Ask @dhila_fauzana14:

Mana yang kamu lebih sukai - mencintai atau dicintai?

Mungkin mencintai. Karena kalau kita sudah mencintai, kita pasti dicintai. Kalau hubungan antara makhluk dan Tuhannya, hukum itu berlaku.
Tapi agak lain halnya dengan hubungan antara makhluk dengan makhluk. Kemungkinannya ada dua. Timbal balik, kamu mencintai si anu dan si anu mencintai kamu, atau kamu mencintai si anu dan si anu tidak mencintai kamu, tapi si fulan mencintai kamu.
Bagaimana? Paham? Haha.

View more

Tulis lirik lagu yang kamu sukai

Endak ada.
Bingung ya? Aku juga bingung. Aku tidak punya candu. Heran aku.
Kalau ditanya minuman favorit ku apa, dulu aku jawab air putih. Sekarang malah aku tahu kalau air putih bukan minuman favoritku. Hanya saja, air putih selalu ada dan aku terlalu malas untuk membuat minuman lain, karena lumayan merepotkan bagiku.
Kalau ditanya makanan favorit, dulu aku jawab sup Mama. Tapi sekarang tidak. Aku tidak punya makanan favorit. Kebanyakan makanan terasa enak di lidahku, dan aku tidak bisa memilih mana yang paling, karena rasa enaknya sama saja.
Warna favorit juga. Yaa Allaah. Warna-warna itu sama saja di mataku.
Sekarang tulis lirik lagu yang aku sukai. Tidak ada yang aku suka. Sama saja semua. Huhu.

View more

Apakah kamu tersenyum kepada orang asing? Mengapa atau mengapa tidak?

Tergantung sih. Kalau dari jauh sudah berpapasan dan wajahnya menunjukkan minat, aku akan senyum. Tapi ini cuma berlaku untuk orang-orang tua. Untuk yang masih muda, aku jarang melempar senyum.
Mengapa aku senyum? Karena Mama ku seperti itu. Mama ku tidak pernah mengajarkannya. Tapi beliau selalu memberikan contoh dihadapan kami, anak-anaknya. Kalau kebanyakan orang tua mendoktrin anaknya sejak kecil, Mama ku tidak. Beliau lebih sering mencontohkannya dihadapan kami, lalu kami seperti dibiarkan berpikir sendiri. Kira-kira apa yang dilakukan Mama itu baik atau tidak? Mengapa kita harus seperti itu?
Jadi, apa yang menurut kami baik atau buruk itu adalah hasil pencarian kami sendiri.

View more

Negara impian kamu yg pgn kamu kunjungi?

Ah, bukan hanya dikunjungi saja. Sampai sekarang aku masih bermimpi membawa keluarga ku untuk pindah ke Swedia. Haha. Agak gila.
Kenapa Swedia?
Tidak tahu. Itu cuma lelucon ku, karena Mama ingin sekali mempunyai rumah tetap. Entah kenapa, waktu itu aku bilang, "Nanti kita tinggal di Swedia, tenang saja." Aku juga kurang paham kenapa yang pertama kali muncul di kepalaku itu Swedia, dan kalau ditanya tentang sebuah negara, aku juga langsung terpikirkan Swedia. Ada apa ya kira-kira? Haha.

View more

Pernah pacaran beda keyakinan?

Aku tidak pernah pacaran. Dulu pernah mengaku pacaran, tapi sebenarnya tidak. Hehehe.
Cerita sedikit, ya.
Tau tidak, dulu itu aku sering ditanyai teman tentang; apa aku punya pacar atau tidak? Aku selalu bilang iya. Ditanyai punya berapa mantan, aku selalu jawab dua. Padahal itu karang-karang cerita saja. Waktu itu, (baca; SMP) sedang hangat-hangatnya puber. Temanku gonta-ganti pacar, sedangkan aku hanya punya teman laki-laki yang dari tampangnya aku sudah tau kalau dia tidak menaruh minat apapun kepadaku kecuali hanya untuk berteman. Jadinya, aku malu dan minder. Haha. Tapi sekarang malah aku sangat bangga.

View more

Apa yang bisa membuatmu merasa sangat tidak nyaman?

Aku terbiasa hidup di lingkungan keluarga yang laki-lakinya tidak banyak omongan. Abiku, Abangku, dan Adekku itu bicara saat ada hal yang memang patut untuk dibicarakan. Jadi mereka tidak banyak omong.
Bedakan antara bicara dan omongan ya, ehe.
Nah. Kalau aku sudah bertemu dengan laki-laki yang banyak omong di luar sana, apalagi jika omongannya kepadaku, aku merasa sangat tidak nyaman. Apalagi sampai menyentuhku. Yaa Allaah. Haha. Komplit sudah ketidaknyamanan ku.
Lalu, aku tidak nyaman dengan hal-hal yang tidak seimbang. Misalnya; aku ditunjuk untuk menjadi MC bersama temanku. Saat tampil, hanya aku yang bicara banyak, dia tidak. Aku tidak nyaman.
Misalnya lagi; aku hidup berdua dengan temanku. Hari ini adalah giliranku untuk mencuci piring atau memasak nasi, aku akan lakukan, tapi besok-besoknya masih aku yang melakukan. Aku sangat tidak nyaman kalau begitu. Lalu, untuk apa diawal dulu ada pembagian kerja? Haha.

View more

Apa yang biasanya elu lakuin ketika elu lagi berantem sama sahabat elu?

Aku diam saja. Aku diamkan dia. Aku akan berusaha untuk tidak ada kontak sama sekali. Kebiasaan yang kelihatan jelek sekali itu, memang.
Tapi aku punya alasan sendiri. Ehe. Aku lebih suka diam. Seberapa lama yang aku mau, kalau menurutku sudah pas waktunya, aku mau bicara lagi, tapi masalah yang menyebabkan kami bertengkar, tidak akan aku ungkit lagi. Aku akan melupakan, dan aku akan lupa.
Beberapa kali aku pernah dengan terpaksa mengikuti metode orang. Kebiasaan orang lain adalah menyelesaikan masalah dengan tatap muka. Itu tidak pernah selesai olehku. Aku tidak bisa mengungkapkan apa yang aku rasa ke semua orang. Jadi saat tatap muka, pasti ada beberapa hal yang ingin aku lontarkan tapi aku tahan untuk tidak keluar. Karena aku tidak nyaman untuk melontarkannya. Aku tidak bisa langsung sembur semua. Akibatnya, itu akan selalu terpikirkan olehku sampai kapan-kapan.

View more

kamu tau gimana rasanya ketika hatimu sudah terlanjur kecewa, namun masih berusaha untuk percaya?

Kalau aku bayangkan sih, aku tahu rasanya. Pasti kamu merasa paling bodoh se-dunia kan? Kenyataannya memang kamu bodoh kalau jadi begitu. Kamu diciptakan sangat istimewa oleh Tuhan. Semua manusia juga begitu. Jangan letakkan dirimu di posisi paling bawah.

View more

makanan yang paling tidak enak?

Dulu, pasti aku akan menjawab, "Tidak ada makanan yang tidak enak bagiku, karena lidahku begitu fleksibel terhadap rasa."
Tapi sekarang tidak. Karena aku sudah menemukan makanan yang tidak enak.
Aku takut untuk mengungkapkannya. Nanti ada yang salah paham, lalu tersinggung, mampus lah aku.
Aku kasih clue saja deh. Makanan yang tidak enak bagiku adalah makanan yang harusnya bercita rasa gurih, bahkan pedas, tapi malah tidak begitu. Makanannya jadi manis.

View more

Next