menjawab, bahkan menoleh juga tidak. Anggi pun emosi, ia memegang tangan ibunya. Tapi kemudian emosinya hilang seketika saat menemukan bahwa ia tidak dapat memegang tangan ibunya, jari-jarinya menembus pergelangan tangan ibunya. Ia mencobanya lagi, tapi hasilnya tetap saja sama. Ia mundur selangkah, dan menatap ibu dan bibinya dengan mata yang terbelalak. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, ia tidak bisa menyentuh tangan ibunya. “teteh yang tabah ya, kita harus merelakan kepergiannya. Supaya jalannya mudah, saya tahu ini memang berat. Tapi teteh pasti kuat.” Suara bi Icih terdengar sangat pilu, ia sedang berusaha menahan perasaannya sendiri. Ia sangat berbicara dengan sangat hati-hati, ia ingin menjaga kesedihannya sendiri agar tidak pecah. “kalo teteh sedih terus kasihan Anggi nanti.” Bi Icih mengusap punggung ibu Anggi. “iya saya ikhlas, tapi kenapa harus sekarang. Anggi masih muda, dan dia gak pernah ngebut-ngebutan. Bagaimana ia bisa mengalami kecelakaan yang separah itu hingga merenggut nyawanya.” Isak tangis ibunda Anggi semakin keras, menggambarkan kesedihannya yang begitu besar karena telah kehilangan anaknya. “lebih baik sekarang kita ke rumah sakit untuk mengurus jenazah Anggi, dan proses pemakamannya.” Bi Icih membantu ibu Anggi untuk berdiri, dan kemudian memapahnya menuju mobil yang terparkir di halaman rumah. Anggi mengikuti mereka dari belakang, dan sekali lagi ia terkejut karena ia tidak menemukan mobilnya di halaman depan. Hanya ada mobil pamannya yang digunakan bi Icih dan ibunya. Ia terus memperhatikan mereka, bi Icih membukakan pintu untuk ibunya. Ketika ibunya sudah masuk ke dalam mobil, bi Icih pun masuk ke mobil. Mesin mobil menyala, dan perlahan-lahan bergerak keluar dari halaman rumah. Anggi pun memperhatikan mobil itu berjalan meninggalkan rumah, dan semakin lama semakin tidak terlihat. Air mata mengalir dari matanya ketika melihat mobil itu menghilang di sebuah persimpangan. Anggi tersenyum, bibirnya terbuka perlahan-lahan. “selamat tinggal bu, aku sayang ibu.” Suaranya terdengar begitu pilu dan lemah, sosoknya pun mulai memudar perlahan-lahan.

View more

#fiksihorror mitos part16

Horror Story Indonesia
Tapi ternyata Anggi tidak bisa tidur, ia sudah berbaring cukup lama. Tapi kedua matanya tidak juga terpejam, membuatnya semakin gelisah.
Anggi merasa beruntung saat mendengar suara ibunya dan bi Icih di ruang tamu, ia sangat butuh ibunya saat ini. ia merasa harus menceritakan apa yang terjadi kepada ibunya, tanpa ragu-ragu lagi, ia beranjak dari tempat tidurnya menuju ruang tamu. Ketika sampai di ruang tamu, ia menemukan ibunya sedang duduk bersama bi Icih. Ibunya terlihat sedang menangis tersedu-sedu, dan bi Icih mencoba menenangkannya. Walaupun rasa sedih juga terlihat jelas dari tatapan matanya.

