Fatmawati Soekarno terlahir sebagai putri tunggal keluarga H. Hassan Din dan Sitj Chadidjah. Hassan Din adalah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Fatmawati kecil bersekolah di HIS, lalu melanjutkan ke sekolah kejuruan yang dikelola organisasi Katolik milik Belanda. Beliau juga aktif berorganisasi di Nasyiatul Aisyiah. Fatmawati kemudian berjumpa dengan Bung Karno yang dipindahkan tempat pengasingannya dari Flores oleh Belanda.Bung Karno kemudian menikahi Fatmawati setelah sebelumnya menceraikan istri beliau sebelumnya, Ibu inggit, secara baik-baik. Antara Fatmawati Soekarno dan Ibu Inggit juga terjalin hubungan yang baik. Setelah menikah di Jakarta tahun 1943, setahun kemudian lahir putra pertama yang diberi nama Muhammad Guntur Sukarno Putra sebagai sulung dan lima bersaudara.Dalam masa perjuangan menjelang Proklamasi Kemerdekaan, Fatmawati ikut merasakan gelora perjuangan bangsa Indonesia. Saat kemerdekaan akhirnya tiba. Setelah Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan, diadakan upacara pengibaran bendera yang sederhana. Bendera Merah Putih yang kemudian berkibar gagah itu dijahit sendiri oleh Fatmawati Soekarno . Kini, Bendera Merah Putih tersebut disimpan dan dikenal sebagai Bendera Pusaka.
Air Terjun Kemumu terletak di kawasan wisata Palak Siring, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari kota Bengkulu dengan kendaraan umum atau pribadi
danau dendan tak sudah Danau ini juga memiliki berbagai flora unik, yakni anggrek Pensil (vanda hookeriana), yang diyakini hanya tumbuh di kawasan ini. Flora unik yang lain adalah anggrek matahari, bakung, nipah, pulai, ambacang rawa, terentang, plawi, brosong, gelam, pakis dan sikeduduk. Panorama di kawasan danau juga sangat indah. Sejauh mata memadang, pengunjung akan dimanja lanskap Bukit Barisan yang membiru dan terlihat sayup-sayup di kejauhan. Di seputar danau kini menjadi kawasan cagar alam karena menjadi plasma nuftah bagi anggrek pensil. Juga ditemukan berbagai fauna seperti kera ekor panjang, lutung, burung kutilang, babi hutan, ular phyton, siamang, siput dan berbagai jenis ikan termasuk ikan langka seperti kebakung dan palau.
Kain besurek adalah kain tradisional warisan leluhur masyarakat tradisional Bengkulu yang terbuat dari kain katun dan menyerupai batik jawa. Nama besurek berasal dari kata bersurat ataupun menulis. Jadi, batik besurek bisa diartikan sebagai batik bertulisan. Hal ini karena motif batik besurek sangat khas berupa motif huruf arab gundul (kaligrafi) yang telah dikreasikan. Motif kain tersebut terpengaruh unsur kebudayaan Islam dan inilah yang membedakannya dengan motif batik jawa.
Proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan batik jawa, ada batik yang ditulis atau dicetak. Warna batik besurek sedikit berbeda dengan batik jawa. Apabila batik jawa identik dengan warna coklat, kuning, merah, hijau, dan biru maka batik bersurek didominasi warna lebih cerah dan beragam.
Dalam perkembangan selanjutnya motif kaligrafi tersebut dimodifikasi dengan menambahkan motif lain, seperti motif bunga rafflesia, bunga kibut, burung kuau, atau kembang cengkeh. Satu kain biasanya tidak hanya terdiri dari satu motif melainkan dipadukan dengan motif lainnya
Taman Hutan Raya Rajolelo secara administrasi pemerintahan terletak di Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Utara, berbatasan langsung dengan kota Bengkulu dengan ketinggian ± 50 meter diatas permukaan laut.Disamping itu, TAHURA Rajolelo berbatasan dengan:Utara : Air Sendawar dan Desa Linggar galingSelatan : Desa Tanjung TerdanaTimur : Desa Pondok KubangBarat : Desa kandang LimunUntuk mencapai Kawasan TAHURA Rajolelo dapat ditempuh dengan kendaraan/angkutan darat dengan jalan aspal yang jaraknya dari pusat kota Bengkulu ± 18 km.