@arman_dhani

Dhani

Latest answers from Dhani

Apa yang lebih kuat – cinta atau benci?

benci. Salah satu penggambaran luka dan kekecewaan yang paling membekas dalam hidup saya, adalah kisah hidup Heathcliff dalam novel Wuthering Heights karangan Emily Bronte. Kekecewaan yang luar biasa karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa cintanya pada Catherine Earnshaw kandas karena status. Luka itu dipelihara Heathcliff menjadi bahan bakar untuk membalas dendam.

Ceritain dong kapan titik terendah dalam diri kamu yang akhirnya bisa bikin kamu makin happy dan grow up karena kejadian itu

Badutromantis
Awal tahun ini mungkin adalah titik paling rendah dalam hidup saya. Nyaris selama dua tahun saya berhadapan dengan berbagai masalah yang membuat kondisi mental memburuk. Masalah keluarga hingga performa pekerjaan yang terus menurun membuat saya tak lagi bisa berpikir lurus atau bersikap baik-baik saja.
Atas dorongan teman dan pacar saya memutuskan untuk melakukan konseling psikologis di Yayasan Pulih. Menemui dokter karena gangguan kesehatan mental bukan sesuatu mudah sebenarnya. Butuh waktu yang lama sebelum akhirnya saya bisa terbuka dengan dokter perihal apa yang saya rasakan dan alami.
Yayasan Pulih terletak di Jalan Teluk. Peleng №63A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah dua lantai ini berpagar putih, ada gazebo kayu di halaman depan. Pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu saya demikian gugup, tangan saya basah, dan nyaris membatalkan janji konseling karena rasa malu.
Bagaimana jika saya dianggap gila? Bagaimana jika sebenarnya saya hanya mengada-ada? Bagaimana jika saya hanya lelah dan butuh liburan? Pikiran-pikiran itu membuat suara di kepala saya bising dan akhirnya nekat masuk karena perkara sepele. Haus dan ingin minum.
Di ruang depan Yayasan Pulih ada dua sofa dan kursi kantor, seorang perempuan duduk sambil memegang tisu, kedua matanya bengkak, ia tersenyum saat saya masuk. Kikuk dan kaget ditatap begitu saya balik tersenyum, tidak menyapa, dan diam selama 15 menit sampai akhirnya saya berani bertanya tentang janji konseling.
Saya berusaha baik-baik saja. Mencoba untuk duduk dengan rileks, padahal sudah tak ada lagi tenaga. Energi saya benar-benar habis untuk datang ke Pulih. Sembari menunggu dokter saya berkomunikasi dengan pacar dan Syaldie, dari Aliansi Laki-laki Baru. Ia yang merekomendasikan saya ke Pulih, Syaldie bilang bertemu ahli itu bagus untuk membantu saya mengatasi depresi.
Sesi pertama merupakan hal yang paling sulit. Saya harus bicara, karena dengan bicara saya bisa menjelaskan apa yang menjadi beban. Masalahnya seumur hidup saya tak pernah terbuka soal diri sendiri, saya selalu menyimpan masalah sendiri, ogah berbagi dan menganggap bahwa mengeluhkan kondisi mental adalah tanda-tanda kelemahan.
Sebelum masuk ruangan, saya mengoleskan minyak kayu putih di tangan. Bau kayu putih membuat saya rileks, ruangan tempat konsultasi itu ada di lantai dua. Tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman untuk dua orang asing bicara. Psikolog yang jadi pendamping saya seorang perempuan yang mungkin 5 tahun lebih tua dari saya, matanya teduh, ia mempersilakan saya memulai cerita.
Memulai apa? Saya tak tahu harus apa. Seluruh isi kepala rasanya macet. Mulut saya diam, terkunci rapat. Pundak saya kaku, sejak kemarin leher saya terasa sakit, seperti ada balok kayu yang menempel, susah digerakkan dan nyilu. Kami berdua diam, saya tak tahu harus mulai dari mana, tak tahu harus bicara soal apa.
https://medium.com/@arman_dhani/bagaimana-cara-saya-mengakui-depresi-dan-mencari-bantuan-b7fcd68336cf

View more

Apa sih pesan atau wejangan yang pingin banget disampein ke orang yang mau memasuki umur 20-an?