#fiksihorror part 15

Horror Story Indonesia
Kepulan debu semakin tipis dan hilang perlahan-lahan, suasana pun menjadi sepi. Anggi masih diam dan menggenggam kencang kemudi, jantungnya berdetak tidak beraturan. Ia tersengal-sengal, dan basah keringat. Guncangan akibat apa yang baru saja terjadi membuatnya untuk sesaat tidak berada di tempatnya berada, ia seperti melayang ke dunia yang asing. Terombang ambing oleh angin dingin yang bertiup kencang. Kepalanya berdenyut-denyut, dan terasa pening. Ia juga merasakan sensasi yang unik, seperti sebuah kekosongan dan kesunyian merasuk ke dalam dirinya. Membuatnya ringan, dan tembus pandang. Ia merasa bahagia, tapi juga was-was. Rasa nyeri perlahan-lahan merangkak, dan memeluknya. Membuatnya lemas, dan tidak berdaya. Rasa nyeri yang panas sangat terasa di kepalanya, jika ia tidak salah tebak. Mungkin ada sebuah luka yang cukup serius di kepalanya, luka itu seperti menyengatnya hingga kemudian ia sadar dan kembali ke tempat ia berada.
Anggi masih berada di kursi kemudi, suasana di sekelilingnya sunyi. Hanya ada beberapa suara serangga malam yang bersahut-sahutan dari kejauhan. Tangannya merogoh pintu mobil, hingga akhirnya pintu mobil terbuka. Anggi keluar dari mobilnya dengan keadaan sempoyongan, ia tidak tahu apakah ia telah menabrak wanita itu atau tidak. Namun saat ia memeriksa tempat di mana wanita itu berdiri, ia tidak menemukan apa-apa. Tidak ada tubuh yang terbaring, atau darah yang berceceran. Tidak ada, hanya kekosongan yang ia temukan. Ia bertanya-tanya di dalam hatinya, kemanakah wanita itu pergi? Tapi Anggi sepertinya tidak ingin mencari jawaban akan pertanyaan itu, ia hanya ingin kembali ke dalam mobilnya dan segera pulang. Terutama saat akhirnya ia menyadari bahwa ia tahu di mana ia berada, ia berada di jalan Pal. Bahkan ia hanya cukup berjalan beberapa meter ke depan untuk sampai di rumah neneknya, hutan-hutan gelap yang berada di sisi jalan sudah berganti dengan rumah-rumah dengan cahaya lampu yang terang benderang. “syukurlah.” Ucapnya pelan. ia masuk ke dalam mobil, dan meneruskan perjalanannya. Lima menit kemudian ia sudah berada di dalam rumah neneknya, tapi semenjak ia sampai. Ia tidak menemukan siapapun di dalam rumah, mungkin orang-orang termasuk ibunya sudah tidur pikirnya. Ia merasa sedikit lega karena tidak harus menghadapi ibunya sekarang, ia merasa terlalu lelah dan kesakitan untuk menghadapi ibunya sekarang. Seluruh tubuhnya terasa nyeri, terutama saat air dingin sedikit demi sedikit membasahi tubuhnya. rasa perih muncul satu persatu dari tangan, kaki, dan lutut. Setelah mandi, ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Anggi sangat membutuhkan istirahat saat ini, tubuhnya terasa berat. Anggi berbaring perlahan-lahan, dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. walaupun begitu tubuhnya masih saja menggigil, dan bibirnya membiru.

View more

#fiksihorror mitos part 14

Horror Story Indonesia
Anggi tidak perlu menunggu alasan yang masuk akan untuk segera pergi meninggalkan kakek misterius yang terus saja menatapnya, sesuatu yang menyeramkan dari sosok kakek itu seperti sebuah alarm untuk segera pergi. Anggi tidak ragu-ragu untuk menginjak pedal gasnya, hingga mobilnya langsung melaju kencang meninggalkan kakek itu. ia semakin frustasi, jalan yang ia lewati masih jalan yang sama seperti yang sudah ia lewati hampir selama satu jam belakangan. Tidak ada tanda-tanda jika jalan lurus panjang ini akan berakhir, dan juga tidak ada tanda-tanda pemukiman. Lututnya sudah terasa lumpuh, dan gemetaran. Ia seperti seseorang yang menderita penyakit lumpuh layu, atau orang yang kehilangan kemampuannya untuk mengontrol tubuhnya sendiri. Keputus asaan mulai jelas terlihat, membuat Anggi menginjak pedal gas-nya semakin kencang. Mobilnya melaju semakin kencang, dan tidak terkendali. Butiran-butiran air mata mulai turun, dan membasahi pipinya. Sementara mobilnya melaju semkin kencang, sosok wanita yang ia lihat di alun-alun muncul di tengah jalan. Anggi sangat terkejut, dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
Kakinya menginjak pedal rem sekencang-kencangnya, kedua ban belakang mobilnya terserat di atas tanah berkerikil. Suara gesekan yang cukup keras memecah keheningan malam, debu-debu mengepul di sekitar mobilnya yang baru bisa berhenti beberapa meter dari tempat wanita itu berdiri. Anggi dapat mengenali wajah wanita itu beberapa detik sebelum mobilnya menghantamnya, dan jika ia tidak salah lihat. Wanita itu sempat tersenyum.

