Kenapa sih dioriss harus berpisah? Huhuhu😭😭😭

Aldio lagi cuci muka, beresin rambut juga. dia lagi siap siap mau balik. iya, dia masih di rumah Rissa setelah semaleman awkward gajelas dan berujung dengan confession satu sama lain.
"Ris."
Aldio manggil pelan sambil jalan keluar kamar mandi, Rissa lagi duduk diem di ruang makan dan nengok ke Aldio.
"sini, sarapan dulu."
"sarapan? kamu sejak kapan bisa masak?"
Rissa senyum tipis, dia nepuk nepuk tempat di sampingnya.
"cuma masak gini doang mah kecil."
"tapi dulu kan-"
"dulu kamu yang bikinin aku sarapan mulu sih." Rissa nopang dagunya dan ngeliatin Aldio. "sekarang gantian ya hehe."
Aldio diem, cuma nunduk dan senyum.
"kenapa? ga enak ya? yah padahal tadi aku cobain enak kok?"
"bukan." Aldio ngegeleng pelan. "kamu bilang 'gantian' kayak kita bakal sering ketemu aja?"
"oh.... ya engga sering juga sih tapi kan bukan berarti ga akan ketemu."
"kamu setelah lulus mau kemana Ris?"
"hm belum tau. aku mau jalan jalan dulu, banyak deh, terus kerja, baru cari pendamping." Rissa diem bentar, dia ngeliatin Aldio. "kamu?"
"aku mau nunggu kamu sampe saatnya kamu cari pendamping."
"Aldio apaansih haha."
"kenapa?"
"kelamaan, nanti kamu keburu jadi perjaka tua loh! sayang sayang udah ganteng gini juga. mapan lagi." telunjuk Rissa nusuk pipinya Aldio sambil senyum. "pasti banyak yang mau tinggal tunjuk."
Aldio chuckled, dia langsung nunjuk ke arah Rissa.
"hah apaan?"
"tadi katanya tinggal tunjuk?"
"aku.........?"
"iya, kamu. kamu kenapa gamau sama aku?"
"siapa bilang gamau?"
"terus?"
"ah kamu hobinya denger jawaban yang sama ya?"
"engga." Aldio naikkin kacamatanya yang mulai turun dan ngeliatin Rissa. "aku cuma mikir aja, why would you kiss me back if you feel nothing?"
muka Rissa seketika merah, dia rolling eyes.
"ya-"
"engga, itu bukan kebawa suasana Ris."
"aku ga bilang kebawa suasana?"
"pasti mau bilang itu kan?" Aldio narik kursi Rissa jadi lebih deket ke dia. "i know you still have me in your mind."
"engga."
"and heart."
"engga."
"but you are just too tired to keep fighting for 'us'. you gave up."
"engga gitu."
"iya, gitu."
Rissa cuma ngeliatin Aldio, dia gatau mau jawab apa. gatau gimana pembahasan jadi seputar hubungan mereka terus dan sialnya semua omongan Aldio bener. dia cuma capek harus gini terus dan itulah kenapa dia milih sendiri dulu. Rissa punya to do list dan lagi lagi, masalah cowo ga masuk dalam list dia.
"Ris."
"hm?"
"kalo aku..." Aldio diem bentar, dia keliatan mikir baik baik sebelum lanjut ngomong. "kalo aku cium kamu lagi. kamu bakal marah?"
"hah?"
Aldio narik Rissa yang sekarang cuma bengong.
and it happened.
for the second time.
-
"and if you really, really have forgotten me, you wouldn't be fine every time i kiss you. just like now."