#volunteerism

18 people

10 posts

Posts:

If you could make one rule that everyone had to follow, what rule would you make?

AdrianaRafaela98’s Profile PhotoAdriianna Rafaella
It wouldn't be a rule per se, but volunteerism would be my suggestion. It's a valuable and rewarding experience which doesn't cost any money and nearly anyone can be useful. Two to four hours per week on the part of every participant would make a positive impact which could exponentially eclipse all government programs combined and the best part, every volunteer would be free to choose where and in what capacity he / she would like to serve. Imagine how much could be accomplished of every virtue signalling twit on social media would stfu and actually do something instead of feigning concern...

ko bole percaya tak ad lagi manusia kt dunia bile kite buat mcm2 kt die..die still buat baik kt kita??

Percaya.. during my volunteerism class, my lecturer once said that kindness is contagious. This kind of people believe the power of being kind and doing good itself, from there it would bring effects to others to make them feel like changing and doing good too. Believe in what Allah says in Quraan :
ko bole percaya tak ad lagi manusia kt dunia bile kite buat mcm2 kt diedie still
Liked by: dejaishk

منا برده مسافر 😂__اوعي تبقي راكبه معايا ف نفس العربية 😂 😂 __ اعملي background حلو خلي عندك مشروع نفسك تعمليه تعرفي ايه عن خطوات وكدا وكمان عن volunteerism __ your activities __Enterpreneurship __civic engagement __وانتي هتسافري

اكيد لا 😂😂😂
ان شاء الله ..ربنا يسهل

Organisasi apa yang sedang/pernah kamu ikuti? Dan bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas organisasi yang kamu ikuti tsb?

aku aktif di ADvocacy Abu Dhabi, humanitarian organization di bawah NYUAD yang mengorganisir kegiatan volunteerism para siswa.
aku kemarin sempat menjadi guru bahasa Inggris di Somalia Center, clinic assistant di Autism Support Network, dan membantu penyelenggaraan event untuk labor di campus dan di Women Labor Camp di Zayed Camp.
aku pribadi ingin maju menjadi board ADvocacy, juga mengusulkan terobosan baru dan masukkan dari pengalamanku sebagai volunteer untuk pembenahan organisasi (effectiveness of events and volunteer allocation etc). doakan ya :)

How does "hubby" feel about you being a lying sack of racist, homophobic, transphobic, shit. You're such bullshit. I honestly hope you're some 4chan account pulling more shit.

My husband is so proud of me. He knows that I'm a good person with a good heart. He knows that I love everyone. He knows that my faith is so important to me. He knows that I will always give people the benefit of the doubt. He knows that I give my all to others. He knows that charity and volunteerism is a huge part of my life. He knows that I'm strong and brave, but I also need him. He knows that I'm not racist, homophobic, or anything like that.
What the heck is 4chan?

TAN GILIRAN AKU AH. Tan di MIT ada kaderisasi gitu ga sih? Some kind of initiation/orientation gitu. Tell me bout it dong. And what do you think about it and the ones in Indonesia?