View more

#fiksihorror mitos part13

Horror Story Indonesia
Tidak ada kendaraan lain yang lewat, dan jalan itu sangat asing baginya. Ia sama sekali tidak tahu dimana ia berada, dan sekeras apapun ia menghindar dari kenyataan yang terjadi. Kenyataan itu malah semakin jelas terpampang di pelupuk matanya, dan merasuk ke dalam setiap tarikan napasnya yang menderu-deru. Kenyataan itu seperti menamparnya, kenyataan bahwa ia tersesat.
Anggi seperti mendengar ribuan suara yang berteriak di telinganya, mengulangi kenyataan bahwa ia tersesat. Ia tidak tahu kemana ia harus pergi, ia tidak tahu jalan pulang. Walaupun begitu, ia sama sekali tidak menghentikan laju mobilnya. Cukup kecepatannya saja yang ia kurangi, sementara kedua matanya terus mencari tanda-tanda kehidupan sepanjang jalan. Sudah lima menit berlalu, tapi tak satu pun manusia, rumah, atau tempat pemberhentian yang ia temui. Jantung Anggi berdegup kencang, membuatnya mau tidak mau memacu napasnya. Tatapannya masih terpusat ke jalanan lurus di hadapannya, hingga satu hal yang akhirnya ia sadari. Ia telah tiga kali melihat dua pohon beringin kembar yang berdiri kokoh di sisi jalan, ia tersentak. Itu berarti ia hanya berputar-putar di jalan yang sama, bagaimana mungkin? Ia tidak pergi kemana-mana. setiap detik yang berganti, napasnya semakin terasa sesak. Dadanya kembang kempis berusaha memonpa udara agar jantungnya tetap berdetak, tubuh Anggi juga mulai lepek oleh keringat. Bagaimana jika ia tidak dapat pulang? Pertanyaan itu menancap dan mencabik-cabiknya perlahan-lahan, dan sebuah harapan datang. dari kejauhan Anggi melihat setitik cahaya yang cukup terang, ia menaikan kecepatan mobilnya hingga cahaya itu terlihat semakin dekat. Ketika ia sudah berada cukup dekat dengan cahaya terang di hadapannya, ia melihat sebuah rumah bilik sederhana di sisi jalan. Rumah Bilik yang sama sekali tidak ia lihat tadi, betapa senangnya Anggi. Ia segera menghentikan mobilnya, dan turun tanpa mematikan mesin mobil. Dengan terburu-buru Anggi berjalan mendekati rumah bilik, dan menemukan seorang kakek tua sedang duduk di berandanya. Udara malam itu ternyata sangat dingin, bahkan lebih dingin dari pendingin di dalam mobil. Anggi berhenti di dekat kakek tua itu, “maaf kek, ini dimana ya? Saya mau ke jalan Pal.” Anggi mengatur cara bicaranya agar terdengar sopan, dan ramah. Tapi kakek itu tidak menjawab, dan membuat Anggi semakin gugup. “maaf kek, kalo mau ke jalan Pal kemana ya?” anggi mengulangi lagi pertanyaannya, namun kali ini ia tidak dapat menutupi rasa takutnya di dalam nada bicaranya. Belum sempat memikirkan tindakan selanjutnya, kakek tua ia menoleh ke arahnya dan mengangkat tangannya seakan menunjukan arah. Anggi langsung lemas melihat wajah kakek yang menatapnya, wajahnya sangat pucat dan lingkaran matanya hitam. Kedua bola matanya terlihat bercahaya seperti mata seekor kucing, dan sayup-sayup ia juga mendengar suara kakek itu tertawa dengan suara yang serak dan menyeramkan. Suara tertawanya lebih mirip suara cekikan.

