Ask @yushaCM:

hei kamu, aku kagum sm pola pikirmu diumurmu yg relatif sangat muda malah aku ingin sekali bertemu denganmu tapi aku takut ketika kita bertemu km "menyamaratakan semuanya" atau menganggap berbeda pendapat dgnmu tidak baik, aku kecewa tp aku sayang gmn dong?

Sesungguhnya orang seperti saya tidak pantas untuk dikagumi, mas/mbak.
Tak apa, justru saya sangat menghargai perbedaan pendapat. Adanya perbedaan pendapat itu wajar. Sangat wajar. Wajar ada ungkapan "islam itu satu, muslim itu banyak."
Rasulullah sudah memprediksi, sepeninggal beliau hingga akhi zaman, akan terjadi perbedaan pendapat. Beliau juga menegaskan, menyikapi perbedaan itu adalah dengan merujuk pada sunah.
"Barangsiapa yang masih hidup diantara kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang diada-adakan karena hal itu sesat. Dan barangsiapa yang menemui yang demikian itu, maka berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa'ur rasyidin. Gigitlah ia dengan geraham-geraham kalian".
[HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah]
Perbedaan pendapat (khalafiyah) bukan hal yang harus diributkan, apalagi sampai meretakkan ukhuwah islamiyah karena suatu kelompok merasa paling benar dan menyalahkan orang lain.
Seperti yang sudah saya bilang diatas, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar. Kita, yang tidak sanggup berijtihad sendiri, boleh boleh ittiba', yakni mengikuti atau memilih pendapat mana saja sesuai keyakinan dan pemahaman kita sendiri, disertai pengetahuan dan pemahaman akan landasan/argumen masing-masing pendapat.
Sekali lagi, kita yang awam tidak perlu heran dan bingung akan realitas tersebut. Perbedaan pendapat, seperti contoh kisah di atas, adalah wajar dan ditolerir. Menurut hadits, jika suatu pendapat hasil ijtihad itu benar, maka pahalanya dua. Jika pendapatnya salah, pahalanya cuma satu, yakni pahala untuk amal ijtihadnya. Jadi, sama-sama mendapat pahala alias tidak dipandang dosa.
Untuk ber-ittiba' tinggal pilih pendapat mana yang hendak diikuti dengan penuh kesadaran, pengetahuan, sikap kritis, dan pemahaman yang cukup. Artinya, dalam memilih, kita pun harus memiliki alasan dan pemahaman, karena di akhirat nanti yang akan mempertanggungjawabkannya kita sendiri.
Dalam menyikapi perbedaan pendapat, adalah seyogianya diperhatikan sikap toleran atau menghargai pendapat orang lain, lapang dada (tasamuh), serta tidak merasa paling benar, apalagi sampai menyalahkan pendapat yang lain. Karena kebenaran sepenuhnya milik Allah SWT.
Saya pun tidak akan memaksamu untuk sependapat dengan saya, Tuan.
Terimakasih.

View more

Selamat pagii, udah lama ga nyapa kalian haha:v Gimana hari2nya seminggu ini? Btw, happy weekend! 💕

au ah
Selamat pagi🌻
Tadi pagi gue order GrabBike, mau ke alfamart soalnya mau beli sesuatu.
Lalu..
*Pesen text di GrabBike nya begini,
🙇mas pake baju apa ya?
👦putih-putih
🙇melati?
👦alibaba
🙇merah-merah delima?
👦pinokio.. siapa yg baik hati..
🙇etdah mas buruuaaaannnnnn
👦hehe maap kelepasan

View more

Kak aku pengin banget rasanya bisa membaca al qur'an dimana pun & kapan pun. Tapi aku gengsi kak. Takut dibilang sok alim, di bilang gak ikhlas bacanya, dibilang mengumbar amal, dll. Ada saran? 😳

Jangan Malu Buka Al Quran
Dimanakah tempat yang dilarang membaca Al Quran?Mayoritas orang yang saya tanya akan menjawab : Toilet.
Lalu berapa lama dalam 24 jam, kita berada di toilet? Mayoritas juga menjawab kurang dari 1 jam. Artinya, ada ± 23 jam dalam sehari kesempatan yang Allah berikan untuk membaca dan menghafal Al Quran.
Di rumah boleh? Maka baca Al Quran
Di kantor boleh? Maka hafalkan Al Quran
Di sekolah boleh? Maka Murajaah hafalan
Di angkot, di kereta, di pesawat, di taman, di ruang meeting, di masjid, di rumah sakit dan berbagai tempat lainnya yang memang diperbolehkan tilawah, tahfidz dan murajaah Al Quran. Jangan malu.
Jangan khawatir dibilang ga ikhlas, karena itu urusan kita dengan Allah SWT dan kita. Ikhlas itu amalan hati, yaitu berbuat atau tidak berbuat sesuatu atas dasar Allah SWT semata.
Jangan malu dibilang shaleh, daripada dibilang maksiat. Orang maksiat aja ga malu mempertontonkan dosanya, masa kita malu berbuat baik.
Sering-sering membuka Al Quran dimana aja (kecuali di tempat terlarang), karena itu menunjukkan tingkat persahabatan kita dengan Al Quran.
Ga usah batasi jumlahnya, karena semakin banyak mencirikan iman kita semakin baik. Apalagi menjelang Ramadhan gini, harus lebih banyak biar lebih baik.
Biarkan orang lain menilai dengan kacamatanya, yang penting Allah menilai baik amal kita. Ingat! kebaikan tidak diukur dengan banyaknya pujian manusia, ia diukur dengan seberapa banyak kebaikan-kebaikan lainnya dilahirkan.
Hanya Allah, Rasul dan Orang-orang beriman yang akan sepandangan dengan kita. Hanya 3 itu.
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS At Taubah : 105)