Kaderisasi yang seperti di Indonesia sih nggak ada. Kalau orientasi mah jelas ada.
I felt lucky to escape kaderisasi di Indonesia. Orientasi di sini rame banget. Ini gambaran dua minggu pertama orientasi kampusku waktu freshman year:
Minggu pertama: Orientasi mahasiswa internasional. Ada banyak presentasi tentang hal-hal yang harus diketahui tentang legal status kita sebagai pemegang student visa, mulai dari gimana kerja part-time (dan juga website tentang postingan kerja part-time), sampai cara mendapat Social Security Number (taxpayer number), dan apa saja yang harus kita lakukan untuk maintain status student visa kita. Lanjut presentasi tentang kultur AS dari kakak-kakak. Ada juga barbeque dan makan-makan bersama. Ada juga sesi jalan-jalan Boston (restoran yang harus kita tahu, tempat belanja yang paling murah) dg kakak-kakak angkat, dan pada saat itu mereka juga berbagi pengalaman tentang gimana jadi mahasiswa internasional di kampus, dan resources tempat kita minta bantuan. Kemudian, ada juga duck tour (it's really famous in Boston) for free, bentuknya hybrid kapal + bus. Jadi setelah jalan-jalan di kota, si 'duck' ini akan berubah jadi kapal dan berlayar di Charles River.
Selain itu, aku juga ikut orientasi opsional yang ada temanya, mulai dari kepemimpinan hingga volunteerism. Aku ikut volunteerism gitu, jadi selama ~1 minggu kita ke tempat-tempat sekitar Boston yang butuh bantuan volunteer. Mulai dari soup kitchen (tempat bagi-bagi makanan gratis untuk warga kurang mampu), tempat tinggal para homeless (semacam 'hostel' gitu), hingga food bank (tempat warga Boston menyumbang makanan -mulai dari kaleng sardin hingga ramen). Selain jadi tahu bagaimana keadaan warga Boston yang terpinggirkan, kenal dengan teman-teman baru, juga jadi tahu rute subway dan bus Boston yang agak njelimet :)
Minggu kedua: Orientasi mahasiswa (semuanya, dengan WN AS). Tiap tahun ada temanya, waktu tahunku temanya olimpiade (2012!). Jadi, banyak game-game seru antar kelompok, mulai dari treasure hunt, hingga game-game sparta yang harus adu otot. Selain itu, New England Aquarium di-booking selama 3 jam oleh kampusku untuk para mahasiswa baru, dan kita datang ke sana sama-sama, lalu ada live music, dan bisa masuk IMAX free.
Begitupun dengan orientasi klub (ekskul), pasti ada makanan yang enak, suasana yang akrab, dan teman baru!
If you ask me about orientasi di Indonesia, well... I think it deviates from the original intention. Maunya kan ingin membuat mahasiswa baru lebih tahu tentang tempat tinggal baru mereka, serta merasa nyaman dan familiar dengan tempat tersebut. Orientasi mahasiswa baru malah bikin ngibrit dan ketakutan. Aku pun pernah stress dg orientasi waktu SMA-ku dulu, sampai merasa 'gak pantas' sudah diterima di SMA-ku. Gila, kan?
Berikut ini orientasi volunteer-ku di Boston Food Bank. Photo by Holly Hinman

View more

Kak, kalau dunia volunteerism tertarik nggak? Jadi youth volunteer gitu, misal ikut indonesia mengajar?

Lumayan si, gue kadang suka agak awkward kalo harus banyak ketemu orang baru tiba-tiba. Tapi pernah sekali ikut jadi tim dokumnya Kelas Inspirasi. (http://kelasinspirasi.org/) Ini program ekstensinya Indonesia Mengajar kalo gak salah… jadi selama 1 hari orang-orang dari berbagai profesi datang ke SD-SD di kota mereka yang isinya anak-anak dari ekonomi pas-pasan buat menginspirasi mereka.
"Emang anak SD butuh diinspirasi?" You ask. "Bukannya mereka mah banyak mimpinya ya?"
Men. Gue kebagian ngedokum SD di daerah Margahayu, pas si volunteernya nanya anak-anak itu cita-citanya jadi apa. Jawabannya rata-rata kalo cowok "Supir angkot", "Jual Makanan Keliling", atau "Satpam". Yang cewek mau jadi "Artis" atau "Ibu Rumah Tangga"
Ga ada yang salah dengan jadi profesi yang gue bilang di atas. Tapi mereka punya cita-cita kayak gitu karena mereka jarang banget tau ada profesi di luar itu. Makanya program ini diadain, untuk ngasitau anak-anak kalo ada profesi-profesi lain yang menarik.
Kalo Indonesia Mengajar sempet kepikiran si, masi agak ragu soalnya 1 tahun di pelosok. Kita lihat saja nanti hhe

View more

Language: English