Ask @tempatpulangmu:

Hai admin kotak ilusi:) Suka bikin puisi nggak? Mau dong baca puisi kamu tentang apapun deh😊

Arabintangggg
Ini saja, ya? Tentang diriku beberapa waktu lalu.
***
Sejujurnya ingin kukatakan pada mereka :
Aku sedang tidak baik-baik saja.
Depresi ini menghantui.
Seolah aku diiris oleh sembilu.
Bersedu sedan setiap hari.
Mata senduku masih betah
menggantung.
Tangis tak jua mereda.
Luka lama menjadi
penyebabnya.
Diri ini melolong.
Meronta-ronta ingin
ditolong.
Terseok-seok ku bertahan.
Karena memendam semua
yang ku rasa.
Ingin ku berkata jujur
lidah ini mendadak kelu.
Seperti yang lalu-lalu.
Hari ini terlalu berat
ku jalani seorang diri.
Aku butuh ditemani.
Aku butuh tempat
bersandar.
Yang menenangkanku
jika hari esok semuanya
akan baik-baik saja.
Kawan, tolong aku.
— kotak ilusi.

View more

Disini, tempat pulangku?

dubidabidu
Bukan.
Jika kau tidak menginginkannya
dan aku tidak
mengizinkannya.
Aku masih mencari apa atau siapa yang akan mengisi tempat pulangku. Rasanya sudah berdebu bahkan dingin sebab sudah lama tak tersentuh.
Masih menunggu yang layak untuk merangkai tualang bersama.
Kamu mau di sini?
Tak apa-apa jika hanya singgah kemudian pergi.
Lihat-lihat saja dulu siapa
tahu ada kehangatan
dan kenyamanan.

View more

+1 answer Read more

Apa kekecewaan besar pertama yang kamu alami?

Aku kalah oleh keadaan.
Aku kalah oleh rasa sakit yang menyelimuti tubuh.
Yang kulakukan hanya
berlari dari realita.
Hingga tersungkur dalam jurang pilu.
Namun teringat lagi senyuman malaikat tanpa sayap dan super hero yang tak pernah lelah mencari nafkah; Ayah dan Ibu.
Pun teman-teman teristimewa yang pernah kukenal yang kusebut sahabat. Mereka tak pernah meninggalkanku dan selalu bertahan bersamaku. Melewati badai dan teriknya baskara hingga berubah menjadi pelangi yang indah.
Aku percaya, setelah rasa sakit, merasakan kekecewaaan yang begitu dalam, aku bisa kembali bangkit walau harus tertatih-tatih. Selagi mau berusaha untuk melangkah maju. Tidak berlama-lama dalam lautan tangis. Semua rasa sakit dan kecewa bisa luruh.
Dan, berdamai dengan diri sendiri. Kunci untuk bisa merakit kembali puing-puing yang telah hancur itu.
Semesta, ingin kita selalu belajar lagi dan lagi. Bersyukur lagi dan lagi. Apapun kondisinya. Apapun perasaannya. Apapun masanya.
Untuk yang sedang merasa kecewa ini untukmu;
Tolong. Jangan menyerah.Tetap bertahan, ya. Kamu terlalu berharga untuk dikalahkan rasa sakit.
—kotak ilusi.

View more