Kak rissaaaa tidaaaaakkkkk aku gak kuat baca #present yang terakhir. Gak gak bisaaa rissa sama aldio pokoknya kaaakkk. Potek potek hati aku :(

Aldio's mind
-
ada beberapa hal yang gue inget dari perempuan ini sejak 2013.
-
satu, pipinya. nggak usah ditanya karena kalo lo liat sendiri perempuan ini lo akan bertanya apakah itu pipi atau bapao ditempel. tapi bedanya, oktober 2013 akhirnya gue menemukan jawaban dari pertanyaan gue ketika gue nyubit pipi dia untuk pertama kalinya.
pipinya asli.
-
yang kedua, lemotnya. kalo orang biasa butuh maksimal 3 detik buat ngerti omongan orang maka perempuan ini butuh mungkin seharian buat paham arah omongan orang. kayak bulan november 2013 lalu.
R: kak Aldio....
D: ya?
R: kak Aldio ngajak dinner tuh maksudnya dinner yang gemas gitu?
D: haha iya kamu pikir?
R: aku pikir mau makan nasi goreng doraemon deket rumahku....
gue ngajak 2 hari yang lalu dan dia baru ngeh 2 hari kemudian. herannya gue malah makin gemes sama nih perempuan, dasar oon.
-
yang ketiga, wangi strawberry. tiap perempuan ini jalan, wanginya khas. wangi buah. kadang melon, kadang semangka, tapi yang paling sering itu strawberry.
"kamu.... kayak strawberry."
perempuan ini ngeliatin gue, senyum. ah sialan. jangan senyum, gue yang bingung.
"aku kan emang pake body butter strawberry."
nggak, maksud aku, kamu kayak strawberry. muka kamu merah, wangi kamu, kamu.... strawberry. punya aku.
"oh iya? pantesan aja."
"pantesan apa?"
"pantesan manis wanginya."
wangi sampe sampe aku mau makan kamu. dasar strawberry.
-
2014, setelah 3 hal yang menjadi khas buat pengingat gue akan dia. akhirnya bulan mei 2014 gue menemukan hal lain yang akan selalu gue inget.
"boleh ga?"
gue nanya pelan dan ngeliat muka dia yang udah merah, hitungan 2 detik dan dia ngangguk.
then it was my first time to taste her lips.
gue hampir gila. hampir. mungkin ini karena gue udah terlalu sendiri, atau karena liptint dia yang manis, atau bibir dia yang memang soft, atau simply karena.... ini dia.
"......Dio."
suaranya pelan, mukanya masih merah. jangan gini. jangan begini di depan gue karena gue ga sanggup.
"aku malu."
iya, gue malu. itulah kenapa sekarang gue udah meluk dia dari belakang dan benamin muka gue di punggungnya. tangannya sibuk megangin tangan gue.
"Aldio."
"hm?"
"aku sayang kamu."
selalu. selalu begini. perempuan ini terlalu nggak ketebak, terlalu tiba tiba, terlalu tau cara untuk membuat gue setengah gila. tapi karena ini juga gue tau dia emang orangnya.
"aku juga sayang kamu."
dan seketika gue bisa ngerasain dia senyum. senyum favorit gue.
-
ada beberapa hal yang ngingetin gue tentang perempuan ini:
1. pipinya
2. lemotnya
3. wanginya
4. bibirnya
bedanya, lo semua cuma boleh 1-3 aja. nomor 4 itu hak istimewa gue. iya cuma gue.
hak dari Aldio atas Clarissa.
dan itu, berlaku seumur hidup.