Lima tahun lalu saat memutuskan pindah ke Jakarta, saya mengejar mimpi untuk bersama orang yang saya suka. Beberapa bulan kemudian mimpi saya berakhir. Saya patah arang dan memutuskan untuk pulang.
Beberapa orang yang saya hormati mencegah. Mereka bilang, pulang kembali ke rumah saya di jawa timur tidak akan mengubah apapun. Saya memutuskan tinggal, nyaris mekanik, tak ada mimpi, tak ada obsesi.
Saya lupa alasan untuk tinggal di Jakarta. Malam ini saya coba mengingat alasan itu. Hari demi hari di Jakarta saya jalani secara mekanik, bahwa hari ini tidur, besok bekerja, hari ini menulis besok juga. Tak ada yang baru.
Saya lupa hal-hal sederhana seperti menghidu bau, menikmati dinginnya air saat mandi, atau kapan terakhir saya menelpon ibu. Jadi dewasa itu getir. Saya melupakan hal-hal penting yang saya kira harus diingat selamanya.
Malam ini tiba-tiba saya ingat, saat kecil saya punya teman, orang arab bernama Ridho. Ia kecil, rambutnya ikal keemasan, hidungnya mancung, dan kalau tertawa giginya terlihat bersih. Di rumah Ridho saya pertama kali belajar merokok, gagal. Saya muntah, sejak saat itu saya benci tembakau dan rokok.
Nyaris setiap pulang sekolah saya selalu bermain dengan Ridho, hingga akhirnya kami lulus SD, Ridho pindah dan saya lupa kapan terakhir kami bertemu. Mengerikan bukan? Pada satu titik, kamu dan teman-teman masa kecilmu berhenti bermain, berhenti bertemu dan kamu melupakan mereka.
Di Jakarta seperti itu. Saya menemukan teman baru, menjaga teman yang lama, tapi ada di mana, di satu titik. orang yang dulu pernah tiap hari ngopi bersama, makan bersama, hari ini jadi asing sama sekali, kita tak lagi pernah bicara padanya, melupakan keberadaannya.
Kota ini membuat saya malas berpergian. Mungkin karena memang tak punya alasan untuk bertemu dengan orang lain. Semakin dewasa kamu akan menyadari, lingkar pertemanan mengecil, kamu hanya akan meluangkan waktu untuk orang-orang yang benar-benar penting, yang benar-benar kamu sayang.
Kita akan berhenti minum alkohol hingga pagi, usia dan tubuhmu tak lagi mampu melakukannya. Kita tak bisa lagi dengan spontan pergi ke Bandung malam ini untuk kemudian kembali ke Jakarta besok pagi. Waktu dan tenaga sudah tak ada lagi. Yang tersisa dari pertemanan yang ada hanya ingatan, juga kenangan.
Facebook menyimpan kenangan itu. 10 tahun lalu saya akrab dengan siapa, pacaran dengan siapa, merayu siapa, bertengkar dengan siapa. Hingga pada akhirnya, berhenti, melupakan dan menjalani hidup sendiri-sendiri.
“At some point in your childhood, you and your friends went outside to play together for the last time and nobody knew it.”

View more

Kamu ingin anakmu tumbuh menjadi baik hati atau cerdas?

pernah nulis itu, ini bukan konten ori, saya lupa copas dari mana
Dear my future daughter.
1. Respect your mom.
2. Obey your mom.
3. Listen to your mom
4. Repeat 1-3.
5. Your happiness is your happiness and yours alone.
6. A boyfriend does not validate your existence.
7. Wear what makes you feel gracefully at ease.
8. Love the world unconditionally.
9. Seek beauty in all things.
10. There is no shame in hoping for love.
11. Do not take sex lightly.
12. I mean it.
13. Men are effectively idiots until the age of 26.
14. Involve yourself in an organized activity of your choosing.
15. Listen to classical music occasionally.
16. But you can love my records collection
17.Science is really cool.
18. So is literature.
19. And history.
20. And math.
21. Argue with people when you need to.
21. If it’s worth fighting for, fight fiercely.
22. Don’t fight for acceptance.
23. I'll kill people for you.
24. Ask your mother if you not believe me.
25. Woman is a woman is a woman.
26. There is a certain kind of man you need to avoid at all costs.
27. Those who hurt you and proud of it.
28. You are forever my baby girl.
Dear My future Son
1. Respect your mom.
2. Obey your mom.
3. Listen to your mom
4. Repeat 1-3.
5. Respect woman.
6. I fuckin mean it.
7. Be kind to the nerdy girl.
8. That was once your mother.
9. Be gentle to the world.
10. Walk her home and tuck her in.
11. That girl is your sister, your mother, your daughter.
12. That skirt isn’t an invitation to stare.
13. Read Austen
14. And Emily Bronte
15. And Simone de Beauvoir
16. And Mafalda
17. Empathy is wealth.
18. Misogyny is not cool.
19. And option either.
20. So what if she’s taller than you are?
21. So what if she’s smarter than you are?
22. Wisdom is humble.
23. Science is cool.
24. So is Physics
24. Having religion is good.
25. Not having doesn't make you less human.
26. Gay is not reason to hatred.
27. My best friend is one of them and you like him.
28. Lipstick isn’t scary.

View more

Hal apa yang membuatmu gugup?

perubahan iklim, kerusakan ekosistem, kekeringan di jawa, GERD, kepastian kerja, mahalnya biaya medis, pensiun, penyakit karena gangguan kardio vaskular, kemiskinan.

is it ok to live a life whats you love and do whats you want but people will judge and hate you?

Hujan
ya, kemarin sih dituduh macem-macem. mulai dari penjual proposal, penjahat, sampe cyber bully. sekarang mah ya udah ya :))

Language: English