View more

#fiksihorror: mitos part12

Horror Story Indonesia
Selama beberapa detik Anggi seakan buta di dalam mobilnya, ia tidak bisa melihat apapun. Kabut menutupi jalan, hal yang dapat ia lakukan adalah menstabilkan mobilnya agar tetap berjalan lurus dan tidak goyah. Setelah itu akhirnya perlahan-lahan kabut itu terlewati, ia kembali dapat melihat jalan-jalan di sekitarnya. Tapi justru hal itu membuatnya semakin ketakutan, karena ternyata jalanan yang ia lewati sangat berbeda dengan yang seharusnya ia lewati. Jalanan di sekitarnya berubah menjadi sebuah jalan kecil dengan hutan-hutan di kanan dan kirinya. Kebanyakan pohon di hutan yang mengelilinginya sudah kering, hanya beberapa saja yang masih terlihat penuh dedaunan. Dan yang lebih buruk adalah, sama sekali tidak ada rumah penduduk yang ia temukan sepanjang jalan. Setiap kali Anggi mencoba mencari-cari, ia semakin tidak menemukan apa-apa. Sejauh ia memandang hanya ada hutan yang gelap dan jalan yang kosong.

View more

#fiksihorror mitos part 11

Horror Story Indonesia
“maaf pak, saya mau pulang.” Jawab Anggi dengan terbata-bata, jantungnya berdegup kencang. Pria tua itu menatap Anggi dari ujung kaki hingga ujung kepala, “lebih baik kamu kembali dan nonton pertunjukannya sampai pagi.” Sebuah senyuman kecil mengembang di wajahnya, tapi tetap saja tidak menghilangkan kesan menyeramkan yang terpancar kuat dari raut wajahnya. Anggi baru menyadari bahwa suara pria tua yang menghentikannya penuh dengan Medhok Jawa, pasti dia orang pribumi sini. “maaf pak, saya gak bisa. Saya harus pulang sudah malam.” Anggi dengan sopan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman pria tua itu. “lebih baik kamu jangan pulang. Karena mitos mengatakan bahwa orang yang menonton wayang kulit semalam suntuk, harus sampai pagi. Jika tidak….” pria tua itu tidak meneruskan kata-katanya. “jika tidak apa pak?” Anggi bertanya. Tapi pria tua itu tetap tidak menjawab, ia malah terlihat kikuk. “jika tidak apa pak?” Anggi mengulangi kata-katanya, ia mulai mendesak pria tua itu. “jika tidak maka akan mendapat celaka.” Suara pria tua itu terdengar sangat rendah, dan berat. Seperti sedang memikul beban yang berat, dan tidak dapat menjatuhkannya begitu saja. Anggi mundur selangkah dari pria tua itu, mereka saling menatap dan suasana hening. Suara Anggi yang menyanggah kata-kata pria tua yang berdiri di hadapannya, memecah keheningan. “maaf pak, saya tidak percaya mitos seperti itu. saya harus pulang sekarang, terima kasih atas perhatiannya.” Pria tua itu menghela napas panjang dan membuka mulutnya, “jika itu yang kamu inginkan, silakan saja.” Nada suara pria tua itu menunjukan rasa pasrah, dan keterpaksaan. Anggi tersenyum kecut kepadanya, dan meninggalkannya. ia memacu mobilnya meninggalkan alun-alun.

