Ka nulis full ver pas body checking dooong

di dalem mobil, Aldio pikir keadaan bakal super awkward mengingat ini kali pertama dia sama Rissa ketemu lagi. tapi nyatanya, Rissa malah lebih santai dari pas mereka masih bareng, dia ngomong apapun sesuka hatinya sekarang, malahan Aldio lagi dengerin curhatan Rissa soal konser.
"iya tadi tuh kan ada body check ya, dua kali."
"hmm terus?"
Aldio dengerin Rissa sambil sesekali ngelirik, maklum harus fokus nyetir.
"kan yang ngeituin aku cewe-"
"ngeituin?"
"nge itu loh ah kamu mah!"
"haha iya paham, kamu dari dulu ga berubah ubah ya. kata gantinya suka aneh."
Rissa cuma mencibir asal dan lanjut ngomong.
"iya terus kan ya masa badan aku di pegang pegang."
"body check kan emang gitu, Ris?"
"bukaaaan, Aldio. dipegang pegang as in semuanya. sampe se mu a nya."
Aldio masih agak kurang paham, dia nengok ke Rissa. mumpung masih lampu merah.
"semuanya? semua? sampe...... bawah?"
"iya."
"hah? kok? itu dimana? di ruangan kan?"
Rissa ngegeleng pelan, dia malu sebenernya cerita. tapi gimana ya? bete juga.
"engga, di depan umum aja."
"ada security cowo dong?"
"iya. terus....."
Rissa ngedeket ke Aldio dan bisikkin pelan banget. dalam hitungan detik, Aldio langsung heboh. nyaris teriak dalem mobil.
"HAH? APAAN? DITARIK? BH KAMU DITARIK? WOY-"
"Aldio." tangan Rissa udah ngebekep mulut Aldio. "berisik."
Aldio diem, tangan kirinya megangin tangan Rissa. kesempatan kan ya lumayan banget, dia udah kangen banget sama Rissa sebenernya. tapi tetep aja dia emosi denger cerita Rissa.
"terus kamu gimana? marah? diapain lagi? kamu pake rok kan? dipegang juga? anjir kenapa aku ga disana sih? kamu kenapa ga nurut sih aku bilang aku temenin aja?"
Rissa cuma ngeliatin Aldio, dia reflek chuckled dan ngacak ngacak rambut cowo di sampingnya itu.
"apaan sih kamu kenapa nanyanya banyak banget kayak lagi wawancara aja hahaha."
"eh iya ya? aku kepikiran kamu."
"iya aku marah kok, yaudahlah cuma aku kesel aja badan aku dipegang pegang. ya walaupun sama cewe tapi kan-"
"tapi aku gasuka cowo lain ngeliatin kamu digituin." Aldio diem bentar dan fokus nyetir lagi. "aku gasuka kamu dipegang sama orang lain gitu."
"aku gapapa kok, Aldio."
"ya tetep aja, Rissa."
"heh."
"apa?"
"kamu kan juga dulu megang megang aku terus?"
Aldio langsung diem, dia salah tingkah.
"ya- kan beda- aku-"
"apa? karena kamu pacar aku?"
"ya...." Aldio ngeliatin Rissa. "tadinya calon suami kamu kan?"
"calon suami."
Rissa chuckled lagi dan nengok keluar jendela mobil, tangannya mainin seatbelt.
"jangan bahas itu ah."
suara Rissa pelan, tapi Aldio bisa denger jelas. mata Aldio berhenti di tangan Rissa. masih disana. ternyata cincin dari dia masih dipake Rissa. one good thing to know. Aldio senyum tipis.
"iya, ga aku bahas kok."
"Aldio."
"hm?"
"kamu..... gimana kerjaan kamu?"
"baik. skripsi kamu?"
"lumayan."
"apaan tuh lumayan? kamu belom lanjutin ya?"
Rissa cuma nengok sambil ketawa tawa dan Aldio reflek. reflek nyubit pipinya Rissa.
"dasar, kebiasaan heh."
lalu dua duanya diem.
ternyata....... tetep aja.
awkward.