Ask @inahafizha:

Bagaimana cara kamu menghadapi orang yang kamu tidak sukai?

Sampai sekarang, saya masih kepo alias ingin tahu dengan anon-anon yang bertanya mengenai hal tidak penting ke akun saya. Padahal fitur shoutout juga sudah saya matikan, tapi tetap ada ya anon yang bertanya mengenai cinta remaja ke akun saya? Lalu pada akhirnya saya matikan juga fitur anon, dan hasilnya tidak ada yang bertanya hal tidak penting lagi. Sesekali, sekedar minta like atau follback saja.
Ohya satu lagi, saya juga masih kepo dengan anon yang berkomentar ke akun saya mengenai struktur bahasa Inggris yang saya susun itu telah mengganggu dia. Mana nih? Beraninya di balik anon kah? Heran saya, orang berpendidikan seperti dia juga ternyata hanya berani judge di balik anon. Kalau memang terganggu ya dikoreksi dong, tidak judge di balik anon seperti itu.
Wait, sebenarnya saya juga sudah tahu sih siapa yang berkomentar.

View more

+1 answer Read more

Saya agak terganggu dengan struktur kalimatmu dalam bahasa Inggris. Instead of writing them in English (and maybe gain "impression" from your follower), why not using a Bahasa, language that I bet you're more familiar with?

Sebelumnya terimakasih. Tetapi saya menulis dengan bahasa Inggris bukan untuk menarik simpati dari followers saya, melainkan untuk belajar. Dikarenakan di Indonesia khususnya lingkungan saya bahasa Inggris sangat jarang dipraktekkan, maka saya menuangkannya melalui tulisan. Mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam struktur kalimat bahasa Inggris yang telah saya susun dan mohon maaf apabila Anda "terganggu".

View more

+1 answer Read more

Apa kekecewaan besar pertama yang kamu alami?

Pada akhirnya manusia akan berada pada titik jenuh. Jenuh untuk berbuat baik, jenuh untuk menyapa, jenuh untuk tersenyum, jenuh untuk meminta maaf, jenuh untuk basa-basi, dan jenuh-jenuh lainnya.
Terkadang tidak semua manusia dapat dijangkau jalan pemikirannya. Seperti misal, ada orang yang tiba-tiba mendiamkan tanpa sebab. Sudah disenyumin, sudah diajak ngobrol, tetapi responnya hanyalah sedikit bahkan terkesan tidak peduli.
Apakah nantinya ia akan menjadi manusia yang benar-benar hidup sendiri tanpa bantuan 1 orang pun?

View more

kamu tau gimana rasanya ketika hatimu sudah terlanjur kecewa, namun masih berusaha untuk percaya?

I have a friend that she is very kind and humble to everyone. First impression I met her that I think she is a good girl, good friend, good talented, good public speaking, good listener, good student. But times answered who she really is. I wonder that easy to her to spread hate each other just for making her cool to be respected? I wonder that easy to her to lying each other just for making her look pity? I don't expect this happened, but who knows?
Dear her,
You're not child anymore, you're not so young anymore, you're not student of high school anymore. I just want to say, you don't have to tell everyone about what you're doing. You don't have to be lying to everyone just to show off that you're worth to be respected. You don't have to making some assumption just for insult each others. You don't have to be annoying, really. Finally, times answered who you really are. Thankyou for everything that all your lies.

View more

Seberapa hedon kah dirimu?

Definisi hedon tuh gimana sih? Yang suka gonta-ganti sepatu, hp, baju, dan sering nongki-nongki di kafe? Apa gimana? Yang suka makanan dan minuman mahal trus ga level sama makanan warteg?
Dulu pas SMA aku sering banget nongki-nongki, makan-makan, minum-minum. Memang sekolahku berada di kota dan sangat strategis karena dikelilingi warung kuliner maupun fashion store. Setiap hari Jumat lho aku ke KFC, itu pas kelas 10. Pulang sekolah kadang ke Koki Joni, makan pasta. Gimana ga, tempatnya cuma sebrangan sama sekolahku. Ke selatan dikit ada Mcd, ke sana juga kadang. Sampai pada akhirnya ada di fase bosan, titik jenuh. Kelas 11 sama sekali ga ke KFC karena sebosan itu. Trust me, aku sampai hafal menu makanan dan minuman sertaa harganya di KFC lol.
Sekarang? No. Ketika kuliah aku justru semakin hemat. Bukan terbilang hemat juga sih, tapi uangnya lebih banyak dipakai untuk kebutuhan praktikum, laporan, bayar iyuran, kepanitiaan, dsb. Dan semakin dewasa jadi semakin mengerti betapa susahnya cari uang. Lihat orang tua yang capek kayak gitu kerjanya buat biayain aku kuliah, aku jadi mikir dua kali untuk habisin uang buat sekedar senang-senang. Ga tega aja gitu. Dan bodohnya kenapa aku ga mikir dari dulu SMA ya? Telat banget kalau sekarang mah. :") Kalau dari dulu kan uangnya bisa ditabung, aku jadi bisa beli keperluan sendiri tanpa minta lebih ke orang tua.
Aku anak kedua dari empat bersaudara. Selisih umur kami tidak jauh, jadi bisa kebayang kan betapa repotnya bapakku biayain sekolah untuk anak-anaknya? Tiga dari kami kuliah semua, dan yang terakhir masih SMP di sekolah swasta boarding school. Alhamdulillah, masih diberi rezeki yang cukup.
Kadang suka nolak diajak teman ke sini, ke sana, makan di kafe, nongkrong di tempat mahal, nonton, dan diajaknya sering gitu. Gimana ya, ga enak nolak sih sebenarnya. Cuma ya gimana lagi, masa mau maksain? Aku suka ga tega gitu, mikir, misal aku senang-senang, main-main, ketawa-ketawa, boros, di sisi lain bapakku, ibukku lagi kerja, cari nafkah untuk biaya anak-anaknya. Jahat banget ga sih kalau kita dengan enaknya habisin uang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat? Beda cerita kalau uang yang didapetin dari hasil kerja sendiri, atau beasiswa, atau menang lomba. Lah kalau masih minta orang tua?
Aku tuh ga papa kok diajak ke tempat gituan, tapi sesekali. Ga sering, ga setiap hari. Da aku mah apa atuh, bukan orang kaya. Aku juga ga miskin, tapi sederhana. Jadi tolonglah, bedakan pelit dan hemat. Bedakan hedon dan prioritas.

View more

Next