View more

#fiksihorror: mitos part 10

Horror Story Indonesia
Orang-orang mulai bubar saat proses pencucian keris selesai, begitu juga Anggi. Ia berjalan perlahan-lahan, matanya menerawang akan sosok wanita tadi. Tapi kemudian ia mencoba mengusir pikiran-pikiran negatif yang muncul saat ia memikirkan wanita misterius itu. pikiran-pikiran seperti: jangan-jangan wanita itu bukan manusia, atau jangan-jangan wanita itu sosok kuntilanak penghuni alun-alun yang ikut membaur bersama manusia.
Anggi menghentikan langkahnya saat sampai di bagian tengah alun-alun, ternyata pertunjukan wayang kulit yang ia lihat tadi sudah dimulai. Ia membutuhkan sebuah hiburan untuk menghilangkan pikiran-pikirannya yang semakin lama semakin tidak terkendali akibat sosok wanita tadi, ia pun duduk di atas rumput hijau. Lakon yang sedang dimainkan belum terlalu jauh berjalan saat Anggi memutuskan untuk duduk, dan menyaksikan pertunjukan wayang kulit yang tengah digelar. Walaupun pertunjukan itu berbahasa Jawa, tapi tidak membuat Anggi bosan. Ia malah terhibur, dan beberapa kali tertawa saat beberapa lelucon dilemparkan sang dalang. Anggi juga sangat terhibur akan suara Sinden yang menyanyikan beberapa lagu tradisional selama pertunjukan berlangsung, suara Sinden yang ia dengarkan benar-benar membangun suasana magis yang membuatnya semakin larut dan menikmati lakon yang saat itu sedang dimainkan. Anggi pun mulai menyatu dengan pertunjukan wayang kulit, dan lupa waktu. Waktu berlalu sangat cepat, hingga tengah malam pun sudah berlalu. Anggi tersentak seketika itu, ia menatap jam tangannya. Sudah hampir pukul satu dini hari, ia dalam masalah. Pasti ibunya akan sangat marah, ia sudah berjanji untuk pulang sebelum jam dua belas malam. ia juga baru menyadari bahwa alun-alun sudah mulai sepi, hanya ada beberapa kelompok orang saja yang menonton pertunjukan wayang kulit. Anggi segera beranjak, dan mengambil semua barang-barangnya lalu pergi. Ia mempercepat langkahnya, sepertinya malam ini ia harus bersiap-siap mendengar ocehan ibunya yang marah besar karena ia pulang sangat larut. Baru beberapa langkah meninggalkan tempatnya duduk, tiba-tiba Anggi merasa ada sesuatu yang menarik tangannya. Tarikan itu cukup kuat hingga menghentikan langkahnya. Anggi tersentak, dan jantungnya seakan berhenti berpacu. Ketika ia menoleh ke belakang, ternyata sosok pria tua berdiri di belakangnya dan menghentikan langkahnya. Pria itu mungkin saja berumur lebih dari lima puluh tahun, kerut-kerut di wajahnya sangat nyata terlihat dan janggut yang mulai memutih menghiasi wajahnya. “arep ngendi nok? (mau kemana nak)?” tanya sosok pria tua yang menatapnya dengan tatapan yang sigap.

View more

#fiksihorror: mitos part 9

Horror Story Indonesia
Anggi tidak dapat melihat detil pakaian apa yang ia kenakan, karena posisi wanita itu cukup jauh dari tempatnya berdiri. Tapi Anggi yakin pakaian yang ia kenakan berwarna keemasan. Walau pun memiliki rambut yang panjang, wanita itu tetap terlihat rapi. Rambutnya tersisir ke belakang, dan hanya menyisakan beberapa helai saja yang tidak tersisir. Anggi merasakan ada yang aneh, raut wajah wanita itu, ia menatap dengan mata yang tajam lalu disusul sebuah senyuman yang misterius dan menyeramkan. Anggi terus membalas tatapan wanita itu, dan semakin lama ia menatap wajah wanita itu. wajahnya seperti perlahan-lahan berubah, kulitnya yang merona lama kelamaan berubah menjadi pucat pasi. Bibirnya yang merah berubah menjadi kering, dan darah mulai mengalir dari sela-sela bibirnya. Anggi merasa seperti diburu sesuatu saat ia menatap wanita lebih lama, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke bawah. Ia menatap kakinya sendiri, seperti orang bodoh. Anggi mengambil sebuah napas yang panjang, lalu mengangkat kembali kepalanya untuk kembali menatap wanita misterius yang ia lihat tadi. Namun betapa kagetnya ketika ia menemukan wanita itu sudah tidak ada di tempatnya berdiri tadi, hanya ada sosok pria paruh baya yang ia lihat berdiri di belakang wanita itu. tapi si wanita sudah tidak ada, kemanakah dia? Embusan angin dingin membelai tengkuk Anggi, membuat tubuhnya gemetaran. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali menyaksikan proses pencucian keris hingga selesai.

