yaampuuuunn... always deeh dioriss gemaaayyy...sweett bikin diabetess huhuhuhu ff dioriss lg dong riss...kangeennnn :(

Aldio rasanya masih mau muterin komplek rumah Rissa sebelum nganterin dia sampe di rumahnya. tapi dia tau persis Rissa secapek apa abis nonton konser, berdiri, dan pake insoles kebalik.
"Ris, udah sampe."
Aldio ngomong pelan, tangannya ngelus pipi Rissa yang udah tidur di mobil.
"hngggg? oh iya."
Rissa ngucek ngucek matanya pelan, dia ngulet sebentar dan ngeberesin tasnya.
"ini jam berapa, Aldio?"
"2."
"hah? iya? duh pagi banget."
Rissa nengok ke Aldio. tatapannya kosong tapi jelas dia mikirin sesuatu.
"kamu mau nginep aja ga?"
"apa?"
"kamu. mau nginep aja ga? udah jam segini nanti nyetir sendirian-"
"Ris."
"ya?"
"kamu sadar ga lagi ngomong apa?"
Rissa cuma ngangguk, dia fully aware sama apa yang barusan dia omongin dan dia serius. Aldio pernah berakhir dengan nabrak pembatas jalan karena nyetir pagi dan efeknya Rissa panik setengah gila dulu. dia gamau aja ngerasain hal yang sama.
"Ris, aku ini man-"
"ga ada hubungannya."
Aldio diem, dia cuma ngeliatin Rissa yang lepas seatbelt dan buka pintu.
"aku gamau kepikiran kamu selama kamu otw balik."
and that's how she curved a smile on his face.
"nanti aku mikirnya kamu peduli loh Ris?"
"aku emang peduli, Aldio." Rissa nengok ke belakang dikit dan senyum. "aku emang gapernah bisa ga peduli sama kamu, okay?"
Aldio rasanya udah mau mukul setir kalo ga inget dia harus bereaksi biasa aja, tapi gimana ya? dia seneng banget sekarang. berasa anak kasmaran. cuma ya tetep harus kalem.
-
rumah Rissa sepi, semua orang lagi ngungsi ke rumah neneknya Rissa dan dia ga ikut karena harus nonton konser. Aldio udah duduk di sofa. dulu sih dia pasti ngikutin Rissa ke kamarnya, tapi sekarang? engga lah. dia cuma duduk manis dan nungguin Rissa turun ke ruang tv.
"Aldio, mau tidur disini atau?"
"atau? dimana lagi?"
"ada kamar tamu." Rissa ngomong pelan, "dan kamar aku."
"di kamar kamu boleh?"
Rissa ga jawab apa apa, dia diem, ngeliatin Aldio yang cuma senyum natap dia. tangan Aldio udah megangin pergelangan tangan Rissa dan masih natap dua bola mata coklat tua milik Rissa.
"jawab Ris, boleh?"
"...boleh aja sebenernya."
"tapi?"
"hah kok tapi?"
"ya kalo nada ngomong kamu gitu berarti ada lagi kan?"
Rissa ikutan senyum, dia ngasih selimut ke Aldio. "tapi aku mau tidur disini."
"di ruang tv?"
"yep."
"dingin loh tidur disini?"
"kayak kamu pernah aja deh." Rissa chuckled dan duduk di samping Aldio. dia duduk agak ngeringkuk gitu. "aku gamau kamu tidur di kamar tamu, tapi kalo di kamar aku, pasti kita bakal awkward banget."
Aldio ga jawab apa apa, dia cuma ikutan ngeringkuk dan ngehadap ke Rissa.
"Aldio." Rissa menggumam sambil merem.
"hm?"
"makasih ya."
"makasih karena?"
Rissa masih merem, dia senyum.
"karena udah nemenin aku. karena udah ada disini buat aku."
she said it, softly, and that was how Aldio finally lost his control.
when she opened her eyes, she felt his lips pressed hers.
gently.
softly.
and that was how each of them realized.
each of them was missing each other.
that much.