siappppppp kakkk. huaaaaa can't wait

#present - 2016
-
Rissa...... makin susah ditemuin. chat makin jarang di bales. telfon paling cuma 30 menitan, itupun seringkali Rissa cuma jawab dengan
"hah?"
"oh"
"iya"
"engga"
"hahaha iya"
dan Aldio sama sekali gasuka sama perubahan Rissa. dia ngerasa ada jarak sekarang, bukan, bukan karena susah dihubunginnya. tapi Aldio kayak ngeliat orang lain.
Aldio kayak ga kenal Rissa.
-
"aku mau ketemu."
"hari ini aku harus ke perpus, mau nyari buat tambahan tinjaun pustaka."
"ke perpus sama aku?"
"Aldio, kamu kan ada kerjaan?"
Aldio diem, dia udah ngetukkin jarinya ke atas meja. telfonan sama Rissa gajelas banget arahnya daritadi.
"Aldio?"
"hm?"
"aku mau lanjut ngetik nih, kamu masih mau ada yang diomongin atau?"
"ada."
"apa?"
"kamu... kapan ada waktu kosong buat aku?"
Rissa sighing, dia udah capek ditanya ginian berkali kali.
"aku gatau. lagi sibuk."
"Rissa."
"ya?"
"cuma mau ngingetin." Aldio diem sebentar dan lanjut ngomong, "sabtu ini aku ke rumah."
"buat?"
"buat ketemu mama papa kamu."
"what?"
"udah sana nget-"
"Aldio, jangan macem macem, oke?"
"aku ga macem macem?"
"kamu mau macem macem." Rissa udah mulai bete. "sabar, Aldio sabar. 3 bulan aja. aku bentar lagi lulus kok."
Aldio di sebrang sana cuma diem, ya mau jawab apa? gimana mau sabar? udah berbulan bulan ditolak terus buat nikah, menurut dia Rissa tuh ga ngerti sama sekali.
"aku udah pertimbangin mateng mateng kok."
"tanpa ngomong ke aku?"
"karena kamu selalu ga ada waktu buat aku sekarang?"
"aku lagi skripsian, Aldio....."
"sama Sondre?"
"yatuhan. kita sejurusan, sekelas, topik hampir sama, apa salahnya kalo ke perpus bareng?"
"kamu tuh ga pernah ngerti ya Ris."
"apanya? kamu yang gapernah ngerti."
"udahlah, lusa aku ke rumah pokoknya."
Aldio langsung nutup telfon, Rissa? udah ngacak ngacak rambutnya sendiri. dia kesel banget.
"ahelah... HHHHHH KENAPA SIH WOY?!"
dia setengah teriak sambil lanjut buka buku. sekarang bukan waktunya mikirin Aldio.
Aldio bukan prioritas Rissa.