View more

#fiksihorror mitos part8

Horror Story Indonesia
Jam tangan Anggi menunjukan pukul sepuluh malam, dan ia segera menembus keramaian untuk melihat prosesi pencucian keris dan benda-benda keraton lainnya. Ia berdiri dengan puluhan bahkan ratusan orang yang berkumpul di balik garis yang sudah dibuat oleh Abdi Dalem untuk membatasi penonton. Garis itu membentuk jalanan panjang dengan bagian tengah yang sengaja di kosongkan untuk meletakan barang-barang keraton yang akan dicuci, dan juga air yang sudah dicampur kembang tujuh rupa. Para Abdi Dalem sudah bersiap-siap di posisi mereka masing-masing, menunggu aba-aba untuk memulai prosesi. Dari tempatnya berdiri, Anggi dapat mencium wangi berbagai macam kembang. Namun yang paling kuat adalah wangi melati yang sangat harum tapi menghadirkan kesan mistis yang amat kuat, ia tiba-tiba saja merinding tanpa alasan yang jelas. Ia pernah mendengar sebuah mitos bahwa ketika prosesi pencucian benda-benda keraton, di antara pengunjung yang datang banyak sosok-sosok makhluk halus yang berbaur dengan pengunjung. Hanya mereka yang peka-lah yang dapat membendakan mana makhluk halus, dan mana yang benar-benar manusia. Ketika teringat akan mitos itu, Anggi kembali merasakan sensasi sapuan yang dingin di setiap senti tubuhnya. proses pencucian keris pun dimulai, Anggi memperhatikan dengan seksama, begitu juga pengunjung lain. namun entah mengapa, ia merasakan seperti ada seseorang yang sedang memerhatikannya. Ia mulai merasa tidak nyaman, dan beberapa kali menyebarkan pandangannya ke seluruh penjuru alun-alun. Tapi tidak ada seorang pun yang sedang memperhatikannya, ia pun kembali memusatkan diri ke proses pencucian keris. Lagi-lagi perasaan itu muncul, ia kesal dan langsung menoleh ke sisi kanannya. Kali ini ia seakan tidak dapat menoleh, karena di antara ramainya orang-orang yang datang. Anggi melihat sosok wanita menatapnya, wanita itu mengenakan pakaian tradisional dan rambutnya panjang.

View more

#fiksihorror mitos part7

Horror Story Indonesia
Mobil yang dikendarai Anggi sudah mulai memasuki tengah kota, jalanan pun sangat ramai. Para pejalan tidak hanya memenuhi trotoar, namun hingga ke bibir jalan. Belum lagi pedagang yang menggelar dagangannya, mereka menambah sesak jalanan kota. Anggi harus memperlambat laju mobilnya untuk menghindari para pejalan kaki yang sangat dekat dengan mobilnya, walaupun begitu, ia tetap menikmati suasana malam itu. hasratnya untuk bergabung dengan mereka sangat besar, pandangannya tidak pernah lepas dari para dagangan yang dijajakan sepanjang jalan lurus menuju alun-alun kota. Ia sungguh sudah tidak tahan untuk segera turun dan bergabung dengan keramaian, hingga ketika mobilnya sampai di alun-alun tanpa basa-basi ia langsung mencari tempat yang tepat untuk memarkir mobilnya. Kecepatan dan ketangkasannya-yang diakibatkan oleh ketidak sabarannya untuk segera turun ke jalan- dalam mengemudi, menghasilkan sebuah tempat yang strategis untuk memarkir mobilnya sementara ia larut bersama suasana malam. ia mematikan mesin mobilnya, dan segera turun dari mobil. Seorang petugas parkir bertubuh kurus, dan berkulit hitam yang mengenakan seragam dinas yang usang dan terlihat kebesaran tersenyum kepada Anggi. Anggi membalasnya dengan menambahkan anggukan kepala, lalu berlalu. Ia mengapit tas mungilnya yang berwarna coklat hangat, dan beberapa kali menyibak rambutnya yang panjang karena tertiup angin. Ketika itu memang sedang musim angin laut, dan membuat angin berhembus dari segala arah.

View more

#fiksihorror: mitos part6

Horror Story Indonesia
Perjalanan Anggi malam itu cukup menyenangkan, jalan-jalan yang ia lewati lancar tanpa harus antre atau bahkan lebih buruk: macet. Untuk orang yang terbiasa tinggal di kota besar seperti Jakarta, perjalanan malam itu tentu sangat menyenangkan. Jalanan yang tidak padat, lampu-lampu jalan yang berpendar di kaca depan mobilnya dan orang-orang yang lalu lalang di trotoar. Mereka sangat menikmati malam itu, saat melewati jalan yang bisa dibilang jalan kecil, Anggi melihat beberapa penjual makanan khas yang menjajakan dagangan mereka. mulai dari Surabi Kinca, Empal Gentong, dan Nasi Jamblang. Deretan-deretan gerobak dagangan mereka seperti berbaris di tepi jalan, siap memanjakan siapa saja yang melewati jalan kecil yang cukup ramai.

Next