Is islam the real religion of peace?...

#JeSuisAhmed

Ahmed Marebat, seorang polisi Perancis yang ditembak mati dalam pembantaian di kantor majalah Charlie Hebdo adalah seorang Muslim (http://www.newsweek.com/officer-shot-during-charlie-hebdo-massacre-identified-297603).

Menyedihkan sekali mengetahui fakta ini. Tiga terroris yang menyerang Charlie Hebdo dan membantai 12 orang, termasuk Ahmed, mengaku pembela Nabi Muhammad. Mereka meneriakkan nama ‘Muhammad’, yang berarti ‘Yang Terpuji’, juga takbir, saat mereka secara membabi buta memuntahkan peluru untuk membunuh 8 jurnalis, 2 polisi, dan seorang teknisi.

Ironisnya, salah satu yang mereka bunuh adalah Ahmed, seorang polisi Muslim yang memiliki nama lain dari Sang Nabi. Seperti umat Muslim di seluruh dunia yang terluka dan menjadi korban atas peristiwa penembakan di Paris itu, Ahmed bahkan secara langsung menjadi korban yang harus kehilangan nyawanya, meninggalkan keluarganya untuk selama-lamanya (baca: http://www.huffingtonpost.com/2015/01/08/jesuisahmed-twitter-hashtag_n_6438132.html).

Ahmed adalah seorang Muslim yang baik, setidaknya sebagaimana diceritakan dalam berbagai sumber. Menurut kesaksian keluarga dan teman-temannya, Ahmed sangat marah dan tidak menyukai kartun-kartun Charlie Hebdo yang menghina Nabi yang dicintainya. Tetapi ketika kantor Cahrlie Hebdo diserang dan terjadi penembakan di sana, nurani dan akal sehat Ahmed bekerja dengan sangat baik. Dia merasa tetap harus membela kebebasan berpendapat dan baginya penembakan yang terjadi di kantor Charlie Hebdo adalah sesuatu yang salah (baca: http://www.theatlantic.com/international/archive/2015/01/Ahmed-Merabet-police-officer-killed-charlie-hebdo/384331/).

Hati saya hancur melihat fakta bahwa pembantaian ini diklaim pelakunya sebagai upaya “membela Nabi Muhammad”. Bahkan para pelaku menyebutkan tindakan mereka bermotif agama? Sedih sekali karena faktanya para pelaku, Said Kouachi, Cherif Kouachi dan Hamyd Mourad, tak lebih dari kakak-beradik dengan catatan kriminal panjang—yang kebetulan mereka beragama Islam. Mungkin banyak di antara kita yang menyangka mereka melakukan ‘tindakan benar’ karena keislaman mereka perlu membaca catatan Omid Safi yang dikutip dari pengacara Said Kouachi, “Kouachi bukanlah seorang yang religius. Ia mabuk-mabukan, menghisap ganja, tidur dengan pacarnya, dan bekerja sebagai pengantar pizza.” (baca: http://onbeing.org/blog/9-points-to-ponder-on-the-paris-shooting-and-charlie-hebdo/7193)

“Je suis Ahmed”, saya adalah Ahmed. Saya bukan Charlie yang mengolok-olok keyakinan saya. Saya seorang Muslim, saya marah pada para penghina Nabi saya, tetapi saya akan tetap membela hak-hak hidup mereka sebagai manusia.

Sumber : fahdpahpie.com

View more

Ask @riorc:

About Rio Chandra:

Travelling and sleeping

Batam - Malang - (London)