kakk, boleh ceritain ngga dioriss gimana setelah telfonan itu?? makasih kak, have a good night! :)

ini dulu ya.
#flashback - oktober 2014 / Rissa's pov (2)
-
rasanya mau mengutuk diri sendiri saat ini. mata gue bener bener tertuju ke satu orang sedari tadi dan gue benci banget.
Aldio daritadi sibuk ngangkat ini itu dan ngasih semacam arahan ke beberapa temennya.
sesekali dia ngacak ngacak rambutnya karena gerah.
dan gue ga halu kan? karena dia kadang terlihat seperti ngelirik ke gue.
ga.
gue halu.
gue pasti halu.
iya gue halu karena...
kangen.
gue kangen.
"dimana tuh cewe brengseknya?"
gue kaget begitu denger suara familiar di samping gue, Tama.
"eh Tam lo ngapain?"
"lo yang ngapain?" Tama senyum,
gue cuma ketawa tipis denger omongan Tama. iya, Tama dan Leo udah tau apa yang terjadi ke gue dan Aldio.
"udahlah Tam."
"lo yang udahlah." Tama ngeliatin gue dengan mata sayu. "you deserve better."
"jangan ngomong gitu."
"ya karena gue denger cerita dari Sondre udah emosi sendiri. jadi cowo kok ga cowo banget."
"hush Tam."
"tapi pasti lo masih sayang ya?"
"banget."
"hah payah." Tama ketawa sambil ngetuk dahi gue pake buku ditangannya.
dan disaat itu juga gue denger omongan dari booth sebelah.
"WOY DIO GAPAPA?"
"LO NGAPAIN DAH?"
"HAHAHAHA PAPAN DIEM KOK DITABRAK DAH?"
gue reflek nengok dan ngeliat Aldio yang lagi nunduk sambil megangin kepalanya. temen temennya masih ketawa, ga sengaja gue denger omongan temennya lagi.
"makanya, yang di booth sebelah jangan diliatin mulu."
........
booth sebelah?
"diem lo, bacot."
ini suara Aldio yang masih megangin dahinya. dia keliatan agak bete. iya, gue lagi ngeliatin.
"Dio, Dio. mana cewe baru lu?"
seketika rasanya gue kayak ditampar.
cewe baru.
oh.
udah jadian?
"ga ada cewe baru anjing, gue gapunya cewe."
hah?
gapunya?
terus tuh junior lo?
ah shit kenapa gue jadi nguping.
"makanya Dio, punya 1 jangan muluk. ilang kan tuh?"
"berisik."
"hahahahaha ngambek dia."
"bacot deh lo semua, orangnya disebelah."
.......
gue?
Aldio bilang orangnya disebelah itu maksudnya gue kan?
apa siapa?
"MANTAP ALDIO HAHA SAMPERIN DONG."
"kerja lagi buruan."
"Dio izin ya gue samperin orangnya."
"eh bangsat jang-"
gue ga bisa denger lanjutan omongan Aldio karena tiba tiba ada yang nyolek pundak gue.
"y-ya?!" gue sedikit kaget. temennya Aldio. di depan gue.
"Rissa kan? eh Ris tadi-"
orang itu ga selesai ngomong begitu mulutnya ditutup sama... Aldio, dan disaat bersamaan kepala gue ditarik sama cowo di belakang gue, Ode.
a w k w a r d.
Aldio ngeliat ke arah gue dan Ode, dia langsung ngeliat ke arah lain. "sorry Ris."
suara Aldio pelan dan dia langsung narik temennya pergi.
gue diem.
gabisa ngomong apa apa.
"Ris."
"h-hah?"
Ode ga ngomong apa apa lagi, dia narik pundak gue sampe kita hadap hadapan dan ngeliatin gue.
"jangan. nangis. disini. deal?"
gue seketika speechless.
iya, gue gaboleh nangis.
ga disini.
gue ngangguk.
Sondre senyum, "kalo mau nangis. kabarin."
"hah kenapa?"
"biar gue bisa meluk lo?"
"hahaha kenapa harus peluk?"
"karena lo suka dipeluk?"
gue ga jawab apa apa. cuma senyum sambil lanjut jalan ke dalem booth bareng Ode.