View more

+1 answer Read more

Nggk ngerti lagi deh gw sama yang anon ke 2 itu ta. Pikirannya pendek bgt ish main asal komen doang. Cupu banget dia beraninya anon.Kalok dia berani show user nah itu baru hebat,gw tepuk tanganin malahan.Lah ini cupu nya warbiazah😈 Semangat syita💕

Almeera Shez
Rasulullah mengingatkan akan sunnah dan perintah Allah selamanya akan seperti itu, tidak ada yang berubah..
Begitu pun saat kita mengingatkan, pasti ada yang kurang sependapat, itu hak mereka.. Tapi mengingatkan, memberitahu kebenaran adalah kewajiban kita..
mau dibully juga biarin aja.. gapapa ko'.
Bukan kah Rasulullah pernah sampai dilempar kotoran, diludahi untuk menyampaikan suatu kebenaran?
Saat kita terasa tersakiti dalam menyampaikan kebenaran, tarik nafas dan ingat lagi perjuangan Rasulullah..
Sementara itu yang bisa saya pribadi terapkan untuk menanggapi hal yang seperti ini, Meera :)
Ini untuk menenangkan hati kita, adapun tanggapan negative dari orang lain yah senyumin aja.. dan jadikan pelajaran 😊
Meskipun kelak mereka masih pakai kata "mantul", yang penting kita sudah mengingatkan dan berusaha tidak gunakan kata itu..

View more

+1 answer in: “Bismillah,,, Teruslah menginspirasi banyak orang kak dengan jawaban jawaban yang kakak berikan :)”

Apa yang kamu lakukan saat punya waktu luang di tengah padatnya aktifitas?

Putri Handayani
KOREKSI DIRI ITU PENTING
"Kaa citaa..! Kran kamar mandi patah..!" Adikku berteriak dari dalam.
Saya lantas masuk ke dalam kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya sebuah kran yang biasa dipakai wudhu patah, dan mengakibatkan air menyembur deras dari patahan pipa yang menganga itu.
Langkah pertama, tentu saja saya mematikan aliran air PAM yang terletak di halaman. Di sanalah sumber air yang mengalir ke seluruh rumah. Setelah sumber itu ditutup, maka pipa yang terbuka di kamar mandi itu berhenti menyemburkan air lagi.
Setelah itu saya pelajari patahan yang terjadi pada kran. Kelihatannya cukup sulit untuk diperbaiki sendiri, karena kran itu seperti patah secara paksa. Mungkin harus panggil tukang.
Maka untuk beberapa waktu sampai tukang datang, aliran air PAM tidak bisa dihidupkan dulu. Dengan demikian, kran di seluruh rumah juga tidak akan mengeluarkan air karena sumber airnya dihentikan.
Dari kejadian ini kita bisa melihat, bahwa sebenarnya kerusakan hanya terjadi pada satu kran saja, tetapi imbasnya dirasakan oleh banyak kran yang lain pula.
Demikianlah seandainya kita merasa bahwa selama ini kita telah mengerjakan banyak hal yang benar, namun mengapa hidup kita belum juga memperoleh kelancaran rezeki.
Belajar dari kran, mungkin saja ada satu titik kelalaian yang kita lakukan tanpa disadari. Ingatlah, satu kran patah menyebabkan seluruh kran lain ikut terhenti!
Oleh karena itu, koreksi diri secara teliti dan sungguh-sungguh, gerangan apa yang belum kita tunaikan dalam hal mempermudah rezeki?
Atau bisa pula kita bertanya pada diri, gerangan apa dosa yang kita lakoni, sehingga menyebabkan seluruh kran usaha-usaha kita yang lain ikut terhambat alirannya? Karena dosa memang rekat kaitannya dengan rezeki, sebagaimana dosa juga berkait erat dengan do'a.
"Janganlah menganggap pengabulan do'amu terlambat, padahal engkau sendiri yang menghambat aliran do'amu dengan beragam dosa." [Yahya ibn Mu'adz al-Razi]

View more

Aku mau nanya dong. Kalian kalo pas lagi chatting sama lawan jenis trs bahas sesuatu hal, tiba2 salah satu dari kalian ada yang ketiduran. Nah besokannya chat itu masih dibales ga atau berlanjut gitu dan tetep masih bahas hal yang sama? Atau ga dibales samsek?

Pertama, tanyain ke dianya lg sibuk atau ngga. Dikhawatirkan jam jam lu ngekontak dia tuh ngeganggu dia lg ngelakuin suatu aktifitas.
Kedua, tergantung topik obrolannya penting atau ngga nya. Kalo masih ada yang mau ditanyakan, ya silahkan tanyain hal hal yang lu pengin tau.
Ketiga, chat-lah yang sewajarnya. Jangan ngebahas hal-hal yang mengundang syahwat'. Sekedar sharing aja gapapa. Tapi ingat, harus tau batasan.

View more

Next