#fiksihorror: mitos part5
“oh gitu. Kamu mau naik apa ke sana.” Ibu anggi membilas beberapa piring yang penuh dengan buih-buih sabun. “mau naik mobil bi Icih.” Tidak terasa sudah ember ke tiga yang Anggi tuangkan, sedikit lagi bak cuci piring akan penuh. “kamu udah minta izin sama bi Icih belum?” ibu Anggi menyusun piring di rak piring sekarang. “udah dong, dan bi Icih ngasih kok. Boleh ya bu, please.” Nada bicara Anggi sudah mulai sedikit meminta, ia tahu kemungkinan besar ibunya masih akan melawan dengan tidak memberikannya izin.
“ya udah, tapi inget. Sebelum jam dua belas malam sudah harus di rumah ya.” Jawab ibunya dengan nada yang sangat tenang seraya membersihkan tangannya dari sabun. Anggi sama sekali tidak menyangka bahwa ibunya akan menyerah. “asik.” Pekik Anggi, ia menuangkan air dari ember ke empatnya dengan sangat bersemangat hingga terdengar suara percikan saat air membentur permukaan air di dalam ember. “makasih ya bu.” Anggi memeluk ibunya, mereka masuk ke rumah bersama-sama.
“ya udah, tapi inget. Sebelum jam dua belas malam sudah harus di rumah ya.” Jawab ibunya dengan nada yang sangat tenang seraya membersihkan tangannya dari sabun. Anggi sama sekali tidak menyangka bahwa ibunya akan menyerah. “asik.” Pekik Anggi, ia menuangkan air dari ember ke empatnya dengan sangat bersemangat hingga terdengar suara percikan saat air membentur permukaan air di dalam ember. “makasih ya bu.” Anggi memeluk ibunya, mereka masuk ke rumah bersama-sama.